Review Yakuza Like a Dragon – Memulai Era Baru Yakuza dengan Turn-Based RPG


SEGA cukup berani dengan menawarkan gameplay baru bagi seri Yakuza ini.

review-yakuza-like-a-dragon

Tidak seperti seri Yakuza biasanya, sistem pertarungan Yakuza: Like a Dragon tidak menghadirkan Action seperti pendahulunya malah menawarkan gameplay dan tokoh baru. Apakah game ini cukup menarik untuk dimainkan? Simak review Yakuza: Like a Dragon dari Gimbot di bawah ini!

SEGA cukup berani ketika mengumumkan seri andalan miliknya Ryu Ga Gotoku atau yang dikenal dengan Yakuza di wilayah barat berlanjut ke seri Yakuza: Like a Dragon. Salah satu alasannya karena semua orang tahu bahwa Yakuza yang identik dikenal bersama tokohnya Kazuma Kiryu, telah berakhir di Yakuza: Song of Life.

Namun melihat potensi nama besar yang dimiliki oleh Yakuza, SEGA lantas menghadirkan seorang protagonis baru bernama Ichiban Kasuga beserta dengan gameplay baru. Sistem pertarungan berubah total menjadi Turn-Based RPG di mana kamu akan mengendalikan maksimal hingga empat karakter melalui sistem menu combat.

BACA JUGA: Game PlayStation Terbaru yang Wajib Dimainkan Bulan Desember 2020

Saya sendiri menghabiskan waktu berjam-jam untuk memainkan game ini dan memang terasa cukup asing dengan semua hal baru yang ada. Tetapi semakin dimainkan, saya semakin tertarik untuk mengetahui lebih dalam cerita dibaliknya dan seberapa jauh saya dapat menaikkan level karakter untuk menjadi seorang Yakuza sejati.

Jadi, saya rasa tidak masalah jika kamu belum pernah memainkan seri Yakuza sebelumnya karena game ini menghadirkan banyak hal baru dan ini adalah waktu yang tepat untuk kembali memulai seri Yakuza.

review-yakuza-like-a-dragon-1

Semuanya berawal dari Ichiban Kasuga, seorang Yakuza junior dari Klan Tojo dari Arakawa yang harus menerima kenyataan untuk menghadapi hukuman penjara selama 18 tahun. Semua ini harus dilakukan demi membalas budi pada Masumi Arakawa yang telah menyelamatkan nyawanya di masa lalu.

Ichiban sendiri merasa yakin bahwa kebebasan dirinya nanti akan sangat dinantikan oleh Arakawa. Sayangnya, saat hari kebebasannya tidak ada seorang pun yang menjemputnya. Ichiban malah menemukan fakta yang mengejutkan bahwa keluarga Arakawa telah berkhianat dari Klan Tojo dan beralih ke Aliansi Omi. Merasa ada yang aneh, Ichiban bekerja sama dengan mantan polisi, Koichi Adachi untuk mencari kebenaran yang terlewatkan selama dirinya dipenjara.

review-yakuza-like-a-dragon-2_0

Kamu masih akan bermain di distrik Kamurocho di awal permainan sebelum semuanya berganti ke Isezaki Ijincho, sebuah distrik fiktif dari Yokohama. Kota ini memiliki ukuran yang lebih luas dari Kamurocho dan di sini kamu akan memulai aksimu.

Eksplorasi di kota ini masih sama seperti sebelumnya, yaitu dengan berjalan kaki. Kamu dapat melakukan Fast Travel menggunakan taksi untuk berpindah tempat dengan cepat setelah kamu mengunjungi lokasi tersebut.

review-yakuza-like-a-dragon-3

Layaknya sebuah game RPG (terutama J-RPG), karakter utama Ichiban ini memiliki fitur khusus bernama Personality yang terbagi atas enam kategori mulai dari Passion, Confidence, Charisma, Kindness, Intellect, dan Style. Personality ini dapat ditingkatkan dengan menyelesaikan beragam quest. Semakin tinggi nilai Personality, semakin tinggi pula nilaimu sebagai Yakuza dan kamu bisa membuka banyak fitur baru nantinya.

Personality ini juga sudah ditampilkan dari awal sejak bermain bagaimana Ichiban bersikap kepada rekan kerjanya atau kepada orang lain. Bahkan tidak jarang kamu akan menemukan dialog dan aksi yang lucu ketika cutscene yang menggambarkan bahwa Ichiban sendiri ingin menjadi seorang Yakuza yang berbeda dari biasanya.

Sistem pertarungan adalah bagian yang mendapatkan perombakan secara signifikan karena berganti dari Action menjadi Turn-Based RPG. Terasa cukup aneh di awal tetapi semakin lama memainkannya, kamu akan menemukan banyak keseruan seperti skill apa yang bisa kamu keluarkan hingga strategi apa yang tepat untuk mengalahkan musuh dengan cepat.

Ichiban dan karakter lainnya akan memiliki dua bar utama saat bertarung, yaitu HP (Health Point) dan MP (Magic/Mana Point). Bar HP akan berkurang ketika musuh menyerangmu. Sebaliknya, bar MP akan berkurang ketika kamu menyerang musuh, melakukan support, atau melakukan healing.

Ketika menyerang atau bertahan, kamu harus menekan tombol tertentu yang ditampilkan pada layar. Misal, saat menyerang, ada banyak tombol segitiga yang muncul dan kamu harus menekannya sesuai dengan urutan yang ada untuk menambahkan damage kepada musuh. Lalu, saat bertahan, kamu harus menekan tombol X agar damage dari musuh dapat berkurang.

Yang menarik dari sistem pertarungan ini adalah banyaknya skill yang bisa kamu coba berdasarkan pencapaian level karaktermu dan efek yang dimilikinya. Tidak jarang serangan yang kamu berikan akan memiliki efek api, es, atau listrik sehingga pertarungan terasa sangat heboh.

Yang menyebalkan dari pertarungan adalah ketika kamu melawan banyak musuh atau HP yang dimiliki oleh musuh sangat tebal sehingga pertarungan akan berlangsung cukup lama.

Merasa sedikit bosan untuk melanjutkan cerita utama? Tenang, game ini memiliki banyak sekali pilihan mini game mulai dari Arcade, Batting, Cabaret, Darts, Golf, Karaoke, Mahjong, dan Shogi. Beberapa mini game baru yang dapat kamu mainkan seperti Can Collection, Dragon Kart, Movie Theater, dan Property Management.

Dragon Kart sesuai namanya adalah mini game yang menantangmu untuk melakukan balapan menggunakan mobil Go-Kart. Can Collection akan memintamu mengendarai sepeda untuk mengumpulkan kaleng-kaleng kosong yang tersebar di jalan. Property Management merupakan simulasi bisnis di mana Ichiban akan berperan sebagai direktur untuk mengurusi aset properti dan investasi miliknya.

Ini adalah nilai plus karena hadirnya banyak mini game baru sehingga kamu dapat istirahat sejenak dari penatnya cerita utamanya. Terlebih, kamu jadi mengetahui bagaimana keseruan lain menjadi seorang Yakuza dari sisi yang lain.

Fitur lainnya yang wajib kamu kenali adalah Job System di mana Ichiban dan karakter lainnya dapat bekerja untuk meningkatkan status dan level karakternya. Misal, kamu ingin mencoba menjadi detektif, musisi, atau bodyguard, kamu dapat melakukan semua hal itu. Bahkan ada beberapa pekerjaan yang tidak biasa seperti menjadi Swordman. Setiap pekerjaan pada karakter memiliki Rank tersendiri yang akan naik level jika kamu juga sering menggunakannya dalam pertarungan.

Masalahnya dengan adanya fitur ini dan sistem pertarungan RPG, kamu terkadang harus menyelesaikan beberapa misi dahulu sebelum akhirnya bertarung dengan lawan kuat yang ada di jalan cerita utama. Artinya, kamu memerlukan waktu ekstra untuk melakukan eksplorasi sehingga karaktermu benar-benar telah memiliki level yang setara atau lebih di atas musuh.

Bagi saya, visual di game ini cukup memanjakan mata karena tampilan grafisnya yang memang cukup memukau. Misal, kamu dapat merasakan sendiri bagaimana atmosfer di distrik Yokohama yang menggambarkan suasana kota Jepang dari satu tempat ke tempat lainnya. Lalu, lihainya perpindahan transisi kamera saat cutscene yang memperlihatkan dramatisnya cerita yang terjadi.

Jika membicarakan audio, kamu dapat memilih dua pilihan bahasa, yaitu Jepang dan Inggris. Saran saya, gunakan bahasa Jepang dengan subtitle Inggris untuk menambahkan pengalaman bermain Yakuza yang lebih maksimal. Lalu, musik latar belakang yang mengiringi jalan cerita di setiap tempatnya juga sangat cocok sekali.

Sayangnya, di beberapa cutscene ada beberapa dialog yang tidak dibacakan dengan jelas oleh suara karakter tertentu, tidak terkecuali untuk Ichiban dan terkadang mereka hanya bergumam sedikit. Animasi dari karakter untuk mimik wajah dan lainnya juga ada yang tidak sesuai dengan dialog.

Menurut saya pribadi, review dari Yakuza: Like a Dragon ini jelas menggambarkan bahwa seri Yakuza baru ini berhasil membawakan elemen gameplay RPG di dalamnya. Bermain di kota, cerita, sistem pertarungan, dan tokoh baru memberikan pengalaman bermain Yakuza yang berbeda dari sebelumnya.

Bagi kamu yang memainkan semua seri Yakuza sebelumnya, saya yakin juga akan berpendapat sama. Sedangkan, bagi kamu yang baru memainkan seri Yakuza, game ini sangat tepat untuk mencoba memulainya.

Penasaran? Lihat 30 menit pertama Yakuza: Like a Dragon di bawah ini.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Arya Nugraha

Game Enthusiast yang jatuh cinta dengan dunia industri game. Game favorit yang dimainkan adalah Gears of Wars, State of Decay, Warframe, The Uncharted.