Review Second Galaxy – Jelajah Luar Angkasa dalam Kenyamanan

Space simulation bukan genre yang mainstream, jadi agak sulit mencari pilihan untuk dimainkan. Second Galaxy salah satu yang layak kamu coba.


Pembaca Gimbot yang gemar main game PC di era tahun 2000an awal mungkin mengenal beberapa judul terkenal dalam genre space simulation, seperti Starlancer atau Freelancer. Game seperti ini memberikan kita kebebasan untuk melakukan role-playing di luar angkasa yang begitu luas, dengan segudang pilihan pesawat untuk dikoleksi serta berbagai tata surya untuk dijelajahi. Meski tidak ada cutscene yang heboh secara visual, kita tetap bisa mendapatkan cerita menghibur dan menegangkan yang memancing imajinasi.

Genre space simulation tampaknya memang tidak pernah jadi genre yang mainstream, sehingga cukup sulit menemukan judul yang benar-benar oke untuk dimainkan. Proyek sekuel Freelancer 2: Project Lonestar akhirnya batal ketika studionya ditutup, dan Star Citizen yang disebut sebagai sekuel spiritual dari Freelancer nasibnya hingga kini masih kurang jelas.

Sumber: Steam

Ada beberapa pilihan modern seperti Elite: Dangerous dan EVE Online, tapi jumlahnya memang tak banyak. Sementara No Man’s Sky yang punya gameplay cenderung lebih sandbox Gimbot rasa adalah game dengan genre yang berbeda.

Nah, kalau kamu sedang mencari game dengan genre space simulation yang seru, Gimbot punya sebuah rekomendasi, yaitu Second Galaxy. Game ini baru dirilis pada bulan September 2019 kemarin, dan tersedia untuk platform Windows, iOS, dan Android. Space sim dalam genggaman tangan, seperti apa rasanya?

Gameplay yang Aneh, Tapi Seru

Kalau kamu melihat sejumlah screenshot Second Galaxy di Steam atau Google Play, sekilas akan terlihat seolah-olah ini adalah game action. Tapi kenyataannya tidak begitu. Di game ini, kita tidak bisa mengendalikan pesawat secara bebas seperti bermain Freelancer atau Ace Combat. Sistem kontrol pesawat justru lebih menyerupai game RTS (real time strategy). Ini hal paling penting untuk kamu ketahui agar tidak merasa tertipu ketika mengunduh Second Galaxy.

BACA JUGA: Daftar Game Gratis PlayStation Plus Januari 2020

Kamu tidak bisa bebas menggerakkan pesawat ke manapun kamu suka. Sebaliknya, cara mengendalikan pesawat di sini terbagi menjadi dua jenis. Pertama, Gimbot sebut sebagai kendali relatif terhadap objek tertentu di layar, dan kedua adalah kendali bebas di ruang tiga dimensi.

Sumber: Steam

Kendali relatif maksudnya adalah pesawatmu akan bergerak menyesuaikan dengan objek yang kamu lock on. Misalkan kamu melakukan lock on pada pesawat musuh, kamu bisa memilih untuk mendekat, menjauhi, atau mengitari (orbiting) musuh tersebut. Nantinya pesawat akan bergerak otomatis sesuai perintahmu, dan selagi bergerak kamu bisa memberi perintah-perintah lain, seperti menembak atau mengeksekusi skill/device tertentu.

Sementara itu, kendali bebas bisa kamu lakukan dengan cara melakukan double tap di layar saat sedang tidak lock on ke objek tertentu. Pada praktiknya, kamu akan lebih sering menggunakan sistem kendali relatif baik untuk bepergian ataupun pertarungan. Tapi kalau kamu hanya ingin berkeliling sambil menikmati sunyi dan indahnya luar angkasa yang luas, kamu bisa menggunakan sistem kendali bebas.

Versi yang Gimbot mainkan adalah versi mobile, jadi ada kemungkinan sistem kendalinya sedikit berbeda dari versi PC. Kamu bisa lihat penjelasan lebih detail lewat video tutorial di atas.

Sistem gameplay ini Gimbot rasa cukup aneh dan mungkin akan agak membingungkan di awal. Jadi kalau kamu baru mencoba Second Galaxy, Gimbot sarankan untuk tidak terburu-buru. Pahami pelan-pelan sebenarnya seperti apa cara kendalinya, bagaimana cara kabur dari musuh, memulihkan shield atau energy, dan sebagainya. Kalau tidak begitu kamu bisa kebingungan, bahkan gagal di pertempuran tanpa tahu apa yang sedang terjadi.

Menyimpan Suasana RPG Klasik

Hal penting kedua yang harus kamu tahu adalah bahwa Second Galaxy, pada intinya, adalah sebuah RPG yang mirip dengan RPG barat klasik. Banyak waktumu akan dihabiskan untuk mengikuti cerita, berdialog dengan para NPC yang cukup menarik, serta melakukan kustomisasi.

Di awal game kamu dapat menciptakan karakter dengan nama, latar belakang, ras, serta spesialisasi tertentu. Kemudian sepanjang permainan, kamu akan mengumpulkan experience points, level up, serta mengumpulkan pesawat dan perlengkapan. Jadi suasananya cukup mirip dengan game seperti seri Shadowrun atau Space Rangers, namun dengan gameplay yang berbeda.

Dengan struktur permainan seperti ini, kamu bisa memainkan Second Galaxy secara single player seutuhnya tanpa harus berinteraksi dengan pemain lain. Tapi kalau kamu ingin memainkannya seperti sebuah MMORPG juga bisa. Ada wilayah-wilayah yang disebut Lawless Area, di mana setiap pemain dapat menyerang pemain lain. Kamu juga bisa membentuk aliansi dalam Corporation (semacam guild), dan bermain bersama-sama temanmu.

Gimbot belum terlalu banyak menyelami unsur PvP dalam game ini, tapi Gimbot rasa tanpa aspek PvP pun Second Galaxy sudah sangat menyenangkan untuk dimainkan. Banyak orang menyebut game ini sebagai “versi simpel dari EVE Online”, dan itu adalah deskripsi yang tepat. Tak harus pergi berperang terus-menerus, kamu juga bisa hidup sebagai penjelajah angkasa yang menyendiri, sambil menikmati cerita fiksi ilmiah dan koleksi pesawat. Serunya, semua ini bisa kamu lakukan di mana saja, karena Second Galaxy tersedia untuk perangkat mobile.

Rengkuh Kebebasan di Angkasa Luas

Sumber: Steam

Di samping aspek-aspek yang sudah disebutkan di atas, hal yang membuat Gimbot menyukai Second Galaxy juga adalah karena dalam game ini begitu mudah untuk melakukan segala sesuatu. Untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain, kamu cukup memilih tujuan dari peta galaksi dan pesawatmu akan bergerak ke sana secara otomatis. Proses warp jump dilakukan dengan sangat cepat, namun dengan animasi yang menarik. Fitur auto battle juga tersedia, tapi tidak begitu efektif sehingga mungkin kamu akan jarang menggunakannya.

Menu untuk memilih misi, melakukan quest, kustomisasi pesawat, dan sebagainya, semua terasa dirancang begitu efektif dan responsif. Beda dari pengalaman Gimbot memainkan sejumlah RPG mobile lain, di mana kadang-kadang sekadar untuk ganti equipment karakter saja repot. Second Galaxy menggunakan tampilan menu yang flat, sederhana, namun nyaman digunakan. Malah saking sederhananya game ini bisa terlihat seperti game indie dengan bujet kecil, tapi melihat betapa indah kualitas visualnya ketika kamu menjelajah luar angkasa, hal itu jelas tidak benar.

Sumber: Steam

Second Galaxy juga memiliki tutorial yang cukup panjang dan komprehensif, memastikan kita tidak bingung dalam memahami segala fitur dan konten yang mereka sediakan. Untuk beberapa orang, terutama yang sudah sering main game setipe ini, bagian awalnya mungkin akan terasa sedikit membosankan. Tapi bagi Gimbot ini bukan masalah. Di sela-sela tutorial itu tetap disediakan cerita dan misi menarik, dan bila kamu mau, kamu bisa menjalankan sidequest kapan saja.

Secara keseluruhan, gameplay yang disajikan oleh Second Galaxy cukup unik sehingga mungkin kamu akan merasa aneh pada awalnya. Tapi justru dengan gaya permainan ini Second Galaxy jadi mudah dan nyaman dimainkan di perangkat mobile. Yang paling penting, nuansa space simulation di dalamnya tetap terasa.

Indahnya angkasa yang begitu luas dan misterius, benar-benar bisa kamu rasakan di sini. Dan mengoleksi pesawat-pesawat keren berukuran raksasa adalah keseruan tersendiri. Bila kamu tertarik pada genre space simulation dan menyukai gaya penceritaan ala RPG barat klasik, Second Galaxy layak untuk kamu mainkan. Selamat mencoba, dan selamat menjelajah luar angkasa!

Steam: Second Galaxy (Gratis)

Google Play Store: Second Galaxy (Gratis)

Apple App Store: Second Galaxy (Gratis)


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.