Sakuna: of Rice And Ruin sebenarnya pertama kali diperkenalkan sejak tahun 2016 lalu. Tapi game ini baru benar-benar menarik perhatian banyak orang di E3 2019 berkat visualnya yang indah. Tapi selain visual, game ini juga punya satu keunikan lain yaitu memadukan gameplay action platformer dua dimensi dengan simulasi bercocok tanam, atau lebih tepatnya simulasi menanam padi/beras.
Sejak diperlihatkan tahun 2019 lalu, game ini langsung masuk ke dalam salah satu watchlist saya di tahun 2020. Lalu setelah mencoba memainkannya, game ini mampu melampaui ekspektasi saya.
Dari Langit Turun ke Bumi

Kamu bermain sebagai Sakuna, seorang putri dewi panen dan dewa perang. Ia menikmati hidup enak di khayangan berkat status dan orang tuanya sampai ia bertemu sekelompok manusia yang menyelinap karena putus asa mencari makan. Akibat upaya mengusir kelompok manusia tersebut, Sakuna justru membuat kekacauan. Ia dan kelompok manusia yang ia temui kemudian diusir ke pulau iblis untuk menyelidiki dan membasmi sumber makhluk jahat di pulau itu. Tapi di saat yang sama, mereka juga harus bisa bertahan hidup.
BACA JUGA: Cara Mendapatkan dan Menggunakan Treasure Compass di Genshin Impact
Ketika pertama kali diperkenalkan, Sakuna adalah karakter yang angkuh dan memandang rendah orang lain hanya karena status dan darah keturunan yang ia pegang. Tapi seiring waktu ia mulai memahami manusia yang tinggal bersamanya dan mulai peduli dengan “keluarga” barunya tersebut. Sepanjang permainan kamu juga akan mempelajari berbagai hal mengenai Sakuna dan masing-masing karakter lain saat makan malam. Kamu akan menyimak banyak hal mulai dari asal usul masing-masing karakter, hingga perspektif mereka tentang berbagai hal, mulai dari yang sederhana seperti alkohol hingga yang berat seperti agama dan kepercayaan. Momen ini juga bisa membuat kamu sebagai pemain juga merasa peduli dengan masing-masing karakter.

Tapi selain cerita, presentasi di Sakuna: of Rice And Ruin juga sangat menggugah. Secara umum game ini terlihat sangat indah. Tapi keindahan tersebut juga terus beradaptasi sesuai waktu dan musim. Misal ketika musim dingin, berbagai area akan ditutupi oleh salju. Begitu juga ketika hujan atau malam hari. Semuanya juga dilengkapi dengan musik bernuansa tradisional Jepang yang cocok dengan game ini.
Membasmi Iblis dengan Pedang dan Selendang

Ketika keluar membasmi iblis, Sakuna: of Rice And Ruin mengambil bentuk gameplay action platformer dua dimensi. Masing-masing area punya misi sendiri yang jika diselesaikan akan memberikanmu poin untuk mengakses area baru. Tapi ketika beraksi, kamu sebenarnya tidak hanya membasmi iblis, tetapi juga mencari bahan untuk makananmu dan keluarga barumu serta bahan baku pupuk untuk lahanmu.
Ketika bertarung, kamu punya tiga jenis gerakan, yaitu light attack yang cepat, heavy attack yang lambat tapi kuat, special skill. Masing-masing gerakan juga berbeda tergantung tombol arah yang kamu tekan secara bersamaan. Kamu bisa melakukan combo dan menghabisi musuh dengan kombinasi tiga gerakan tersebut. Bahkan jika melakukan combo yang tepat, kamu bisa membuat lawan terlempar dan mengenai lawan yang lain. Tidak hanya itu, seiring permainan, kamu juga mendapatkan special skill baru yang bisa kamu masukkan atau ganti ke dalam move set Sakuna. Artinya kamu bisa memodifikasi gerakan bertarung Sakuna sesuai dengan gaya permainanmu.

Tapi yang membuat combat Sakuna: of Rice and Ruin jadi sangat menarik adalah selendang ajaib yang dibawa oleh Sakuna. Di luar combat, selendang ini berfungsi sebagai grappling hook untuk mencapai dinding atau platform. Tapi di combat, selendang ini bisa kamu gunakan untuk menarik badanmu ke belakang musuh, mengunci gerakan lawan, atau bahkan menarik dan membanting lawan. Mobilitas di selendang inilah yang memberikanmu mobilitas untuk bergerak dan menghindar, sekaligus membuat kamu bisa terus menyerang tanpa henti. Selendang inilah yang membuat combat di game ini jadi semakin seru dan rewarding untuk pemain yang menguasai move set yang mereka miliki.
Meskipun menarik, combat hanya sebagian dari gameplay Sakuna: of Rice And Ruin. Kamu sebenarnya tidak akan terlalu sering keluar bertarung. Bahkan jika terlalu sering dan fokus ke combat, kamu mungkin akan cepat jenuh dengan game ini karena variasi musuhnya yang cukup minim.
Hidup Sebagai Petani Beras

Sebagian lain dari gameplay Sakuna: of Rice And Ruin ada di proses bercocok tanam padi atau beras. Bahkan bisa dibilang proses menanam beras ini adalah poros utama game ini. Karena hampir apapun yang kamu lakukan di dalam permainan harus mempertimbangkan nasib beras yang kamu tanam.
Menanam beras di game ini sangat jauh berbeda dari game simulasi bercocok tanam seperti Stardew Valley atau Rune Factory. Prosesnya terdiri dari beberapa fase yang cukup panjang dan memerlukan perlakuan dan tindakan yang berbeda. Bagaimana caramu menumbuhkan beras/padimu akan mempengaruhi jumlah dan kualitas panenmu nanti. Panen ini penting karena atribut Sakuna bertambah bukan melalui combat dan mengalahkan musuh, tetap dari panen beras yang ia peroleh. Artinya baik combat dan menanam beras harus kamu perhatikan dengan seksama. Jika mengabaikan salah satunya, kamu tidak akan bisa mendapatkan progres.

Proses menanam beras berlangsung selama satu tahun yang terbagi dalam empat musim. Masing-masing musim akan terdiri dari tiga hari in-game. Kamu memulai dari mengolah tanah di penghujung musim dingin, lalu menanam benih di awal musim semi, mengawasi dan menjaga kondisi padi sepanjang musim panas, kemudian panen sekaligus mengolah padinya menjadi beras di musim gugur. Masing-masing proses akan membawamu ke sebuah mini-game, dan sekali lagi, bagus atau tidaknya caramu menjalani tiap proses akan menentukan kualitas dan kuantitas panenmu.
Memastikan kualitas dan kuantitas panen juga tidak hanya dilakukan dengan sekadar membeli bibit atau menyiramnya setiap hari. Kamu harus mempertimbangkan semua hal mulai dari pupuk yang kamu gunakan, kedalaman air, temperatur air, sampai masalah hama. Masing-masing fase pertumbuhan padi juga memerlukan perlakuan yang berbeda-beda. Artinya kamu benar-benar harus rajin memperhatikan kondisi padimu dan memastikan kamu memberikan perlakuan yang terbaik agar bisa mendapatkan panen yang bagus.

Sekilas, semua proses bercocok tanam di Sakuna of Rice And Ruin mungkin terdengar sangat rumit. Untungunya game ini memperkenalkan mekanisme bercocok tanamnya secara berangsur sehingga kamu tidak langsung kewalahan ketika masing sedang dalam proses belajar. Tapi begitu memahami mekanisme dasarnya, game ini kemudian memberikan reward jika kamu berhasil memaksimalkan jadwalmu setiap harinya dan merawat padimu dengan baik. Reward yang kamu dapatkan tentu saja panen yang baik, yang berarti bonus atribut yang lebih besar untuk Sakuna, yang berarti kamu bisa menjajal area combat yang lebih sulit dan mengalahkan musuh yang lebih kuat. Oh, area baru itu mungkin juga punya item baru yang bisa meningkatkan kualitas berasmu nantinya. Siklus inilah yang saya rasa jadi daya tarik utama
Kesimpulan

Sakuna: of Rice And Ruin adalah game yang memadukan dua gameplay yang sangat berbeda. Tapi kedua gameplay tersebut tidak hanya seru, tapi juga saling mempengaruhi dan melengkapi satu sama lain. Lalu dibungkus dengan presentasi visual yang indah, musik yang menyentuh, dan cerita yang oke, Sakuna: of Rice And Ruin mampu memberikan pengalaman bermain yang unik dan mungkin tidak akan pernah bisa kamu temukan di game lain.
Karena masih cukup baru, Sakuna: of Rice And Ruin mungkin tidak atau belum masuk ke dalam nominasi penghargaan game manapun. Tapi harus saya akui, game yang dibuat oleh dua orang ini merupakan salah satu hidden gem yang wajib kamu coba tahun ini. Bahkan bagi beberapa orang termasuk saya, Sakuna: of Rice And Ruin mungkin jadi salah satu game terbaik tahun ini, terutama di jajaran game indie.
