Rasanya seperti baru kemarin saya berkenalan dengan Aloy lewat game Horizon Zero Dawn di PS4. Saat itu, impresi pertama saya memainkan besutan Guerrilla Games ini adalah rasa bingung melihat perpaduan dunia yang unik antara alam terbuka dan teknologi canggih yang bikin saya bertanya-tanya “hey, ini maksudnya apa?”.
BACA JUGA: Review Pokemon Legends Arceus — Sebuah Pengalaman Baru Bermain Pokemon
Namun berkat pertanyaan tersebutlah saya jadi mencari tahu lebih dalam dan semakin larut dalam perjalanan Aloy, visualisasi dunia yang liar dan alur cerita yang dikemas nyaris sempurna membuat saya semakin terikat dengan game yang dirilis pada tahun 2017 tersebut. Kali ini di sekuel terbarunya, Horizon Forbidden West, saya serasa diingatkan kembali dengan keseruan dan liarnya dunia di mana Aloy berada.
Di Horizon Forbidden West, secara garis besar Guerrilla Game masih mempertahankan fundamental dari seri terdahulunya, masih dengan game open-world RPG dengan latar belakang dunia post-apocalypse di mana makhluk hidup berdampingan dengan alam dan robot. Tapi tentunya banyak hal baru di Horizon Forbidden West yang akan kita bahas pada review kali ini!
Storyline – Perjalanan Aloy Belum Usai dan Berlanjut Ke Barat
Horizon Forbidden West menceritakan kejadian 6 bulan setelah Zero Dawn, HADES sebuah program artificial intelligence (AI) yang Aloy coba hancurkan pada Zero Dawn ternyata masih menciptakan ketidakstabilan di bumi. Satu-satunya yang diyakini bisa mengembalikan keseimbangan di bumi adalah GAIA, sebuah AI yang dibuat untuk mengembalikan kehidupan setelah kiamat.
Di sinilah perjalanan Aloy dimulai, mencari salinan GAIA yang diyakini berada di bagian barat yang tentunya bukan hal mudah. Dalam perjalanannya, Aloy juga akan bertemu dengan suku Tenakth yang tengah menghadapi pemberontakan dari seorang pembelot bernama Regalla yang menyimpan banyak misteri.

Satu hal yang paling menarik perhatian saya di Horizon Forbidden West adalah sosok Aloy yang diperlakukan layaknya seorang dewa yang diagung-agungkan berkat aksi heroiknya menyelamatkan dunia di Zero Dawn.
Gameplay – Ekspansi dari Fundamental yang Sudah Teruji

Secara garis besar, Guerrilla Games tidak melakukan perubahan besar pada gameplay-nya. Pengembangan Horizon Forbidden West lebih fokus kepada ekspansi dari fundamental gameplay yang sudah ada dari Zero Dawn. Penggunaan spear, bow, dan trap langsung terasa familiar begitu saya memainkan Horizon Forbidden West. Bedanya, kali ini kamu akan menemukan weapon techniques dan skill tree yang lebih komprehensif yang memungkinkan kamu untuk melakukan berbagai manuver baru dalam melawan robot atau musuh.
Nantinya kamu dapat menaikan enam skill tree yang bisa kamu pilih yaitu Warrior, Trapper, Hunter, Survivor, Infiltrator, dan Machine Master. Di setiap skill tree tersebut kamu akan menemukan mekanik baru alias special move yang disebut dengan Valor Surge yang bisa kamu gunakan ketika bar terisi penuh.
Perlu dicatat, di Horizon Forbidden West tidak ada skill yang paling imba dibandingkan skill lainnya, kuncinya adalah kamu harus menemukan gaya bermain yang cocok dengan kamu dan barulah fokus menaikan skill tree yang ada. Misalnya, kalau kamu tipe pemain ranged maka kamu dapat memprioritaskan skill tree Hunter untuk memaksimalkan kekuatan panahmu.
Dalam perjalanannya, Aloy juga masih akan dihadapkan dengan puzzle yang mengharuskannya berinteraksi dengan area di sekitar untuk mencapai suatu titik. Namun, kali ini pengalaman saya mencari jalan keluar dari puzzle tersebut lebih tidak terasa monoton dibandingkan di Zero Dawn.

Di sini, Aloy memiliki alat baru bernama Spike Thrower, Pullcaster, dan Shieldwing yang membuat puzzle jadi lebih interaktif ditambah kehadiran mekanisme baru di mana kamu dapat melihat area yang bisa kamu panjat dengan menggunakan focus (R3).
Visual dan Fitur – Rasanya Seperti Menyatu Dengan Aloy dan Universe-nya

Perpaduan antara makhluk hidup, kehidupan alam, dan teknologi canggih seringkali masih asing buat saya, namun keunikan inilah yang justru menjadi keindahan franchise game Horizon. Seperti seri terdahulunya, Horizon Forbidden West masih menekankan hubungan antar ketiga unsur tersebut yang sekali lagi berhasil divisualisasikan dengan sempurna oleh Guerrilla Games lewat tampilan yang sangat detail.

Bahkan ekspresi yang ditampilkan karakter di dalam Horizon Forbidden West tampak lebih hidup dengan ekspresi yang lebih dinamis. Walaupun ada kalanya saya juga terganggu dengan pergerakan mata dari karakter yang terkadang terlihat seperti tatapan kosong saat berinteraksi dengan karakter lainnya.
Horizon Forbidden West memiliki dua opsi Graphic Mode yang bisa kamu pilih, yaitu Favor Performance yang memprioritaskan frame rate yang lebih tinggi (60fps) dan Favor Resolution yang memprioritaskan tampilan graphic lebih detail (resolusi 4K).

Sebagai informasi, proses review Horizon Forbidden West kali ini saya mainkan di PS5 menggunakan mode Favor Performance agar merasakan pengalaman bermain yang berbeda lewat frame rate yang lebih tinggi dan stabil. Maklum di PS4 saya sebelumnya, saya merasa sudah banyak game dengan graphic yang sudah oke (at least, buat mata saya) dan saya tidak pernah merasakan pengalaman bermain dengan frame rate yang baik.
Saya juga sempat mencoba opsi Favor Resolution, jujur saya tidak bisa menemukan perbedaan mencolok terutama di tengah permainan. Perbedaan graphic antar kedua Graphic Mode ini bisa saya rasakan ketika saya menggunakan photo mode untuk mengambil screenshot review ini, itupun saya harus melihat dengan detail di mana saja letak perbedaannya. Singkat kata, unnoticeable!

Untuk fiturnya, beberapa fitur andalan PS5 juga dimaksimalkan dengan sangat baik oleh Guerrilla Games. Seperti Adaptive Triggers saat Aloy sedang memanah atau berinteraksi dengan beberapa objek yang membuat tombol R2 terasa berat dan ada juga gerakan rumput atau pasir yang terasa digenggaman lewat fitur Haptic Feedback pada DualSense. Menurut saya, kedua fitur ini dihadirkan dengan pas dan rasanya membuat saya merasa terhubung langsung dengan Aloy!
Kesimpulan – Sebuah Standar Baru Untuk Game PS5 (dan next-gen lainnya)!

Alur cerita yang dikemas dengan baik, visual yang memanjakan mata, gameplay yang solid, serta fitur pada DualSense yang dimasukan dengan pas pada tempatnya (alias tidak lebay) membuat saya sangat menikmati pengalaman bermain Horizon Forbidden West. Memainkan game ini rasanya seperti disuapin makanan 4 sehat 5 sempurna oleh Guerrilla Games. Tidak semuanya enak untuk dimakan tapi rasanya komplit dan menyegarkan!
Horizon Forbidden West merupakan game terbaik di PS5 yang membuat ekspektasi saya semakin tinggi terhadap game next-gen yang akan datang. Walaupun masih awal tahun, namun saya cukup yakin Horizon Forbidden West menjadi calon kandidat nominasi Game of The Year 2022. Kudos untuk Guerrilla Games!




