Tidak bisa dipungkiri bahwa Genshin Impact membuat Mihoyo/Hoyoverse kemudian mendapatkan sorotan di pasar mainstream. Setelah sukses dengan satu game, mereka tentu saja mengambil langkah berikutnya yaitu membuat game baru. Ada dua game yang mereka perkenalkan setelah Genshin Impact, dan salah satunya yaitu Honkai: Star Rail rilis tanggal 26 April 2023 lalu.
Jika harus dijelaskan secara singkat, Honkai: Star Rail adalah kumpulan formula sukses Hoyoverse yang disatukan ke dalam satu game. Tidak hanya itu, sistem combat yang mereka usung juga sangat berbeda, yaitu turn-based.
Karena menggunakan formula yang membuat mereka sukses, tidak bisa dipungkiri bahwa Honkai: Star Rail menghadirkan pengalaman yang membuat banyak pemain suka dengan game buata Hoyoverse. Namun di saat sama hal baru yang mereka usung juga sedikit terhalang karena formula tersebut.
Menjalajah Dan Menyelamatkan Universe yang Berbeda

Jika harus dijelaskan secara singkat, Honkai Star Rail menceritakan petualangan kelompok yang masuk ke berbagai planet dan universe yang berbeda. Planet yang dikunjungi memiliki artefak bernama Stellaron yang juga menjadi sumber masalah di planet tersebut.
Kelompokmu yang mengendarai kereta bernama Astral Express berusaha mengambil Stellaron tersebut sekaligus membatu planet yang mereka kunjungi, lalu pindah ke planet/universe berikutnya.
Premis cerita ini membuat Honkai: Star Rail bisa menghadirkan dunia dengan lingkungan yang sangat berbeda. Saat baru rilis saja, tiga area yang diperkenalkan punya lingkungan yang sepenuhnya berbeda. Area pertama adalah pesawat induk luar angkasa, area kedua adalah kerajaan yang yang terjebak masalah badai salju, dan area terakhir adalah kota langit bernuansa China.
Ketiganya tidak hanya menghadirkan lingkungan yang berbeda, tapi juga kultur, pakaian, serta masalah yang berbeda. Keunikan ini juga dipertegas tidak hanya lewat percakapan tapi juga lore note yang tersebar di berbagai tempat.

Sejauh ini, cerita-cerita yang dihadirkan di Honkai: Star Rail sebenarnya cukup menarik. Namun ada beberapa bagian yang eksekusinya kurang memuaskan.
Misalnya, momen yang harusnya jadi klimaks atau penutup salah satu chapter cerita hanya diperlihatkan lewat gambar statis ketimbang cut scene. Selain itu ada banyak momen cerita yang sepertinya tidak memberikan impact yang semestinya.
Terlepas dari itu, sejumlah karakter yang bisa kamu jumpai sejauh ini, playable maupun NPC, cukup menarik. Seiring semakin banyaknya area dan karakter yang hadir, semoga saja cerita di game ini jadi semakin menarik.
Turn-Based Dengan Sinergi Karakter

Tidak seperti dua game sebelumnya yaitu Honkai Impact 3rd dan Genshin Impact, Honkai: Star Rail menggunakan sistem combat yang berbeda yaitu turn-based. Satu dunia atau planet terdiri dari beberapa map yang tidak terlalu luas. Setiap map punya beberapa musuh, dan kamu bisa memulai combat dengan menyerang musuh tersebut.
Satu party di Honkai: Star Rail terdiri dari maksimal empat karakter. Setiap karakter punya elemen, serangan biasa, satu skill, ultimate, dan dua pasif. Masing-masing karakter punya peran yang berbeda, ada yang menjadi damage dealer, ada yang melindungi rekan setim, ada yang memberikan heal, lalu ada yang memberikan buff/debuff. Dari sini, Honkai: Star Rail sebenarnya sudah memberikan pengalaman standar untuk sistem combat turn-based.

Daya tarik sistem combat Honkai: Star Rail sebenarnya ada pada cara setiap karakter berinteraksi dan bagaimana kamu membentuk party yang memaksimalkan interaksi tersebut. Sebagai contoh, Clara punya pasif yang membuat bisa menyerang balik ketika menerima serangan musuh. Artinya kamu ingin membuat party yang menjamin Clara selalu ditarget oleh lawan, tapi di saat yang sama memastikannya tetap terlindungi dan bisa menghasilkan damage yang signifikan. Jika sukses, ia bisa menyerang lawan beberapa kali dalam satu putaran giliran.
Interaksi-interaksi unik ini membuka potensi untuk team building yang cukup luas. Tidak hanya itu, seiring bertambahnya karakter, bisa saja potensi interaksi dan party yang bisa kamu buat semakin terbuka lebar. Potensi ini tidak hanya sekadar komposisi karakter saja, tapi juga equipment yang kamu bawa untuk karakter tersebut.

Potensi party building ini juga lebih didorong lagi lewat sejumlah konten end-game yang tersedia. Salah satu yang ingin saya sorot adalah Simulated Universe, sebuah tantangan di mana kamu akan menghadapi sejumlah musuh yang lebih kuat dari biasanya.
Setiap kali menang, kamu akan mendapatkan buff unik untuk party-mu. Ini membuatmu bisa mencoba berbagai macam party atau setup yang unik memanfaat buff yang bisa kamu dapatkan.
Terhalang Formula Gacha

Sayangnya, potensi Honkai: Star Rail itu terhalang oleh fakta bahwa game ini adalah game gacha gratis dengan formula khas Hoyoverse. Seiring progres kamu perlu menaikkan level karaktermu serta equipment yang mereka bawah. Biaya dan komitmen yang harus kamu sediakan untuk satu karakter juga semakin lama semakin tinggi, namun di saat yang sama energi atau stamina yang bisa kamu gunakan untuk mengumpulkan resource yang diperlukan juga terbatas.
Siklus ini membuatmu mau tidak mau fokus memperkuat satu party dulu sebelum mulai mempertimbangkan eksperimen dengan ide dan party lain. Semuanya perlu waktu yang tidak sedikit, padahal kamu sebagai pemain mungkin tidak sabar ingin mencoba ide barumu.
Ini belum menyinggung fakta bahwa beberapa interaksi unik di dalam combat hanya bisa ditemukan di karakter tertentu saja. Artinya jika kamu tidak menemukan karakter tersebut via gacha, kamu tidak bisa menikmati interaksi unik karakter tersebut. Terlepas dari itu, melakukan theory-crafting dan menyusun party menggunakan karakter dan equipment yang kamu punya tetap menghadirkan keseruan tersendiri.
Jadi, apakah Honkai: Star Rail layak dimainkan? Menurut kami paling tidak kamu layak memberikan game ini kesempatan alias mencobanya. Sistem combat-nya yang baru serta beberapa fitur dan mode barunya mungkin bisa membuatmu betah. Namun di luar itu, jika kamu kurang suka dengan sistem progres Genshin Impact, kamu akan kembali merasakan siklus yang sama di game ini.
