Review Gran Turismo 7 – Sedekat Ini Rasanya Jadi Pembalap!


Memainkan Gran Turimo 7 ibarat cinta lama bersemi kembali dengan game racing!

Review Gran Turismo 7 - Sedekat Ini Rasanya Jadi Pembalap - Gimbot - Featured

Waktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar, saya sempat bermimpi menjadi pembalap dan itu semua berkat Gran Turismo 2 yang saya mainkan lewat PS1/PSX. Saat itu, Gran Turismo 2 bukan hanya membuat saya berimajinasi menjadi pembalap tetapi rasanya juga menjadikan saya seperti pembalap sungguhan. Pertanyaannya, apakah seri terbaru Gran Turismo 7 mampu mengembalikan imajinasi liar saya sebagai pembalap?

Masih dibuat oleh studio yang sama, Polyphony Digital, Gran Turismo 7 merupakan kelanjutan seri utama Gran Turismo setelah seri sebelumnya, Gran Turismo 6, dirilis hampir 9 tahun lalu di PS3. Walaupun sebetulnya Gran Turismo Sports dirilis di PS4 pada tahun 2017, namun seri tersebut lebih fokus pada online racing dibandingkan single-player yang menjadi ciri khas seri utama Gran Turismo

BACA JUGA: The Pokemon Company Umumkan Game Pokemon Berikutnya: Pokemon Scarlet dan Pokemon Violet

Gran Turismo 7 kembali ke akarnya dengan fokus gameplay pada mode single-player dan menawarkan lebih dari 420 mobil dari 60 pabrikan mobil yang bisa kamu miliki serta 34 lokasi balapan (track) saat awal perilisan. Ditambah dengan berbagai fitur baru yang ditawarkan, tidak heran jika game ini menjadi salah satu game racing ambisius yang paling diantisipasi tahun ini.

Selamat Datang di World Map!

Di awal permainan kamu akan langsung disajikan World Map yang merupakan halaman utama Gran Turismo 7 dan langsung diperkenalkan dengan Gran Turismo Cafe. Bisa dibilang, Gran Turismo Cafe merupakan jantung dari Gran Turismo 7 karena di tempat inilah kamu akan bolak-balik menerima berbagai quest seperti mengumpulkan merek mobil tertentu hingga menjalankan misi mendapatkan lisensi mengemudi.

Menariknya, lewat NPC bernama Luca, Gran Turismo Cafe juga akan menjelaskan sejarah atau informasi menarik seputar dunia otomotif dari quest yang berhasil diselesaikan, tentunya hal ini bikin saya yang awam dunia otomotif jadi lebih mengapresiasi keberadaan kendaraan roda empat.

Sayangnya seiring dengan progres permainan, ada titik di mana saya merasa quest di Gran Turismo Cafe terasa repetitif walaupun tidak mengganggu pengalaman bermain secara keseluruhan karena selain Gran Turismo Cafe kamu juga akan diperkenalkan berbagai lokasi interaktif lainnya di World Map seperti tempat koleksi mobil, tempat membeli mobil mewah hingga mobil bekas, bengkel tempat kustomisasi dan tuning mobil, serta tempat kamu menguji skill kemudi.

Bicara game racing, maka wajib hukumnya membahas adalah kustomisasi mobil. Berita baiknya, kostumisasi mobil pada Gran Turismo 7 terasa sangat lengkap dan menyenangkan bahkan buat saya yang tidak jago-jago amat dalam hal kustomisasi mobil. Semua ini bisa kamu temukan dalam satu tempat bernama GT Auto yang merupakan bengkel atau toko otomotif untuk memodifikasi part mobil dan juga pakaian balap karaktermu. Bagian paling seru tentunya mengumpulkan part tertentu untuk digunakan ke dalam mobil saya yang akan berpengaruh terhadap performa mobil.

Tidak Melulu Soal Balapan

Musik menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah game racing. Atas hal inilah Gran Turismo 7 memperkenalkan fitur terbarunya yang bernama Music Rally, sebuah mode di mana kamu dapat menikmati musik pilihan sambil melaju kencang tanpa harus memperdulikan jumlah lap.

Objektif dari Music Rally adalah melaju sejauh mungkin sebelum kehabisan beat musik. Nah, agar tidak kehabisan beat musik kamu harus mengambil checkpoint yang bisa kamu temukan di track. Nantinya kamu bisa membandingkan jarak terjauh yang telah kamu tempuh dalam sebuah track musik dengan temanmu. Bisa dibilang Music Rally adalah fitur untuk bersenang-senang melepas penat dari balapan serius.

Di luar soal balapan, bagian lain yang menarik perhatian saya adalah fitur photo mode di Gran Turismo 7 yang diberi nama Scapes. Di Scapes, kamu dapat melakukan sesi foto mobil favoritmu dengan berbagai pilihan background dari seluruh dunia dan tentu saja kamu dapat melakukan kostumisasi segala aspek di dalam foto tersebut. Saya masih tidak habis pikir bisa mengambil foto mobil jagoan saya di depan Monumen Nasional dan Candi Borobudur!

Lagi-lagi Sihir PS5 lewat DualSense

Di review kali ini lagi-lagi saya harus mengapresiasi fitur DualSense yang sepertinya mulai dioptimalkan dengan baik oleh studio first-party Sony. Haptic feedback pada Gran Turismo 7 dikemas dengan sangat pas! Fitur ini hadir di saat yang tepat seperti saat mobil tergelincir atau melalui kondisi jalan yang tidak rata, ya.. kurang lebih rasanya seperti sedang memegang stir betulan!

Walaupun umur PS5 baru setahunan, Polyphony Digital sepertinya tahu betul bagaimana memaksimalkan fitur PS5 untuk Gran Turismo 7. Saya menikmati pengalaman bermain Gran Turismo 7 dengan resolusi 4K serta frame rate 60fps tanpa kendala sama sekali. Bahkan kecepatan performa yang dimiliki PS5 betul-betul bisa saya rasakan pada game ini secara mulus, apalagi saat loading perpindahan antar menu yang bakal sering kamu temukan saat berada di World Map. Sebagai pelengkap, tentunya masih ada opsi ray-tracing mode dengan 30fps untuk visualisasi yang lebih tajam.

Kesimpulan

Gran Turismo 7 bisa dibilang merupakan perayaan comeback seri utama Gran Turismo dan juga perayaan ulang tahun Polyphony Digital yang telah berkarya selama 25 tahun. Sehingga, tidak heran game ini dikemas dengan penuh ambisi yang membuat standar baru perjalanan franchise Gran Turismo. Kalau kamu tertarik memainkan seri Gran Turismo untuk pertama kalinya atau bahkan comeback memainkan seri ini setelah sekian lama maka Gran Turismo 7 merupakan seri yang sempurna untuk kamu mainkan. 

Memainkan Gran Turismo 7 membuat saya kembali bernostalgia serunya bermimpi menjadi pembalap, tidak salah kalau game ini memiliki tagline “The Real Driving Simulator”!


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Brian

Kalau hidup adalah sebuah game, then life is a permainan. Astronaut of Gimbot.