Setelah sukses dengan game pertamanya, developer Indonesia Toge Productions kemudian membuat sekuel untuk Coffee Talk. Bertajuk Hibiscus & Butterfly, game ini kembali membawa pengalaman menjadi barista sambil menyimak cerita dari berbagai sisi kehidupan. Beberapa wajah dan mekanisme lama kembali, tapi ada juga beberapa hal baru yang membuat game ini jadi lebih menarik.
Dari segi cerita dan atmosfer, Coffee Talk 2 tetap memberikan pengalaman cozy dan cocok untuk dimainkan saat bersantai ditemani secangkir kopi. Lalu dari segi gameplay, ada beberapa mekanisme yang membuat proses membuat kopi dan mengikuti dialog jadi lebih dari sekadar mengikuti instruksi saja.
Kehidupan yang Terus Beranjut Dan Berubah

Coffee Talk 2 mengambil waktu dan latar beberapa tahun setelah game pertama. Kamu tetap menjadi barista di kedai kopi dalam kota yang sama. Tidak hanya itu, kedai kopimu juga tetap buka hanya di malam hari.
Bintang utama di game ini tentu saja karakter-karakter yang jadi pengunjung dan pelanggan di kedaimu. Mereka datang dari berbagai latar, spesies, dan ras, mulai dari manusia biasa, elf, hingga alien berpakaian astronot.
Alasan mereka jadi bintang utama di game ini adalah karena mereka akan menceritakan kisah hidup mereka ke kamu dan juga pengunjung lain. Kisah-kisah mereka menarik dan beragam, mulai dari sulitnya posisi developer kecil dalam industri game, proses menuju pernikahan, hingga diskriminasi. Kamu dijamin akan membaca sangat banyak dialog dan beberapa di antaranya mungkin sedikit rumit karena berurusan dengan perspektif pribadi. Namun jika kamu suka dengan topik berat, dialog-dialog di Coffee Talk 2 harusnya bisa menarik perhatianmu.

Jika kamu sudah memainkan Coffee Talk pertama, kamu akan langsung mendapat insentif ketika memainkan sekuel ini. Beberapa karakter yang ada di game sebelumnya kembali hadir di sekuel ini. Tidak hanya itu, cerita dan kisah hidup yang mereka bawa merupakan kelanjutan dari game sebelumnya. Jadi ketika bertemu kembali dengan karakter tersebut kamu akan merasa seperti bertemu teman lama yang sudah melewati satu atau dua hal.
Apakah itu berarti kamu harus memainkan Coffee Talk pertama dulu sebelum bisa menikmati dan memahami cerita di sekuelnya? Tidak juga, tapi saya jamin pengalaman dan reaksimu akan berbeda jika kamu bertemu dengan karakter-karakter lama di Coffee Talk 2.
Mengubah Nasib di Balik Konter

Lantas apakah cerita di game ini akan tetap linier? Jelas tidak, karena di game ini, minuman hangat bisa jadi kunci yang mengubah nasib seseorang.
Ketika tidak menyimak perbincangan dari pengunjung, tugasmu sebagai barista adalah melayani pesanan minuman mereka. Kamu akan membuat minuman dengan memadukan tiga bahan sesuai dengan permintaan mereka. Misalnya jika pengunjung meminta Espresso, berarti masukkan tiga Kopi di ketiga slot bahannya, jika kamu harus membuat Latte, berarti masukkan Kopi dan dua Susu. Urutan bahan mana yang kamu masukkan juga akan menentukan minuman apa yang akan kamu buat.
Coffee Talk 2 punya banyak resep yang bisa kamu temukan. Beberapa di antaranya bisa kamu temukan hanya dengan mengikuti instruksi dari pengunjung. Namun akan ada banyak momen di mana instruksi atau bahannya ada di tengah percakapan yang berarti harus kamu simak. Lalu sesekali pengunjung juga hanya memberikan request yang samar seperti ‘minuman panas dengan sedikit rasa tart’ atau bahkan ‘minuman dengan bahan yang tidak pernah saya coba sebelumnya.’ Jadi kamu harus paham efek dan deskripsi setiap bahan yang ada di kedaimu.

Memberikan minuman yang tepat (atau tidak) ke pengunjung adalah hal yang penting karena akan ada momen di mana cerita satu atau dua karakter akan berbeda tergantung pada minuman yang kamu berikan. Mungkin saja ketika meminta minuman tertentu, kamu sebaiknya memberikan minuman yang berbeda.
Namun peranmu sebagai pemain dalam mengubah nasib para pengunjung ini tidak berhenti di situ saja. Cofee Talk 2 memperkenalkan satu fitur baru di mana kamu akan menyimpan barang milik pengunjung yang tertinggal atau dititipkan. Tugasmu adalah memberikan barang tersebut ke orang yang tepat. Misalnya ada pengunjung yang menitipkan kartu namanya agar kamu berikan ke pengunjung lain, ada yang barangnya ketinggalan, dan seterusnya. Apa yang kamu lakukan terhadap barang yang kamu tentukan akan menentukan jalannya cerita dalam permainan. Tidak hanya itu, tergantung keputusan yang kamu ambil, kamu juga bisa mendapatkan ending atau alur cerita ang berbeda.
Hadirnya barang-barang ini serta request minuman yang samar membuatmu harus benar-benar memperhatikan apa yang terjadi dalam setiap percakapan. Saya sendiri mengaku beberapa kali harus mengulang kembali hari yang sama karena barang yang tersimpan di laci saya ternyata harusnya diberikan ke pengunjung yang datang di hari itu.

Coffee Talk 2 sekali lagi membawa formula yang membuat game pendahulunya sukses: menyimak kisah hidup sejumlah karakter sambil membuat dan mengeksplorasi resep kopi. Mekanisme barunya membawa bumbu baru, tapi sama sekali tidak mengubah gameplay utamanya.
Jika kamu suka dengan Coffee Talk pertama atau mencari game untuk dimainkan santai di malam hari, kamu jeals perlu memainkan Coffee Talk 2: Hibiscus & Butterfly.
Coffee Talk 2: Hibiscus & Butterfly bisa kamu mainkan di PC via Steam, Playstation 4, Playstation 5, Xbox One, dan Nintendo Switch.
