Review Black Shark 3 – Smartphone Gaming Jodohnya Gamer Hardcore


Apakah Black Shark 3 mampu memenuhi ekspektasi gamer dengan harga yang bersaing dengan smartphone flagship lainnya? Yuk, kita review!

Review Black Shark 3 - Featured

Black Shark 3 merupakan smartphone gaming yang sudah tidak asing lagi bagi para gamer di Indonesia. Dirilis pada bulan Mei 2020 lalu, Black Shark 3 dibanderol Rp9.999.000 di official store-nya di Tokopedia. Tapi apakah Black Shark 3 mampu memenuhi ekspektasi gamer dengan harga yang bersaing dengan smartphone flagship lainnya? Yuk, kita review!

Design dan Layar – Black Shark 3

Kalau kamu gamer hardcore, kamu pasti akan langsung merasakan perbedaannya saat menyalahkan Black Shark 3 pertama kali. Yep, layar AMOLED berukuran 6.67 inci betul-betul memanjakan mata, selain itu resolusi 1080 x 2400 pixels dan refresh rate 90Hz betul-betul bikin Black Shark 3 terasa tajam dan responsif setiap saat.

BACA JUGA: Panduan Lane di League of Legends: Wild Rift

Secara design, bagian depan Black Shark 3 tidak memiliki notch ataupun bezel yang tebal, bahkan fingerprint pada smartphone gaming ini juga sudah di dalam display, bisa dipastikan kamu tidak akan terganggu saat main dari sisi manapun kamu memegang smartphone. Untuk body-nya sendiri, Black Shark 3 terlihat sangat kokoh dengan ketebalan 10.4mm serta berat 222 gram.

Tentu saja bagian yang menarik perhatian saya adalah lampu LED pada bagian belakang Black Shark 3 yang bisa kamu custom sesuka hati. Bahkan bisa dijadikan notifikasi untuk panggilan masuk loh!

Performance dan Daya Tahan Baterai – Black Shark 3

Sebagai smartphone gaming kelas atas, Black Shark 3 dilengkapi dengan processor Snapdragon 865 yang merupakan chipset terbaik untuk smartphone Android pada saat ini, serta RAM 8GB untuk versi yang saya review saat ini. Namun jangan khawatir, kamu juga bisa membeli Black Shark 3 versi dengan RAM 12GB dengan harga yang tidak terlalu jauh.

Untuk menguji performa Black Shark 3, saya mencoba memainkan Mobile Legends serta game yang baru saja rilis, Genshin Impact dan League of Legends: Wild Rift.

Hasilnya, dari ketiga game tersebut, saya bisa mendapatkan graphic “rata kanan” tanpa mengalami kendala di dalam game. Bahkan frame rate yang saya rasakan juga cukup stabil. Ditambah, Black Shark 3 memiliki sistem cooling yang sangat baik, sehingga saya tidak merasakan masalah overheating saat “ngepush rank” selama berjam-jam.

Untuk daya tahan baterai, saya menguji dengan bermain Mobile Legends sekitar 2 jam dan hasilnya, baterai yang tersisa masih sekitar 30%. Bahkan seketika saya mengisi ulang baterai Black Shark 3, hasilnya baterai kembali terisi menjadi 100% hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Keren!

Aksesoris – Banyak tapi Bukan Gimmick

Black Shark 3 menawarkan banyak aksesoris tambahan agar pengalaman bermain kamu semakin spesial. Saya mencoba “joy-con” ala Black Shark atau Black Shark Gamepad 3 dan Black Shark Funcooler Pro.

Black Shark Gamepad 3 menjadi pelengkap yang sempurna buat kamu yang suka bermain game menggunakan joystick. Namun sayangnya Gamepad 3 hanya bisa dipasangkan pada bagian kiri Black Shark 3, sehingga saya cukup kagok atau tidak terbiasa saat bermain game kompetitif seperti Mobile Legends. Sepertinya Gamepad 3 lebih cocok digunakan untuk game casual atau racing.

Untuk Funcooler Pro, aksesoris yang satu ini dapat membuat Black Shark 3 terasa dingin seperti di kulkas (I really mean it!) tanpa mengganggu pengalaman bermain kamu. Walaupun ukurannya cukup besar, Funcooler Pro tidak bikin kamu terganggu saat bermain karena tidak terjangkau oleh genggaman tangan. Dengan Funcooler Pro, Black Shark 3 dijamin menjadi the coolest gaming smartphone.

Kesimpulan

Jadi, apakah Black Shark 3 layak dibeli? Well.. kalau kamu sedang mencari smartphone tambahan untuk gaming, saya akan dengan senang hati merekomendasikan Black Shark 3.

Black Shark 3 merupakan smartphone yang sempurna untuk gamer hardcore, terbukti dengan processor Snapdragon 865, layar AMOLED serta 90Hz, serta kapasitas baterai 4720 mAh.

Namun, untuk menjadikan Black Shark sebagai smartphone utama sepertinya masih ada beberapa tantangan, seperti ukuran yang cukup bulky untuk penggunaan sehari-hari serta design yang kental dengan nuansa gaming yang belum tentu masuk ke semua orang.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Brian

Kalau hidup adalah sebuah game, then life is a permainan. Astronaut of Gimbot.