Rekap Berita Esports dalam Sepekan – 23 Desember 2019


Berita esport minggu ini meliputi kesempatan jadi pro player Mobile Legends, jadwal Capcom Pro Tour 2020, visa esports Jerman, dan lainnya.

Selamat datang dalam rubrik Rangkuman Berita Esports dalam Sepekan untuk edisi 23 Desember 2019. Seperti biasa, dalam artikel yang rutin kami publikasikan ini kamu bisa mengikuti sejumlah perkembangan terbaru dari kompetisi esports baik dari dalam maupun luar negeri.

Berita esports yang dirangkum Gimbot minggu ini mencakup peluncuran visa khusus esports dari pemerintah Jerman, pengumuman jadwal Capcom Pro Tour 2020, hingga kesempatan untukmu jadi pro player Mobile Legends di ajang Red Bull Rebellion. Cekidot!

Kompetisi Red Bull Rebellion Rising Star Challenge

Sumber: Rebellion Esports

Red Bull menawarkan kesempatan untuk para pemain Mobile Legends di Indonesia untuk menjadi atlet profesional lewat turnamen bernama Red Bull Rebellion Rising Star Challenge. Tim-tim amatir dari seluruh penjuru Nusantara akan bertanding mulai tanggal 13 Januari 2020 secara online, kemudian tim yang mencapai posisi Top 4 akan terbang ke Jakarta dan bertanding secara offline di tanggal 1 Februari 2020.

Dari 4 tim teratas ini, akan diambil 5-7 pemain untuk menjadi bagian dari tim Red Bull Rebellion. Untuk pendaftaran serta peraturan lengkapnya bisa kamu baca lewat halaman Facebook Rebellion Esports. Bila kamu tidak memiliki tim pun kamu tetap bisa mendaftar, karena nantinya Red Bull akan memasangkan kamu dengan pemain lain.

Fujimura Juara Red Bull Kumite Japan 2019

Sumber: Red Bull Gaming

Dari dunia game fighting, ada turnamen besar yang cukup menghebohkan di Jepang yaitu Red Bull Kumite Japan 2019. Turnamen ini diikuti 16 pemain top (15 undangan dan 1 dari kualifikasi), dan telah diakui oleh banyak penggemar Street Fighter seluruh dunia sebagai salah satu turnamen terseru sepanjang tahun.

Fujimura keluar sebagai juara, sekaligus menjadi pemain pertama yang berhasil meraih gelar Red Bull Kumite dua kali berturut-turut. Kamu bisa menonton tayangan ulang pertandingannya di situs resmi serta channel YouTube Red Bull Gaming.

Pemerintah Jerman Luncurkan Visa Khusus Esports

Sumber: Riot Games via Esports Insider

Visa sering menjadi masalah bagi atlet esports profesional yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Karena itu, pemerintah bersama federasi esports Jerman (ESBD) pada bulan Oktober lalu merancang peraturan baru agar pemain-pemain dari luar Uni Eropa bisa masuk ke negara tersebut dan bertanding dengan lebih mudah.

Peraturan baru ini sekarang dikabarkan telah disetujui oleh pemerintah, dan visa khusus esports akan diluncurkan di Jerman mulai pertengahan tahun 2020. “Visa esports Jerman akan menjadi keuntungan besar bagi acara-acara yang diadakan di Jerman. Kami adalah negara pertama yang memiliki kategori visa khusus untuk esports,” ujar Hans Jagnow, Presiden ESBD, dilansir dari Esports Insider. Ia juga berkata bahwa model visa ini bisa jadi percontohan untuk negara-negara lain.

Capcom Pro Tour Hadir Kembali di Tahun 2020

Sumber: Capcom Pro Tour

Capcom telah mengumumkan bahwa Capcom Pro Tour (CPT) dan Capcom Cup akan digelar lagi di tahun 2020. Kali ini mereka meluncurkan sistem baru bernama World Warrior Challenge, di mana komunitas-komunitas lokal di berbagai negara boleh menggelar turnamen kualifikasi sendiri dengan skala nasional untuk mengirim pemain ke Capcom Cup.

Jalur ini menjadi pengganti dari Regional Event yang digelar sepanjang 2019 kemarin, tujuannya untuk menjangkau lebih banyak pemain terutama dari negara-negara yang selama ini kurang aktif. Tersedia slot kualifikasi 22 pemain di jalur World Warrior Challenge, ditambah 16 dari jalur Global Leaderboard, 1 juara Capcom Cup 2019, dan 1 juara Last Chance Qualifier. Total peserta Capcom Cup 2020 nantinya adalah 40 orang.

Kamu bisa lihat jadwal untuk pertandingan-pertandingan CPT 2020 lewat tautan ini.

Valve Menggugat GESC Atas Kasus Dota Pro Circuit 2017-2018

Sumber: Metaco

Pembaca Gimbot mungkin masih ingat bahwa di musim 2017-2018 kemarin, Dota Pro Circuit sempat hadir di Indonesia dalam ajang GESC Indonesia Dota 2 Minor 2018. Acara tersebut ternyata bermasalah, dan kini Valve menuntut GESC selaku organizer atas kegagalan mereka membayar honor sejumlah US$750.000 (sekitar Rp10,5 miliar) pada tim, pemain, agensi, dan pihak-pihak lain yang terlibat.

Bukan hanya Indonesia Minor yang bermasalah, tapi juga satu ajang lain yaitu GESC Thailand Dota 2 Minor pada tahun yang sama. Valve akhirnya memutus kerja sama dengan GESC, juga mengajukan tuntutan ke pengadilan tinggi Singapura pada tanggal 8 April lalu. Kabar ini baru saja diungkap oleh Doug Lombardi, VP of Marketing di Valve, kepada Dot Esports.

Selain GESC, organizer StarLadder yang berbasis di Ukraina juga dikabarkan mengalami kasus kegagalan pembayaran serupa. Apakah Valve akan menuntut StarLadder nantinya?


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.