Hampir sebulan setelah rilis, Control Resonant sudah jadi game dengan penjualan tercepat dalam sejarah Remedy Entertainment. Tapi kalau kamu masih ragu mau beli, wajar. Sekuel ini mengambil risiko besar: tokoh utamanya bukan lagi Jesse Faden, latarnya pindah ke Manhattan, dan combat-nya berganti dari tembak-tembakan ke pertarungan jarak dekat.
Gimbot belum memainkan Control Resonant secara langsung, jadi tulisan ini bukan review kami. Kami merangkum penilaian dari belasan media game internasional supaya kamu bisa melihat gambaran besarnya: apa yang dipuji, apa yang dikritik, dan buat siapa game ini cocok.
Skor dari media
Di OpenCritic, Control Resonant mengantongi Top Critic Average 83 dengan 86% kritikus merekomendasikannya, dari 135 ulasan (dicek 21 Oktober 2026). Pure Xbox mencatat skor Metacritic saat peluncuran di kisaran 82 sampai 85, tergantung platform.
Rentang skornya cukup lebar, dan itu justru menarik:
- VGC: 5/5
- GameSpot: 9/10
- Giant Bomb: 4,5/5
- Hardcore Gamer: 4,5/5
- DualShockers: 8,5/10
- IGN: 8/10
- Push Square: 8/10
- TheGamer: 4/5
- PC Gamer: 76/100
- CGMagazine: 7,5/10
- Eurogamer: 3/5
- GamesRadar+: 3/5
Polanya kelihatan jelas. Hampir semua media sepakat soal dunia dan gaya khas Remedy. Yang membuat skor terbelah adalah satu hal: combat.

Dylan Faden dan Manhattan yang “rusak”
Menurut pengumuman resmi Remedy, kali ini kamu bermain sebagai Dylan Faden, adik Jesse. Jesse menghilang, sementara jenis “resonance” baru, selain Hiss dan Mold, mulai membengkokkan realitas di Manhattan. Dylan terpaksa mengambil peran yang tidak pernah ia siapkan.
Soal tokoh baru ini, media cukup terbelah. Mark Delaney dari GameSpot menyebut perjalanan Dylan sebagai bagian paling emosional dan favoritnya, termasuk karakter pendukung Zoe De Vera. CGMagazine juga menilai Dylan pemeran utama yang kuat. Sebaliknya, GamesRadar+ menganggap Dylan kalah menarik dibanding Jesse dan ceritanya kurang memberi bayaran di akhir.
IGN, lewat ringkasan di OpenCritic, menilai struktur ceritanya standar, tapi tertolong oleh dunia yang inventif dan karakter yang terasa manusiawi.
Dunia dan eksplorasi: bagian yang paling banyak dipuji
Kalau ada satu hal yang disepakati hampir semua media, itu adalah desain dunianya. PC Gamer memuji New York versi Remedy yang aneh dan arsitekturnya yang bikin tidak nyaman, plus kemampuan gerak Dylan seperti melayang, air-dash, dan membalik arah gravitasi. GamesRadar+, yang memberi skor paling rendah, tetap memuji visual “Patterning” yang kaleidoskopik dan beberapa sekuens akhir yang memukau.
Remedy sendiri menggambarkan Manhattan sebagai kumpulan zona besar dengan aktivitas sampingan, pertemuan tersembunyi, dan Gravity Anomalies, area tempat gravitasi dan orientasi berubah total. Menurut GameSpot dan CGMagazine, side mission-nya penuh humor dan kepribadian khas Remedy.
Catatannya ada di skala. GamesRadar+ merasa dunia yang lebih besar jadi terlalu tipis dan antardistriknya mulai terasa mirip. Eurogamer, menurut ringkasan OpenCritic, menilai keputusan meninggalkan Oldest House membuat sebagian daya tarik game pertama hilang. Bahkan GameSpot yang memberi 9/10 mengeluhkan peta yang sering tidak membantu saat menavigasi area rumit.

Combat jarak dekat: sumber pujian sekaligus kritik
Inilah titik yang paling memecah media. Dylan bertarung dengan senjata bernama Aberrant yang bisa berubah bentuk, dari pentungan cepat sampai sabit besar yang lambat tapi menyapu luas.
Di kubu yang suka, GameSpot menyebut ini gameplay terdalam yang pernah dibuat Remedy. Menurut mereka, pertarungan menuntut keputusan cepat, terutama saat memilih antara finisher Falter dan Dominance, dan pohon upgrade-nya cukup luas untuk bereksperimen dengan berbagai build. VGC, menurut Pure Xbox, menilai pergantian genre ini berhasil.
Di kubu sebaliknya, kritiknya cukup konsisten:
- PC Gamer: serangan dasar terasa lemah, auto-targeting kurang konsisten, dan level musuh memaksa grinding. Musuh di akhir game punya darah terlalu tebal.
- GamesRadar+: combat repetitif, minim strategi, dan variasi musuh terbatas.
- CGMagazine: awalnya terasa berat dan agresif ala Devil May Cry, tapi lama-lama berulang. Banyak kemampuan Dylan terasa seperti versi lain dari kekuatan Jesse, dan upgrade-nya lebih banyak menaikkan angka daripada mengubah cara bertarung.
- Push Square dan IGN: combat yang mulai berulang dan kehilangan ketajamannya seiring waktu jadi catatan utama.

Kabar baiknya, beberapa media menyebut opsi kesulitan yang bisa diatur detail. GameSpot mencatat tingkat kesulitan default cukup berat di awal, tapi Assist Mode bisa membantu.
Durasi dan performa
Siapkan waktu yang lumayan. GameSpot butuh sekitar 39 jam untuk sampai ending, ditambah enam jam di post-game dan New Game Plus. PC Gamer menyebut durasinya di atas 30 jam, sementara GamesRadar+ merasa game ini terlalu panjang untuk isinya.
Untuk PC, GameSpot yang bermain dengan RTX 4070 tidak menemukan gangguan berarti. Perlu dicatat, Remedy sempat merilis hotfix setelah peluncuran yang membuat pemain Steam mengunduh ulang data besar, seperti yang pernah Gimbot bahas di artikel soal hotfix Control Resonant.
Jadi, layak dibeli?
Dari semua ulasan, gambarannya begini. Kalau kamu suka Control karena dunia yang aneh, lore yang dalam, dan gaya bercerita khas Remedy, mayoritas media bilang bagian itu masih ada dan bahkan berkembang. Kalau kamu berharap combat-nya bikin nagih sampai akhir, siap-siap: ini bagian yang paling diperdebatkan, dan beberapa kritikus merasa repetitif setelah belasan jam.
Respons pemain sejauh ini positif. Di Steam, ulasan berbahasa Inggris berstatus Very Positive, dengan sekitar 93% dari hampir 12.000 ulasan bernada positif (dicek 21 Oktober 2026). Remedy juga mengumumkan penjualan lebih dari 1 juta kopi pada 15 Oktober 2026 lewat akun Bluesky resminya, menjadikannya game Remedy dengan penjualan tercepat. Dukungan ini bahkan datang dari tempat tak terduga, seperti yang kami tulis di kisah komunitas game bajakan yang ikut memborong Control Resonant.
Harga dan platform di Indonesia
Control Resonant sudah tersedia sejak 24 September 2026 untuk PS5, Xbox Series X|S, dan PC lewat Steam serta Epic Games Store. Versi Mac dijadwalkan menyusul akhir 2026. Game ini juga bagian dari Xbox Play Anywhere.
Di Steam Indonesia, harganya Rp699.999 untuk edisi standar (dicek 21 Oktober 2026). Bahasa Indonesia belum termasuk dalam 15 bahasa yang didukung.
Jadi, semuanya kembali ke selera kamu. Kalau yang kamu cari dunia aneh khas Remedy, mayoritas kritikus bilang Control Resonant layak dicoba. Kalau yang kamu incar combat yang seru sampai akhir, ada baiknya tonton dulu gameplay-nya sebelum beli.

