Ramalan Hideo Kojima Terbukti? Bahaya Era Digital yang Bisa Hapus Game Kita Kapan Saja!


Memang terbukti,

Di tengah badai protes terkait rencana Sony yang akan menyetop produksi gim fisik mulai 2028, satu sosok visioner kembali menjadi sorotan. Komentar lawas dari kreator legendaris Hideo Kojima mengenai bahaya ketergantungan pada media digital kini kembali viral, bak sebuah ramalan yang menjadi kenyataan di depan mata para gamer.

Pada tahun 2021 lalu, Kojima pernah melontarkan pemikiran mendalam perihal kerentanan akses terhadap karya seni digital. Ia menyoroti bahwa dalam era di mana film, buku, hingga musik sudah berpindah ke format digital, kendali atas konten tersebut sejatinya tidak lagi sepenuhnya berada di tangan individu, melainkan di tangan penyedia platform.

Kojima mengingatkan bahwa perubahan besar dalam tatanan sosial, kebijakan politik, ideologi, maupun sekadar pergeseran tren korporasi dapat membuat akses terhadap konten yang dicintai masyarakat tiba-tiba terputus dalam sekejap. Baginya, ini bukan sekadar urusan keserakahan bisnis, melainkan sebuah ancaman eksistensial terhadap pelestarian karya budaya yang sangat penting bagi umat manusia.

Pernyataan Kojima ini terasa sangat relevan saat ini, mengingat industri gim semakin menggantungkan nasib konsumen pada lisensi online, server, serta kebijakan sepihak perusahaan. Salah satu bukti paling traumatis dalam sejarah industri gim adalah kasus P.T., demo horor mahakarya Kojima sendiri.

Pasca pembatalan proyek Silent Hills dan perselisihannya dengan Konami, demo P.T. secara permanen dihapus dari PlayStation Store. Bahkan, pemain yang sebelumnya telah mengunduh gim tersebut pun tidak lagi dapat mengaksesnya kembali secara resmi.

Kini, dengan semakin ditinggalkannya rilisan fisik, keresahan mengenai preservasi gim semakin memuncak. Pemain merasa bahwa ketika kaset fisik hilang, mereka tidak hanya kehilangan opsi koleksi, tetapi juga kehilangan hak akses abadi atas gim yang mereka beli dengan harga penuh.

Kojima seolah menjadi saksi bahwa tanpa media fisik, “kepemilikan” hanyalah ilusi yang bisa lenyap kapan saja tergantung keputusan di balik meja perusahaan.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.