Profil Singkat Respawn Entertainment, Studio “Anak Emas” di EA


Respawn merupakan salah satu studio milik EA yang dikenal karena prestasinya. Berikut profil singkatnya!

Respawn Entertainment

Electronic Arts memiliki banyak sekali studio di bawah benderanya dan salah satunya adalah Respawn Entertainment, LLC yang merupakan salah satu studio terbaik yang dimiliki EA. Ya, Respawn memang memiliki ciri khas dalam membuat proyeknya. Yang paling kentara adalah studio yang satu ini selalu sukses membuat orang kagum.

Bahkan ada istilah “Respawn meng-carry EA,” yang artinya bahwa Respawn berkali-kali menyelamatkan nama EA yang benar-benar tercoreng di mata gamer. Tahun ini mereka bisa dibilang cukup sukses mendulang perhatian dan pundi-pundi gamer lewat game Star Wars Jedi: The Fallen Order.

Jauh sebelum menjadi studio kesayangan EA, bagaimana kiprah Respawn Entertainment di industri game? Bagaimana kelahiran studio yang satu ini? Gimbot bakal memberikan profil singkat mengenai Respawn.

Awal Berdiri

EA Menjanjikan Star Wars Fallen Order Tanpa Microtransactions

Respawn Entertainment, LLC merupakan studio atau pengembang video game yang didirikan oleh Jason West dan Vince Zampella. West dan Zampella sebelumnya merupakan orang yang ikut mendirikan Infinity Ward dan menciptakan franchise Call of Duty di mana mereka bertanggung jawab atas pengembangan proyek ini hingga tahun 2010.

Ya, tepatnya pada 1 Maret 2010, Activision membuat sebuah laporan bahwa dua karyawan senior dari Infinity Ward dipecat dan kedua orang itu adalah West dan Zampella yang posisinya sudah cukup tinggi di sana. Kedua orang ini juga mengubah profil mereka di LinkedIn bertepatan dengan hari dipecatnya mereka.

Posisi mereka kemudian diganti oleh Steve Pearce (CTO Activision) dan Steve Ackrich (Kepala Produksi).

BACA JUGA: Harus Didapat! 5 Mobil Paling Cepat di Need for Speed Heat

Tak lama setelah keduanya dipecat yaitu 12 April 2010, Los Angeles Times memberi laporan bahwa West dan Zampella membentuk sebuah studio game independen yang akhirnya dikenal sebagai Respawn Entertainment.

Mereka mencari dana dari EA melalui program kemitraan EA dan meski begitu, hak paten terhadap game tetap dipegang oleh Respawn. Dari sinilah kemudian perjalanan Respawn dalam membuat game berlanjut.

Dapat Perhatian dari EA

titanfall

Usai mendapatkan dana-dana segar dari EA, Respawn langsung mengerjakan proyek pertama mereka. Butuh empat tahun sampai akhirnya mereka merilis game pertamanya yakni Titanfall. Sebelum proyek ini selesai, Presiden Label EA Games, Frank Gibeau mengatakan bahwa game shooter yang dibuat oleh Respawn bakal mampu bersaing dengan game-game seperti Gears dan Halo.

Masih di tahun 2014 juga, Respawn semakin digdaya usai salah satu dedengkot dari Sony Santa Monica, Stig Amussen memutuskan untuk bergabung dengan Respawn. Amussen sendiri merupakan orang yang ikut mengerjakan proyek God of War di masa lalu.

Maju ke tahun 2016, Respawn memutuskan untuk meluncurkan Titanfall 2 yang sudah dikerjakan kerang lebih dua tahun pasca kesuksesan Titanfall pertama. Sebagai studio yang baru dibangun, ide-ide Respawn memang harus diakui cukup segar. Bahkan di tahun yang sama, mereka mengumumkan akan menggarap game baru yang diketahui ternyata game itu adalah Star Wars Jedi: The Fallen Order yang diumumkan di E3 2018 nantinya.

Senang dengan apa yang dilakukan Respawn, EA akhirnya mengumumkan bahwa mereka mengakuisisi perusahaan ini. Pengakuisisian ini terjadi pada November 2017. EA memberikan uang tunai US$151 juta dengan ekuitas hingga US$164 juta. Proses pengakuisisian ini selesai pada 1 Desember 2017.

Apex legends Meledak, Respawn Dipuji

panduan apex legends pro
Sumber Dexerto.com

Bobroknya studio di bawah EA selama beberapa tahun terakhir sepertinya tidak berpengaruh pada Respawn. Di tahun 2019, Anthem menjadi game yang membuat nama EA benar-benar tercoreng. Tapi untungnya, EA selamat berkat Respawn yang sukses mengeluarkan game battle royale yang mengambil dunia Titanfall. Game itu berjudul Apex Legends.

Tak disangka, meski game ini tanpa pemasaran yang signifikan, sifatnya yang free to play membantunya meledak dalam waktu singkat. Bahkan dalam waktu delapan jam, Apex Legends berhasil mendapatkan satu juta unduhan. Angka ini terus menerus meningkat dan Apex Legends sendiri menjadi trending dalam beberapa minggu.

BACA JUGA: [OPINI] Kira-kira Kenapa Game Rockstar Selalu Dinanti Banyak Gamer?

Banyak yang tidak menyangka bahwa Apex Legends yang tak pernah nampak malah mampu mengalahkan Anthem yang digadang-gadang bakal memberikan kesuksesan. Kesuksesan ini terus berlanjut hingga saat ini di mana game terbaru Respawn yakni Star Wars Jedi: The Fallen Order mendapatkan review dan tanggapan positif dari gamer.

Khusus untuk Star Wars Jedi: The Fallen Order, Respawn memilih untuk tidak menggunakan Frostbite Engine dan menggunakan Unreal Engine untuk menggarap game tersebut agar lebih optimal.

Di tahun 2020, kita bakal kedatangan salah satu franchise legendaris yakni Medal of Honor: Above and Beyond. Tapi sayangnya, game ini hanya diperuntukan untuk Oculus Rift.


Pentombled

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.