Gabe Newell atau biasa dipanggil Lord Gaben oleh para PC gamer. Ya, dia adalah sosok yang cukup berpengaruh di industri PC game. Kiprah, talenta, dan langkahnya selalu memberikan terobosan di masa lalu. Salah satu langkah dahsyatnya adalah ketika membuat sebuah toko game digital untuk PC game bernama Steam.
Sejak berdirinya Steam, nama Lord Gaben terus menerus dikenal publik dunia. Tapi tentu saja, sebagai salah satu sosok yang berpengaruh di industri game, kesuksesan tak serta merta menghampirinya. Butuh pengalaman bertahun-tahun hingga Lord Gaben menuai kesuksesan itu.
Gimbot kali ini tertarik untuk membahas mengenai profil singkat Gabe Newell. Berikut ulasannya.
Latar Belakang

Gabe Logan Newell dikenal dengan julukan Gaben. Dia merupakan seorang programmer dan pebisnis dari Amerika yang dikenal sebagai co-founder dari pengembang game Valve Corporation. Lahir di Colorado, dia kemudian kuliah di Universitas Harvard pada awal 1980-an.
Tapi alih-alih menyelesaikan kuliahnya, Gaben justru keluar dan bekerja untuk Microsoft. Di sana dia bekerja selama satu dekade sebelum akhirnya bekerja menjadi produser untuk menangani sistem operasi Windows di awal-awal kemunculannya.
BACA JUGA: 5 Console Portable dengan Penjualan Paling Laris
Saat bekerja di Microsoft, Gaben dan rekan kerjanya, Mike Harrington tertarik dengan game PC di pertengahan tahun 1990-an seperti Doom dan Quake. Dia meyakini jika game merupakan masa depan industri hiburan.
Kemudian Gaben dan Harrington meninggalkan Microsoft untuk akhirnya mendirikan Valve di tahun 1996. Pendirian Valve sendiri didanai menggunakan uang pribadi mereka. Selain itu, mereka juga mulai membuat proyek game berjudul Half-Life dan engine game bernama GoldSrc.
Tak berhenti sampai di situ, Gaben juga melanjutkan franchise Half-Life dan mengerjakan mega proyek, Steam.
Kerap Melontarkan Kritik

Sebagai seorang yang tertarik dengan platform PC, Gaben pernah berkomentar sinis terhadap console tepatnya di tahun 2007. Menurut Gaben, pengembangan console secara umum adalah membuang waktu semua orang. Tapi kemudian tepatnya di tahun 2010, Gaben meminta maaf atas pernyataannya itu.
Dia meminta maaf ketika menghadiri Electronic Entertainment Expo di tahun 2010 saat menjadi keynote utama Sony. Saat itu Gaben mengumumkan kerjasama Portal 2 dan console PlayStation 3.
Bukan hanya Sony, Microsoft dan Xbox juga pernah mendapatkan kritikan dari Gaben. Dia mengatakan jika Xbox Live seperti kecelakaan kereta api. Selain itu, dia juga mengkritisi OS Windows 8 yang menurutnya merupakan malapetaka dan ancaman terhadap platform PC.
Diguyur Penghargaan atas Karyanya

Sebagai salah satu orang yang berpengaruh, Gaben kerap mendapatkan penghargaan. Di tahun 2010 tepatnya bulan Desember, Forbes memberikan gelar kepada Gaben sebagai A Name You Should Know terkait ide pembuatan Steam dan kiprahnya bersama beberapa developer game besar.
BACA JUGA: 5 Game PC Terbaru yang Wajib Dimainkan Bulan September 2019
Tak berhenti sampai di situ, di Maret 2013, Gaben menerima penghargaan BAFTA Fellowship atas kontribusinya terhadap video game. Penghargaan berlanjut ke Oktober 2017 di mana Forbes mengumumkan bahwa Gaben merupakan salah satu 100 orang terkaya di Amerika Serikat dengan kekayaan bersih mencapai US$5,5 miliar.
Inspirasi dan Warisan

Sebagai sosok besar, Gaben tentu memiliki inspirasi yang membuatnya bergerak untuk menciptakan perusahaan sebesar Valve. Ya, dua game seperti Doom dan Super Mario 64 menginspirasi dirinya. Doom menurutnya menginspirasi jika industri hiburan masa depan adalah game. Lalu Super Mario 64 meyakinkannya bahwa game merupakan bentuk seni.
Di samping itu, dia juga penggemar serial animasi My Little Pony: Friendship is Magic. Selain Steam dan Valve, warisan terbesar yang pernah dibuat Gaben adalah dia pernah mengisi suara untuk DOTA 2.
Di komunitas, Gaben dikenal sebagai sosok yang ramah bahkan para fans kerap memeluknya ketika bertemu.
“Mereka memeluk saya ketika mereka bertemu saya. Saya bukan orang yang suka berpelukan, tapi itulah yang mereka inginkan dari saya,”
