Meskipun jadwal peluncuran resminya masih menghitung hari, gim terbaru garapan Rockstar Games, Grand Theft Auto VI (GTA VI), sudah mencatatkan angka penjualan yang memecahkan rekor industri.
Berdasarkan data dari perusahaan analitik Sensor Tower yang dikutip oleh Insider Gaming, GTA VI diperkirakan telah meraup pendapatan fantastis mencapai US$630 juta (sekitar Rp11 triliun) hanya dari pre-order, dengan total sekitar 6,45 juta copy yang telah terjual di seluruh dunia. Angka pra-penjualan ini bahkan sudah melampaui total pendapatan seumur hidup dari mayoritas gim skala AAA lainnya.
Konsol PlayStation 5 menjadi penyumbang terbesar dalam angka penjualan awal ini. Sensor Tower mencatat sekitar 74% dari keseluruhan transaksi pre-order berasal dari ekosistem Sony, dengan torehan 4,8 juta copy terjual dan menghasilkan pendapatan sekitar US$468 juta.

Di sisi lain, platform Xbox Series X/S menyumbang 1,66 juta copy dengan estimasi pendapatan US$162 juta. Dominasi platform PS5 ini dinilai berbanding lurus dengan jumlah basis pengguna aktif konsol milik Sony yang memang lebih mendominasi di pasaran saat ini.
Volume penjualan pra-rilis ini diprediksi bakal kembali melonjak tajam mendekati hari H. Rockstar Games dijadwalkan bakal membuka fitur pre-load data gim pada 12 November 2026, persis satu minggu sebelum gim meluncur secara penuh pada 19 November 2026 mendatang.
Kesempatan melakukan pengunduhan lebih awal ini diyakini bakal mendorong para calon pemain untuk segera mengamankan pemesanan digital mereka.
Potensi komersial GTA VI diyakini baru menyentuh permukaan. Lembaga riset pasar Newzoo memproyeksikan bahwa GTA VI berpeluang menghasilkan total pendapatan hingga US$5,2 miliar hanya dalam pekan pertama peluncurannya.
Jika estimasi Newzoo ini terbukti akurat, GTA VI tidak hanya akan menjadi gim tersukses sepanjang sejarah, melainkan juga memegang rekor peluncuran produk hiburan terbesar yang pernah ada di industri pop-kultur modern.

