Sejak sebelum rilis, Artifact sudah menuai banyak kritik dari berbagai orang. Salah satu kritik yang sering muncul adalah model bisnisnya yang memeras pemain.
Untuk bisa bermain Artifact, kamu harus membeli dengan harga Rp300.000. Tidak cuma itu, konten seperti card pack serta beberapa mode permainan juga hanya bisa diakses dengan membayar ke Valve.
Banyak yang menuduh bahwa model bisnis ini membuat orang menganggap Artifact adalah gim yang bertujuan menarik uang dari pemain. Karena itu banyak yang memutuskan untuk tidak membeli Artifact dan bermain gim kartu lain yang lebih murah dan f2p-friendly.
Benarkah? Karena jika kamu hitung, mendapatkan kartu tertentu di Artifact jauh lebih murah daripada gim kartu lain yang bisa dimainkan secara gratis seperti Hearthstone atau Shadowverse. Bahkan sebenarnya Artifact punya potensi memberikan profit pada pemain yang cerdik mengelola sumber dayanya.
Akuisisi Kartu Lebih Murah

Ayo kita bandingkan proses akuisisi kartu termahal di Artifact dengan Hearthstone. Kami memilih Hearthstone karena gim inilah yang menjadi pionir genre dan model bisnis gim kartu saat ini.
Baik Artifact dan Hearthstone punya beberapa cara dalam mendapatkan kartu yang diinginkan. Namun agar perbandingannya adil, kami akan membandingkannya pada satu metode yang sama, yaitu membayar dengan uang sungguhan.
Dalam Hearthstone, untuk mendapatkan kartu, kamu harus membeli card pack langsung dari Blizzard. Dengan harga US$1 atau sekitar Rp14.000 tiap pack, kamu akan mendapatkan lima kartu secara acak.

Kartu termahal yang bisa kamu dapatkan di Hearthstone adalah kartu dengan rarity Legendary. Kartu ini cukup langka dan sulit ditemukan di card pack, dan apa yang kamu dapatkan mungkin bukan yang kamu inginkan. Meskipun punya kelangkaan yang sama, beberapa Legendary cenderung lebih populer dan dicari.
Karena itu, pemain biasanya membuat kartu Legendary yang mereka inginkan menggunakan Arcane Dust. Untuk mendapatkan Arcane Dust, kamu harus menghancurkan (disenchant) kartu yang ada di koleksimu.

Jika isinya langsung kamu hancurkan atau disenchant, satu card pack Hearthstone rata-rata akan memberikanmu sekitar 100 Arcane Dust. Sementara untuk membuat satu kartu Legendary, kamu harus menggunakan 1600 Arcane Dust. Itu artinya untuk membuat satu kartu Legendary kamu harus membuka 16 card pack dengan total harga Rp224.000.
Ayo bandingkan dengan Artifact. Sama seperti Hearthstone, kamu bisa membeli card pack untuk mendapatkan kartu baru di Artifact. Dengan harga Rp29.000, kamu bisa mendapatkan 10 kartu acak.

Kartu termahal yang bisa kamu dapatkan di Artifact adalah Axe yang saat artikel ini ditulis punya harga jual Rp165.000. Namun sekali lagi, peluang mendapatkan satu kartu spesifik dari card pack sangatlah kecil, apalagi jika kartu itu cukup langka.
Selain itu, Artifact juga tidak punya currency seperti Arcane Dust. Artinya peluang untuk mendapatkan satu kartu langka yang spesifik dari card pack mungkin jauh lebih kecil dari Hearthstone.

Untungnya Artifact sendiri punya model ekonomi yang terbuka. Jika kamu mencari satu kartu yang spesifik, kamu tinggal mengunjungi Steam Market dan membeli kartu tersebut. Jadi jika kamu ingin mendapatkan Axe, cukup beli di Steam Market dengan harga Rp165.000.
Jika menggunakan uang, mendapatkan kartu yang kamu inginkan di Artifact jauh lebih mudah dibandingkan Hearthstone. Memang, seiring waktu mungkin akan ada kartu di Artifact yang sangat mahal. Namun kartu dengan harga selangit jumlahnya tidak banyak, dan rata-rata kartu di gim ini punya harga yang sejauh ini masih bersahabat.
Ini belum membahas potensi reward yang lebih baik ketika melakukan grinding karena kemungkinan menjual dan membeli kartu. Namun itu sebaiknya kita bahas di artikel lain terkait grinding. Toh kita juga sempat menyinggung tips untuk menghemat dan memaksimalkan keuntungan di Artfact di artikel lain.
