Shenmue III adalah game yang memiliki cukup banyak drama dalam pengembangannya. Franchise Shenmue itu sendiri sudah lebih dari satu dekade “mati suri”, dengan judul terakhirnya yaitu Shenmue II dirilis pada tahun 2001 untuk console Dreamcast dan Xbox. Ketika Yu Suzuki mengumumkan proyek Shenmue III pada ajang E3 2015, para penggemar cukup heboh, tapi justru itu adalah awal dari drama yang baru akan dimulai.
BACA JUGA: Coffee Talk Raih Pendapatan Rp7,6 Miliar dan Banyak Pujian Internasional
Shenmue III diluncurkan sebagai proyek Kickstarter dan berhasil menggalang dana lebih dari US$7.000.000 (sekitar Rp96,7 miliar). Namun ternyata dana itu bukanlah anggaran pengembangan game keseluruhan. Kickstarter hanya digunakan untuk menilai seberapa besar minat pasar terhadap game ini, supaya ada penerbit yang mau memberikan dana pengembangan keseluruhan.

Sebetulnya meski dana US$7.000.000 terlihat banyak, jumlah itu masih sangat kecil untuk pengembangan sebuah game. Shenmue pertama saja menghabiskan dana produksi US$70.000.000, dan itu di tahun 1999. Namun kurangnya transparansi di awal membuat penggemar mulai ragu pada game ini. Keraguan itu semakin diperkuat dengan kemunculan trailer dan screenshot yang menunjukkan bahwa kualitas visual Shenmue III tidak akan sepadan dengan game zaman sekarang.
Puncak kontroversi terjadi di tangah tahun 2019, beberapa bulan saja menjelang perilisannya.
Shenmue versi PC mendadak dikabarkan akan dijual secara eksklusif di Epic Games Store, tidak sesuai dengan janji awal Yu Suzuki dan Deep Silver yang akan merilisnya di Steam. Eksklusivitas ini sifatnya hanya sementara, tapi berlaku cukup lama. Pengguna Steam baru bisa membeli Shenmue III pada tanggal 19 November 2020.
Jelas perkembangan ini membuat para fans marah.
Deep Silver kemudian menawarkan refund bagi mereka yang tak puas, dan setelah sempat mengalami delay beberapa kali, akhirnya game ini dirilis pada tanggal 19 November 2019 kemarin.

Cukup banyak kontroversi yang terjadi di sekitar satu game ini, lalu bagaimana hasilnya? Apakah Shenmue III berhasil jadi game yang sukses besar, setara dengan hype E3 2015 dulu? Penerimaan di kalangan para kritikus rupanya biasa-biasa saja, dengan nilai Metacritic berada pada angka 69. Sementara secara finansial, Deep Silver belum lama ini melaporkan hasilnya, dan menurut mereka hasilnya “cukup baik”.
Deep Silver tidak menyebutkan angka penjualan pasti. Namun menurut Lars Wingefors, CEO Embracer Group (perusahaan induk Deep Silver), Shenmue III berhasil memuaskan para penggemar seri ini. “Saya gembira melihat penggemar inti Shenmue puas, tapi jelas bahwa Shenmue bukanlah produk triple-A mass-market,” ujarnya, “Ini adalah produk untuk para fans dan saya gembira kita bisa memuaskan mereka.”
Ketika ditanya apakah ia mengharapkan hasil penjualan yang lebih tinggi, Wingefors menjelaskan bahwa secara finansial hasilnya cukup baik. Tapi ia juga berkata bahwa Shenmue III tidak seharusnya dipandang sebagai sebuah produk untuk semua kalangan, melainkan sebuah produk niche.

Memang penjelasan dari Deep Silver ini tidak begitu mendetail, tapi setidaknya penggemar bisa lega karena penerbitnya tidak menyatakan Shenmue III sebagai sebuah produk gagal. Yu Suzuki juga pernah mengutarakan keinginannya untuk membuat Shenmue IV, apabila memang ada permintaan dari penggemar.
“Selama ada mereka yang berharap melihat Shenmue tetap hidup, saya tidak akan pernah menyerah dalam perjalanan pribadi saya untuk menyelesaikan ceritanya. Sama seperti Shenmue III, (nasib) cerita Shenmue ada padamu. Saya dengan tulus berharap, bersama-sama, kita bisa terus menyampaikan kisah Ryo dan petualangannya di Shenmue IV,” kata Suzuki saat itu.
