[Nostalgimbot] Def Jam: Fight for NY, Game Gelut Artis Hip-Hop Kualitas Top


Di balik gimmick Hip-Hop-nya, Def Jam: Fight for NY adalah game dengan kualitas tinggi, baik dari segi presentasi maupun gameplay.

nostalgimbot-def-jam-fight-for-ny-featured

Game yang “menumpang” nama atau franchise musik yang terkenal bukanlah hal yang baru. Game seperti 50 Cent: Bulletproof atau Michael Jackson’s Moonwalker adalah dua dari beberapa yang sempat muncul dan cukup sukses. Banyak di antaranya yang dari segi gameplay sebenarnya biasa saja, tapi ada juga yang ternyata seru dan dibuat dengan perhatian yang cukup tinggi.

BACA JUGA: [Nostalgimbot] O2Jam – Game Rhythm-nya Penghuni Warnet

Salah satu game yang masuk ke dalam kategori tersebut yang sangat kami sukai adalah Def Jam: Fight For New York City yang rilis di Playstation 2 tahun 2004 lalu.

Presentasi yang Tidak Setengah-Setengah

Sesuai namanya, Def Jam: Fight For New York City adalah game yang berisi artis-artis Hip-Hop yang berada di bawah nama Def Jam Recordings. Nama-nama yang termasuk di dalamnya saat itu antara lain Snoop Dogg, Method Man, hingga Ice-T yang memang cukup dikenal di masanya. Apa yang mereka lakukan di game ini? Baku hantam satu sama lain.

Yup, di Def Jam: Fight For New York City, kamu akan bertarung menggunakan dan menghadapi artis-artis HipHop terkenal. Menariknya adalah kamu akan bertarung di arena tiga dimensi layaknya bermain game gulat. Tapi tentu saja, karena bertema Hip-Hop, arena bertarungmu bukan sebuah ring melainkan jalanan, arena bawah tanah, atap gedung, hingga parkiran.

Satu hal yang membuat Def Jam: Fight For New York City sangat berkesan adalah kualitasnya. Game yang menumpang nama atau franchise terkenal kadang punya kualitas yang biasa saja, terutama dari segi gameplay. Tapi Def Jam: Fight For New York City justru terlihat keren dan seru untuk dimainkan.

nostalgimbot-def-jam-fight-for-ny-1

Dari segi presentasi, Def Jam: Fight For New York City sukses memperlihatkan kesan Hip-Hop yang identik dengan citra kriminal dan scene bawah tanah. Karakter-karakternya juga terlihat bisa dikenali dengan artis aslinya dan terlihat cukup realistis untuk sebuah game Playstation 2. Aspek visual lain seperti arena atau environment, serta modifikasi karakter yang bisa kamu akses juga membuat kamu merasa berada di sebuah scene bawah tanah New York bersama banyak artis Hip-Hop.

Terakhir, game ini juga niat dalam menyertakan para artis Hip-Hop ini. Tidak hanya dari segi penampilannya yang mirip, masing-masing karakter disuarakan oleh sang artis itu sendiri. Lalu untuk menyempurnakan itu, tentu saja sepanjang permainan kamu juga akan ditemani dengan musik Hip-Hop yang terkenal di era tersebut.

Singkatnya, dari segi presentasi saja, Def Jam: Fight For New York City terlihat dikembangkan dengan serius dan tidak setengah-setengah.

Game Gulat Dengan Sentuhan Inovatif

Tapi Def Jam: Fight For New York City tidak hanya unggul dari segi presentasi saja. Dari segi gameplay, game ini juga menghadirkan pengalaman gelut yang unik.

Sejatinya, game ini adalah kelanjutan dari Def Jam: Vendetta yang bisa dibilang adalah “game gulat dengan artis Hip-Hop.” Tidak heran karena game pendahulu tersebut sebenarnya adalah proyek untuk game WCW sebelum franchise tersebut kemudian tutup. Konsep dasar tersebut sebenarnya tetap ada di Def Jam: Fight For New York City yang jika kamu lihat secara seksama sebenarnya memang game gulat.

Hanya saja game ini menghadirkan beberapa sentuhan baru yang membuatnya unik. Jika pendahulunya hanyalah game gulat dengan “kostum” yang berbeda, Def Jam: Fight For New York City menghadirkan lima gaya bertarung yang berbeda. Masing-masing punya set gerakan yang berbeda dan menumbangkan lawan dengan cara yang berbeda. Satu karakter juga bisa membawa maksimal tiga gaya bertarung yang berbeda, dan kombinasi yang berbeda melahirkan moveset baru yang berbeda juga.

nostalgimbot-def-jam-fight-for-ny-2

Keunikannya tidak berhenti di situ saja. Arena bertarung di game ini sangat beragam, dan semuanya mengundang kekerasan maksimal. Hampir semua arena dikelilingi oleh dinding, dan kamu bisa memanfaatkan dinding tersebut untuk menghabisi lawan. Jika tidak, arena tersebut mungkin dikerubungi oleh penonton yang tidak segan membantumu menghabisi lawan, atau jendela di sebuah ruangan di lantai enam, atau sebuah rel yang akan dilintasi oleh kereta dan menggilas siapa saja. Arena yang mematikan ini membuat tema Def Jam: Fight For New York City terasa, tapi di saat yang sama juga menambah mekanisme dan strategi baru dalam bertarung.

Kombinasi gaya bertarung serta arena yang unik ini sudah lebih dari cukup untuk membuat Def Jam: Fight For New York City seru dimainkan berkali-kali. Tidak tanggung-tanggung, karena punya kompleksitas yang cukup tinggi, game ini juga dimainkan secara kompetitif di beberapa negara. Tapi jika kamu tidak punya lawan tanding, jangan khawatir karena story mode di game ini juga cukup seru dan jauh lebih baik dari cerita di game gulat atau game fighting yang ada bahkan hingga hari ini.


Meskipun lahir dari sebuah kemasan yang sifatnya gimmick, Def Jam: Fight For New York City adalah game dengan kualitas tinggi baik dari segi presentasi maupun gameplay. Setiap elemen dibuat agar sesuai dengan tema dan artis Hip-Hop yang ada saat itu, gameplay-nya sangat inovatif untuk sebuah game gulat maupun game fighting tiga dimensi, dan konten single player-nya juga sangat banyak dan lengkap.

Kami sendiri selalu berharap game ini mendapatkan versi remaster atau mendapatkan sekuel modern dengan kualitas yang serupa. AKI Corporation sudah berubah nama dan fokus ke pasar Jepang. Tidak hanya itu, menggunakan artis sebagai karakter serta brand fashion asli jelas perlu proses lisensi dan izin yang tidak mudah atau bahkan mustahil. Karena itulah siapapun yang sempat memainkan game ini bisa dibilang cukup beruntung.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kaoru

Hmmm...