Nostalgia Review Grand Theft Auto IV: Masih yang Terbaik


Grand Theft Auto IV masih saya anggap sebagai seri GTA terbaik meski sudah berusia 11 tahun. Bahkan saya rela memainkannya kembali!

Grand Theft Auto IV

Rockstar Games memang menjadi salah satu developer yang tidak pernah setengah-setengah dalam membuat sebuah proyek termasuk Grand Theft Auto. Ya, sejak nama franchise ini melejit lewat Grand Theft Auto: San Andreas, Rockstar terus menerus mengeksplorasi apa yang ada di dalam franchise ini hingga akhirnya di tahun 2008, mereka menelurkan Grand Theft Auto IV.

11 tahun berselang, saya yang belum pernah sama sekali menamatkan game ini kemudian tergelitik untuk memainkannya kembali dari awal. Ya, saya hanya mengenal Grand Theft Auto IV lewat PC. Dulu, untuk memainkan Grand Theft Auto IV membutuhkan spesifikasi yang mumpuni karena port yang tidak sempurna sehingga Grand Theft Auto IV menjadi game yang tidak ramah spesifikasi.

Tapi kini, di tahun 2019, akhirnya saya mencoba game ini dari PC dengan setting-an rata kanan (tentunya tanpa mod karena mager utak-atik file-nya bro bro). Lantas bagaimanakah kualitas game yang usianya sudah 11 tahun ini? Apakah masih relevan untuk dimainkan? Apakah kualitasnya mampu disejajarkan dengan gamegame kekinian?

Inilah hasil nostalgia review saya terhadap game Grand Theft Auto IV.

Kualitas Physic Setara dengan Red Dead Redemption 2

Yang ingin saya sorot pertama kali dari seri yang satu ini adalah bagaimana Rockstar Games mengembangkan physicnya. Ya, physic ini melingkupi banyak hal bisa dari perilaku NPC, gerakan karakter yang kita mainkan, gerakan benda-benda di lingkungan sekitar, hingga efek yang ada pada benda mati. Itu semua memiliki physic dan koreksi jika saya salah tentunya.

Saya harus mengatakan jika kualitas physic yang dimiliki oleh Grand Theft Auto IV ini hampir setara dengan Red Dead Redemption 2. Kemudi mobil, efek ketika tabrakan, efek NPC, efek karakter ketika berjalan, efek lingkungan, semuanya realistis bahkan jauh melebihi Grand Theft Auto V yang dirilis tahun 2013.

BACA JUGA: Game Writer Legendaris, Berikut Profile Singkat Amy Hennig

Yang paling saya suka tentu saja NPC yang menutupi kepalanya dengan koran atau berlarian ketika hujan datang. I love you GTA IV!

Red Dead Redemption 2 juga memiliki physic yang bagus dan akan sangat banyak jika dijabarkan.

Cerita yang Dark dan Dewasa

Yang menarik dari seri ini tak bisa dipungkiri adalah ceritanya yang sebenarnya dark, getir, dan dewasa. Apa yang membuat saya berkata demikian? Pertama, karakter Niko Bellic selalu hidup nelangsa bahkan ketika awal menginjakkan kaki ke Liberty City. Kedua, ada banyak sekali karakter dengan berbagai kepentingan sehingga menuntut gamer untuk terus mengingat apa yang sedang terjadi. Anak kecil akan susah untuk mencerna soal cerita dari Grand Theft Auto IV secara sempurna.

Ketiga, ada banyak sekali hal-hal dewasa yang tidak kita ketahui seperti kehidupan seorang mafia yang ternyata sangat sayang dengan anaknya hingga kita yang harus terlibat dengan bisnis porno.

Harus diakui, dengan semua yang ada, game ini merupakan sebuah masterpiece. Bahkan dalamnya cerita Grand Theft Auto V belum ada apa-apanya dibandingkan pendahulunya. Mafia benar-benar digambarkan secara detail di Grand Theft Auto IV. Jadi wajar saja jika Grand Theft Auto IV menyabet Game of the Year 2008.

Pilihan dalam Cerita Bukan Hanya Gimmick

Saya sangat terganggu dengan game yang memberikan pilihan, namun justru hanya sebatas gimmick. Ya, gimmick karena tidak berpengaruh apapun pada jalan cerita. Tapi untuk Grand Theft Auto IV, pilihan yang ada bukan gimmick. Karena setiap pilihan yang kalian lakukan menuntut kalian ke ending yang berbeda.

Selain itu ada konsekuensi di setiap pilihan. Misalnya kalian disuruh membunuh A atau B. Ketika kalian membunuh A, akan ada konsekuensi begitu juga sebaliknya. Pilihan-pilihan seperti ini yang pada akhirnya membuat perjalanan sang jagoan, Niko Bellic bak roller coaster.

Niko Bellic Hanyalah Manusia

Yang selanjutnya menarik untuk disorot adalah karakter Niko Bellic hanyalah manusia, bisa bersalah dan menyakiti. Ya, Niko Bellic bukan sosok yang digambarkan sempurna. Dia justru merupakan sosok yang labil, mudah terombang ambing, dan terkadang terkesan terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Apalagi Niko memiliki masa lalu yang membuatnya traumatis sehingga dia kerap dihantui rasa takut. Penggambaran yang paling saya suka adalah bagaimana Niko ini labil di beberapa momen misalnya ketika dia tidak mau menghajar Vlad tapi karena Roman terus menerus merengek, maka Niko menghajar Vlad bahkan hingga membunuhnya.

BACA JUGA: Mod Kocak Ini Pertemukan CJ dan Big Smoke di Sekiro

Selain itu paling menarik lainnya adalah ketika Niko diperlihatkan sebagai karakter polos yang sering ditipu oleh Roman. Kemanusiaan Niko begitu terlihat dan itulah yang membuat game ini begitu menarik terutama di mata saya pribadi.

Masih Worth untuk Dimainkan? Saya rasa IYA!

Pertanyaan ini langsung saya jawab iya. Alasannya karena cerita dari game ini bagus, deep, dan total. Kedua karena mekanisme gameplay yang realistis. Ketiga karena banyaknya side mission yang menarik. Keempat banyak sekali plot twist. Kelima karena temanya soal mafia-mafia.

Kelima alasan itu memperkuat bahwa Grand Theft Auto IV masih layak dimainkan bahkan di tahun 2019 atau 11 tahun setelah game ini rilis.


Pentombled

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.