[Nostalgimbot] Harvest Moon: Back to Nature – Pionir Sekaligus Kenangan Masa Kecil


Meskipun tidak sempurna, Harvest Moon: Back to Nature tetaplah game kenangan masa kecil banyak orang dan pionir sebuah genre baru.

nostalbimgot-harvest-moon-back-to-nature-featured

Setiap negara dan benua pasti punya game yang jadi klasik dan dimainkan oleh banyak orang di era akhir 90-an dan awal 2000-an. Indonesia sendiri sebenarnya punya beberapa game yang bisa masuk ke dalam predikat ini, tapi salah satu yang mungkin cukup unik adalah Harvest Moon: Back to Nature. Saya rasa tidak berlebihan jika game ini merupakan kenangan masa kecil banyak orang yang suka bermain game 20 tahun lalu.

BACA JUGA: Rentetan Kasus yang Dialami CD Projekt usai Dikritik Soal Cyberpunk 2077

Satu hal yang membuat Harvest Moon: Back to Nature lebih berkesan dari game klasik lainnya adalah karena game ini memiliki tema dan gameplay yang berbeda di masanya. Ini jugalah yang membuat game ini kemudian jadi inspirasi untuk banyak game modern yang ada saat ini.

Melepas Penat di Sebuah Desa

nostalbimgot-harvest-moon-back-to-nature-gameplay

Sejatinya, Harvest Moon: Back to Nature tetap membawamu ke sebuah dunia fantasi. Bedanya adalah game ini tidak mengajakmu ke luar angkasa, menjadikanmu tentara Amerika, atau memberantas kejahatan dengan kekuatan super. Kamu dibawa ke sebuah desa yang hanya berisi sekitar 20 orang, dan tugasmu adalah menghidupkan kembali sebuah perkebunan warisan kakekmu yang terbengkalai.

Memang, tidak semua orang pernah merasakan kehidupan bertani di desa, apalagi desa kecil yang serba berkecukupan dan sangat aktif dan perkebunan sayuran lengkap dengan hewan ternak. Tapi jika dibandingkan dengan game lain di zamannya, fantasi yang dibawa oleh Harvest Moon: Back to Nature tentu terlihat sangat biasa. Hanya saja, saat itu, saya rasa tidak ada lagi game yang menawarkan pengalaman serupa dengan Harvest Moon: Back to Nature.

nostalbimgot-harvest-moon-back-to-nature-gran

Jika dilihat kembali, Harvest Moon: Back to Nature mungkin jadi satu-satunya tempat untuk melepas penat yang ada di dunia game saat itu. Memang, game ini tetap memberikanmu sebuah misi akhir. Tapi kamu tetap bebas menentukan caramu memainkan game ini tanpa mendapatkan hukuman yang benar-benar berat.

Tapi selain melepas penat, Harvest Moon: Back to Nature juga membuatmu merasakan kehidupan yang berbeda dari dunia nyata. Di masa itu, tidak banyak game yang mengizinkanmu menjalani sebuah kehidupan baru dan menapak tangga kehidupan dari tinggal di rumah kecil sampai akhirnya menikah dan berkeluarga. Kapan lagi kamu bisa mengembangkan perkebunan, memperluas rumah, dan melamar gadis yang kamu sukai hanya dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun.

Terakhir, desain dan visual Harvest Moon: Back to Nature juga terlihat sangat lucu. Sapi yang bulat, anjing yang lucu, dan karakter-karakter yang menggemaskan tentu membuat game ini menarik untuk semua orang baik pria maupun wanita. Ini tentu jadi faktor tambahan yang membuat game ini sangat populer.

Sebuah Bahan Obrolan dengan Semua Orang

nostalbimgot-harvest-moon-back-to-nature-ann

Harvest Moon: Back to Nature juga merupakan satu dari sedikit game di masanya yang memberikan kebebasan penuh ke pemain. Kamu bebas menentukan apa yang ingin kamu lakukan setiap harinya, menentukan apa yang ingin kamu tanam, seberapa cepat kamu ingin mendapatkan uang, dan sebagainya. Memang, pada akhirnya ada cara “paling optimal” untuk bermain game ini. Tapi sekali lagi game ini tidak akan menghukummu jika kamu bermain dengan lebih santai.

Selain memberikan kebebasan ke pemain, Harvest Moon: Back to Nature juga punya sangat banyak hal yang tidak dijelaskan di permukaan. Satu-satunya hal yang kamu ketahui adalah kamu harus mengelola perkebunanmu. Tapi apa saja yang bisa kamu lakukan di perkebunan tersebut dan di desa serta para penghuninya tidak dijelaskan secara eksplisit.

nostalbimgot-harvest-moon-back-to-nature-karen

Ketika pertama kali bermain, tidak ada yang lebih memuaskan ketika kamu memicu sebuah event baru yang belum pernah kamu lihat. Entah itu mendapatkan madu karena kamu menanam bunga, mendapatkan resep dari penghuni desa karena kamu memberikan hadiah favorit mereka, atau memicu sebuah event langka, merupakan sebuah revelation tersendiri. Belum lagi tergantung siapa gadis yang kamu taksir, kamu akan mendapatkan event/cutscene yang berbeda.

Kenapa event dan cutscene ini signifikan? Karena di awal tahun 2000-an, panduan seperti video YouTube dan Wiki tidak ada. Kamu mungkin memicu event yang tidak didapatkan temanmu, dan juga sebaliknya. Artinya ketika bertemu kamu bisa saling sharing pengalaman masing-masing. Pada akhirnya Harvest Moon: Back to Nature jadi bahan obrolan, entah itu saling menceritakan pengalaman atau berbagi ilmu.

Pionir Sebuah Genre

nostalbimgot-harvest-moon-back-to-nature-ellie

Harvest Moon: Back to Nature memang bukanlah game yang sempurna. Bahkan versi remake-nya, Stories of Seasons: Friends of Mineral Town, tidak lebih baik dibanding game dengan genre sama seperti Stardew Valley atau seri Rune Factory.

Tapi tanpa Harvest Moon: Back to Nature, Stardew Valley dan game serupa tidak akan pernah ada. Tanpa game ini, genre farm simulation tidak akan pernah ada dan berinovasi. Artinya terlepas dari kekurangannya, Harvest Moon: Back to Nature adalah pionir yang membuat genre farm simulation ada.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kaoru

Hmmm...