Mengenal Final Fantasy XI, Game Online dari Era PS2 yang Masih Berjaya

Final Fantasy XI sudah beroperasi selama 18 tahun, dan masih dimainkan oleh banyak orang. Apa yang membuat mereka begitu setia pada game ini?


Untuk sebagian pembaca Gimbot, judul artikel ini mungkin terasa agak aneh untuk dibaca. Game online, di era PS2? Memangnya sudah ada game online di zaman itu? Bagaimana caranya main game online di PS2?

Fakta yang banyak tidak diketahui oleh pemain PS2 adalah bahwa console ini memiliki sebuah colokan LAN atau Ethernet di mesinnya. Kamu dapat menghubungkan colokan ini ke sebuah modem untuk terhubung dengan internet, dan memainkan beberapa game online di platform ini. Malah sebetulnya PS2 bukan console pertama di dunia yang bisa online, karena Dreamcast sudah melakukannya lebih dahulu.

BACA JUGA: Setelah Final Fantasy VII, Inilah 5 Game Era PS1 yang Perlu Mendapat Remake

Jumlah game online di era PS2 memang tidak sebanyak console zaman sekarang, namun ada beberapa yang sempat sangat populer dan bertahan untuk waktu lama. Salah satunya Final Fantasy XI yang bahkan masih hidup dan banyak dimainkan orang sampai sekarang! Padahal game ini usianya telah mencapai 18 tahun. Server untuk versi PS2 dan Xbox 360 sudah ditutup, namun versi PC masih bisa kamu beli dan mainkan.

Sumber: Square Enix

Berhubung Final Fantasy XI tidak begitu populer di Indonesia, kali ini Gimbot akan mengajakmu berkenalan dengannya. Siapa tahu dari sini kamu bisa tertarik untuk mencoba, atau sekadar menambah wawasan tentang sejarah Final Fantasy.

Dunia Baru Bernama Vana’diel

Final Fantasy adalah franchise RPG yang berhasil meraih kesuksesan besar di era PS1. Baik Final Fantasy VII yang merevolusi wajah dunia video game, maupun Final Fantasy VIII yang menciptakan tren video sinematik super realistis, keduanya sama-sama laku keras. Ini memberikan kesempatan pada Squaresoft (nama developer Final Fantasy sebelum merger dengan Enix) untuk meluncurkan proyek-proyek yang lebih ambisius dan eksperimental.

Di tahun 2000, Squaresoft mengungkap bukan hanya satu, bukan juga dua, melainkan tiga proyek sekaligus. Final Fantasy IX, yang akan meninggalkan setting modern dan kembali ke “akar” Final Fantasy dengan nuansa medieval. Final Fantasy X, entri baru untuk PS2 yang akan menghadirkan cerita beraroma Asia dan grafis full 3D. Kemudian terakhir, Final Fantasy XI, sebuah MMORPG.

Sumber: Square Enix

Final Fantasy IX dan Final Fantasy X langsung disambut penggemar dengan suka cita, namun Final Fantasy XI sempat membuat orang kebingungan. Mengapa tiba-tiba Final Fantasy jadi game online? Banyak penggemar tidak suka dengan langkah Squaresoft ini, malah mengusulkan agar judulnya diganti saja dan tidak dianggap sebagai bagian dari seri utama Final Fantasy. Tapi Squaresoft tetap pada pendiriannya, dan meluncurkan Final Fantasy XI dengan dunianya yang bernama Vana’diel.

Konon, ide mengembangkan game online ini muncul ketika Hironobu Sakaguchi (produser seri Final Fantasy) sedang berada di Hawaii dan menemukan MMORPG buatan barat, seperti EverQuest. Pada awalnya Squaresoft bahkan berencana untuk memasukkan fitur-fitur online ke Final Fantasy X, namun karena keterbatasan teknologi, fitur online baru bisa diwujudkan di Final Fantasy XI.

Harga Mahal Sebuah Hiburan

Final Fantasy XI adalah game yang sangat besar dan mewah. Besar, karena selama nyaris dua dekade perjalanannya game ini telah mendapatkan hingga 12 ekspansi atau add-on. Ekspansi terakhir dirilis pada tahun 2015 dengan judul Rhapsodies of Vana’diel, dan merupakan penutup dari seluruh cerita utama Final Fantasy XI.

Sumber: Square Enix

Mewah, maksudnya game ini memiliki sejumlah fitur yang sangat canggih bahkan untuk ukuran zaman sekarang. Final Fantasy XI adalah game online pertama di dunia yang pemainnya dapat bermain bersama lintas platform. Pemain PS2 bisa bermain bersama pemain versi PC, bahkan game ini bisa dimainkan di PS3 dengan backward compatibility. Game ini juga menyediakan berbagai pilihan terjemahan bahasa, menumbuhkan komunitas penggemar yang menyatu dari berbagai penjuru dunia.

Merawat dan mempertahankan sebuah game online dengan fitur seperti ini jelas butuh biaya banyak. Karena itulah, di samping penjualannya sebagai game premium, Final Fantasy XI juga menarik biaya langganan bulanan pada semua pemainnya. Pemain juga harus membayar iuran tambahan apabila mereka ingin menciptakan karakter baru. Saat ini, biaya langganan Final Fantasy XI adalah US$11,95 (sekitar Rp170.000) ditambah US$1 per karakter tiap bulannya.

Mengingat pengguna game PS2 orisinal di Indonesia sangat sedikit, ditambah lagi dengan adanya biaya langganan itu, bisa dimengerti bila Final Fantasy XI tidak banyak dikenal di negara kita. Square Enix mempertahankan sistem berlangganan serupa di Final Fantasy XIV, dan itu adalah kunci penting yang memungkinkan Square Enix untuk terus menjaga kualitas serta memberikan konten menarik di game online mereka.

Sumber: Square Enix

Kesetiaan yang Tak Kunjung Pudar

Final Fantasy XI sudah berusia 18 tahun, kenapa masih banyak orang memainkannya? Jawaban pertanyaan ini ada dalam wawancara Siliconera dengan staf Square Enix beberapa waktu lalu. Lucunya, ternyata Square Enix tidak pernah merencanakan Final Fantasy XI untuk berjalan hingga selama ini!

Produser Final Fantasy XI, Akihiko Matsui, mengatakan bahwa sebetulnya ketika game ini pertama kali dirilis, ada sejumlah hal yang ia rasa belum selesai dikembangkan. Namun para developer terus memberikan update dan mengembangkan konten baru untuk memperbaikinya. Menurut Matsui, selama para developer terus mempertahankan passion terhadap game buatan mereka, dan perusahaan mau memberikan dukungan juga, sebuah MMORPG akan bisa terus beroperasi untuk waktu yang lama.

Square Enix juga pernah melakukan polling untuk memantau demografi pemain Final Fantasy XI, dan ternyata saat ini pemain paling banyak datang dari usia 30 dan 40 tahunan. Ini menunjukkan bahwa kebanyakan mereka memang adalah pemain lama yang terus setia. Game ini juga populer di kalangan perempuan, dan banyak pemain Final Fantasy XI menghabiskan waktu untuk bermain bersama dengan pasangannya di dunia nyata.

Sumber: Square Enix

Satu hal unik lagi di kalangan pemain Final Fantasy XI menurut Matsui, adalah bahwa komunitas pemain game ini terkenal sangat baik pada sesama. Mungkin karena adanya sistem langganan dan dukungan kuat dari developer, Final Fantasy XI akhirnya menjadi sebuah ruang virtual yang nyaman dan positif sehingga para pemain betah berada di sana untuk waktu lama. Beda dari MMORPG free-to-play di mana siapa saja bisa masuk lalu membuat suasana komunitas jadi toxic.

Warisan Generasi Masa Depan

Perjalanan 18 tahun bukanlah perjalanan yang singkat, dan kini kita mungkin bertanya-tanya, “Sampai kapan Final Fantasy XI akan berjalan?” Apalagi mengingat sekarang Square Enix sudah punya produk MMORPG yang lebih modern, yaitu Final Fantasy XIV. Square Enix tidak memberi gambaran pasti, namun mereka mengakui bahwa semakin lama, Final Fantasy XI jadi semakin sulit untuk dikembangkan lebih lanjut.

Director Final Fantasy XI, Yoji Fujito, berkata bahwa kesulitan itu terutama muncul dari segi teknis. Misalnya kesulitan untuk memberikan antarmuka baru, atau mempercantik tampilan visual. Final Fantasy XI adalah game dari tahun 2002, dan Square Enix tidak bisa mengganti engine di dalamnya begitu saja. Butuh usaha ekstra untuk menjaga supaya game ini tetap bisa bersaing dengan game modern yang ada di pasaran.

Sumber: Square Enix

Ke depannya, Square Enix berencana untuk mengadakan event khusus dalam rangka memperingati ulang tahun Final Fantasy XI ke-20. Mereka juga ingin memberikan konten cerita tambahan di dalamnya, namun dengan skala yang lebih kecil. Pengembangan baru ini cukup sulit mengingat saat ini sedang terjadi pandemi, akan tetapi Square Enix yakin mereka bisa melakukannya.

Pada tahun 2015 silam Square Enix juga pernah mengumumkan proyek untuk memboyong Final Fantasy XI ke platform mobile. Bila proyek ini jadi diluncurkan, Final Fantasy XI akan mendapat napas baru yang membuatnya bisa hidup lebih lama. Namun sayangnya hingga sekarang masih belum ada kabar tentang kelanjutannya.

Tempat Nongkrong Klub Eksklusif

Sumber: Square Enix

Final Fantasy XI boleh jadi bukan game online paling besar yang ada di dunia, akan tetapi game ini masih dicintai oleh banyak orang. Bagi mereka yang masih terus bermain hingga sekarang, Final Fantasy XI jadi semacam tempat berkumpul eksklusif untuk sebuah komunitas yang memiliki kesamaan minat. Entah sampai kapan Final Fantasy XI akan bertahan, yang jelas ketika game ini tutup nanti, pasti keberadaannya akan banyak dirindukan.

Kalau kamu tertarik untuk mencoba Final Fantasy XI, kamu dapat membelinya melalui toko resmi Square Enix dengan harga US$29,99 (atau US$9,99 bila sedang diskon). Walaupun usianya sudah 18 tahun, mungkin saja kamu bisa menemukan kesenangan tersendiri di dalamnya.


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.