Dibandingkan dengan nama klasik seperti Metroid, Final Fantasy, Halo, atau Counter-Strike, Splatoon jelas tergolong masih muda. Tapi untuk serial yang masih berusia di bawah 10 tahun, Splatoon adalah salah satu nama baru yang paling sukses di dunia game saat ini. Terbukti, game terbarunya yaitu Splatoon 3 berhasil memecahkan rekor dengan terjual 3,45 juta unit di Jepang hanya dalam waktu tiga hari.
BACA JUGA: Genshin Impact akan Hadirkan Mode Permanen Baru: TCG
Sukses Splatoon juga tergolong unik karena berada di genre shooter. Tapi dibandingkan dengan game lain di genre serupa, Splatoon hadir dengan ide yang jauh berbeda dan benar-benar unik.
Menjadi Family Friendly Dengan Tinta

Umumnya, game shooter, baik itu third person maupun first person, identik dengan tema militer atau perang. Bahkan jika dibumbui dengan tema unik seperti fantasi atau alien, kamu biasanya tetap mengalahkan musuh dengan peluru atau ledakan. Tema tersebut jelas jauh berbeda dengan Nintendo yang berusaha menghadirkan game yang family friendly dan cocok dimainkan oleh semua umur.
Siapa yang sangka Nintendo ternyata bisa menciptakan game shooter kompetitif tapi tetap cocok untuk semua umur berkat satu mekanisme sederhana yaitu tinta.
Splatoon adalah game shooter di mana senjata semua senjatamu adalah tinta yang tidak hanya bisa melukai lawan, tapi juga mewarnai lantai dan dinding dengan tinta berwarna cerah. Agar cocok dengan tema tinta tersebut, karakter yang kamu kendalikan adalah makhluk humanoid yang bisa berubah menjadi cumi-cumi atau gurita kecil. Ini membuat Splatoon tidak terlihat punya unsur kekerasan seperti darah atau peluru. Setiap pertandingan juga akan berakhir dengan arena yang penuh dengan dua warna cerah.
Mekanisme Unik Untuk Semua Jenis Pemain

Ide besar Splatoon tidak berhenti di “mengganti peluru dengan tinta” saja. Semua mekanisme yang ada di sekitar tinta ini juga menghadirkan gameplay yang berbeda dan juga bersahabat untuk semua level keterampilan pemain.
Karaktermu bisa berenang di dalam tinta yang sesuai dengan warna tim kamu. Tidak hanya bisa bergerak lebih cepat, berenang di tinta juga membuatmu jadi tersembunyi dari pandangan lawan. Mekanisme ini membuat Splatoon punya mekanisme movement yang unik. Mengalahkan lawan bukanlah hasil dari adu akurasi, tapi melakukan manuver yang lebih cerdik dari lawan.
Memang, dalam game shooter pada umumnya, tugas awalmu adalah menguasai area permainan. Tujuannya adalah untuk mencapai objektif, membuat lawan tidak bisa bergerak leluasa, atau menjepit lawan agar bisa kamu eliminasi dengan mudah. Tapi di Splatoon, “menguasai wilayah” ini benar-benar dibawa ke permukaan karena untuk “berenang” dengan bebas, kamu harus mewarnai area permainan dengan warna tintamu.

Karena mewarnai area permainan jadi aspek yang sangat penting, Splatoon jadi cukup bersahabat untuk dimainkan oleh semua jenis pemain dalam semua level. Meskipun mengeliminasi pemain lain akan membuat permainan lebih mudah, salah satu tugas pentingmu adalah mewarnai area permainan. Jadi meksipun kamu tidak mahir bermain game shooter menggunakan controller, kamu tetap berkontribusi hanya dengan mewarna area permainan dengan tinta.
Penekanan di mekanisme ini juga terlihat di mode permainan dan juga pilihan senjata yang tersedia. Semua mode permainan di Splatoon menekankan kedua tim untuk mewarnai area permainan. Senjata pun sama, ada yang efektif untuk berduel dan mengeliminasi pemain, tapi tidak sedikit juga yang bisa mewarna area dengan cepat. Sekali lagi, semua pemain selalu bisa menikmati permainan dan memberikan kontribusi terlepas dari level mereka sebagai pemain.
Keren dan Penuh Gaya

Splatoon tidak hanya memanfaatkan ide tinta mereka di gameplay saja. Nintendo menganggap bahwa tinta dan menembakkan tinta ke dinding dan lantai identik dengan graffiti. Asosiasi tersebut kemudian dibawa ke tema dan visual Splatoon secara keseluruhan.
Semua elemen permainan dalam Splatoon identik dengan fashion dan musik yang penuh gaya. Membeli pakaian dan tampil sekeren mungkin adalah salah satu hal terpenting yang harus kamu lakukan dalam permainan. Rock jadi genre yang akan sering kamu dengar ketika bertanding. Tidak hanya itu, hub utama dalam game merupakan daerah pertokoan di kota besar di mana banyak anak-anak muda berkumpul dan nongkorong dan punya artis yang jadi idola lokalnya. Ke manapun kamu melihat, Splatoon selalu terlihat keren.
Spesies yang menjadi penghuni game Splatoon juga tidak sekadar dipasang begitu saja. Perlahan, lore atau asal usul mengenai dunia Splatoon juga perlahan diungkap. Jika kamu bermain story mode, kamu akan melihat banyak elemen yang membuat dunia di serial ini jadi jauh lebih menarik.
Meskipun hadir di pengujung usia WiiU yang tergolong tidak sukses, Splatoon pertama tetap tergolong sukses. Game pertama tersebut sukses terjual sebanyak 4,95 unit. Angka tersebut setara dengan lebih dari 30 persen jumlah console WiiU yang terjual di seluruh dunia. Tidak heran jika Nintendo percaya dengan game ini dan menghadirkan sekuel di Nintendo Switch sampai dua kali. Sejauh ini, keyakinan mereka terbukti, dan sepertinya Splatoon akan tetap menjadi salah satu franchise andalan baru Nintendo dalam waktu yang cukup lama.
