Electronic Arts (EA). Mendengar nama yang satu ini boleh bisa dibilang bikin jengkel buat kebanyakan gamer. Saya sendiri memang bukan pendukung fanatik EA tapi juga bukan pembenci EA. Posisi saya yang seperti ini bisa dibilang seperti perahu di tengah badai. Terkadang saya kagum dengan game EA tapi terkadang saya kesal dengan game EA.
Need for Speed: Payback dan Anthem menjadi game yang cukup tidak saya sukai. Need for Speed: Payback bikin jengkel karena mikrotransaksinya yang cukup sadis. Sedangkan Anthem, EA menjual sebuah game yang kurang matang.
BACA JUGA: [OPINI] Alasan Lo Semua Wajib Lirik eFootball PES 2020
Selain bentukan game yang memang jauh dari kata sempurna, EA juga terkenal dengan mikrotransaksinya yang sadis. Lagi-lagi, untuk urusan yang satu ini saya tidak peduli. Urusan mikrotransaksi ibarat mencari wanita. Kalian suka, kalian gas sedangkan jika tidak suka, maka tinggalkan.
Meski dibenci sana-sini dan selalu bikin orang kesal, EA tanpa diduga membuat sebuah bisnis model yang cukup fresh dan cocok untuk mayoritas gamer bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia khususnya pengguna console. Ya, EA memperkenalkan EA Access.
EA Access dirilis pada 25 Juli 2019 untuk console, PlayStation 4 (di Xbox One sudah duluan). Yang jadi pertanyaan adalah EA Access itu apa? Bisa dibilang, EA Access adalah kalian berlangganan game-game yang ada di library milik EA. Bisa harian, bulanan, dan tahunan. Tapi ketika langganan kalian habis, kalian tidak bisa mengakses library tersebut.
Di 2019, model bisnis seperti ini bisa dikatakan tepat apalagi diluncurkan di console sekelas PlayStation. Saya harus akui, EA wajib dipuji, wajib diapresiasi usahanya. Kenapa? Kita bakal membahas ini.
Cocok Buat Gamer Kere Hore
Gamer berbujet tipis atau kere hore bisa dibilang tidak mampu selalu membeli game–game terbaru. Ya, game EA khususnya hampir selalu dibanderol dengan harga premium yakni di atas Rp600 ribu. Di situlah akhirnya EA Access menjadi pilihan dengan memberikan kalian akses untuk game-game mereka baik itu game baru atau game lama. Keren? Jelas.
Saat meluncurkan layanan ini untuk PlayStation 4, EA menjanjikan bahwa FIFA 20 bakal hadir dalam layanan ini. Dengan harga yang cukup terjangkau yakni Rp362 ribu/tahun, lebih mantap memilih EA Access daripada membeli FIFA 20 yang dibanderol sekitar Rp700 ribuan.
Memberikan pilihan kepada gamer kere hore tentu merupakan langkah yang bijaksana bagi seorang EA. Faktor yang satu ini membuat layanan EA Access wajib sekali dipuji!
Cocok Buat Gamer yang Waktu Bermainnya Sempit
Semakin dewasa seseorang, semakin sempit waktu bermain game kecuali mereka memang seorang Youtuber gaming atau memang bekerja yang tiap harinya main game. Buat orang kantoran yang kerja di bank, PNS, atau segala pekerjaan di luar game, sudah jelas bahwa bermain game adalah hal yang mewah.
Dengan waktu sempit, membeli satu buah game seharga Rp700 ribu bakal sangat disayangkan. Alasannya, selain susah menamatkannya, nantinya bakal ada game-game terbaru lainnya yang meluncur dan akhirnya menggoda kita untuk membelinya. Bahkan untuk game lawas pun kita bisa tergoda.
Akhirnya, satu tak ditamatkan, dua tak ditamatkan, dan malah menjadi ajang buang-buang uang yang tak berkesudahan. Sebagai orang yang susah mencari waktu main game, saya harus memuji EA Access dan terima kasih sudah meluncurkannya di PlayStation 4.
BACA JUGA: Diablo Pertama Kini Bisa Kalian Mainkan Hanya Lewat Web Browser
EA Access membuat gamer dengan waktu sempit bisa memiliki banyak game sekaligus meski hanya game-game EA. Jika satu game tamat, mereka bisa menamatkan yang lain serta memberikan banyak sekali pilihan.
Saya ambil contoh. Si A bosan main Need for Speed, jika tidak suka, si A bisa memainkan Battlefield V, jika tidak suka lagi, maka si A bisa memainkan Anthem. Tak ada pemborosan tentunya karena kalian hanya sekali bayar untuk memainkan game-game tersebut.
Harga yang Bersaing
Ketika pertama kali diluncurkan, saya sempat kaget dengan harga Rp362 ribu/tahun untuk berlangganan EA Access. Kaget karena senang bahwa harga tersebut masih berada di kisaran Rp300 ribu. Ini artinya, EA memukul telak PSN yang harganya sudah naik menjadi Rp500 ribuan/tahun.
Dengan harga Rp362 ribu, EA Access sangat bersaing dari segi harga baik dengan game atau layanan serupa lainnya semisal PSN atau Xbox Game Pass. Ini artinya, gamer jadi memiliki banyak pilihan dalam menentukan layanan yang mereka pilih.
Beda cerita jika EA Access ini dibanderol harga Rp600ribuan. Saya bakal memakai layanan ini! Hahaha.
Mantap Buat Gamer yang Skeptis Terhadap EA
Jangan beli game-game EA. Begitulah orang-orang berkomentar di berbagai forum. Tapi buat saya pribadi, jika kalian skeptis pada EA, EA Access bakal menjadi pilihan menarik. Kenapa? Kalian bisa menilai nantinya apakah sebuah game EA yang ingin kalian beli itu cocok, berkualitas, atau justru ampas. Memang cost yang dikeluarkan dua kali (beli EA Access + beli gamenya jika bagus).
Tapi dengan begini, kalian setidaknya bisa tahu kualitas game yang ditawarkan hingga satu tahun ke depan. Jika puas, kalian lantas bisa membelinya. Apalagi jika tidak salah, EA menyuntikkan early access plus demo jika kalian berlangganan EA Access.
Akhir Kata
EA Access adalah layanan yang cukup dahsyat menurut saya pribadi apalagi layanan ini dengan percaya diri didistribusikan untuk pengguna PlayStation 4. Dengan begini, gamer bisa memiliki banyak sekali pilihan game EA yang dimainkan baik yang lawas maupun yang baru.
Booming-nya EA Access juga memberikan harapan jika nantinya ada layanan serupa dari berbagai publisher untuk akhirnya diluncurkan di console.
