Menciptakan sebuah game yang solid bukanlah perkara mudah. Pasalnya dibutuhkan riset dan pendalaman yang tak sebentar. Belum lagi developer terkadang harus berkomunikasi dengan forum-forum game agar mengetahui mayoritas keinginan dari para gamer itu sendiri agar game mereka disukai.
Kini Assassin’s Creed Valhalla yang diumumkan Ubisoft beberapa saat lalu mungkin sedang dalam keadaan deg-degan. Pasalnya Ubisoft kerap mendapatkan komplain dari para gamer karena memasukan sejumlah mekanisme yang eksekusinya kurang menarik di Assassin’s Creed Odyssey (game Assassin’s Creed terakhir sebelum Valhalla diluncurkan).
Ubisoft bahkan sudah menegaskan jika lingkup Assassin’s Creed Valhalla akan dibuat sekecil mungkin dibandingkan Odyssey yang memiliki map cukup luas dan kerap dikomplain oleh gamer. Setidaknya, jika bicara mekanisme, ada beberapa mekanisme Assassin’s Creed Odyssey yang diharapkan diperbaiki secara masif jika ingin dibawa di Assassin’s Creed Valhalla.
1. Sistem Grinding XP yang Parah

Assassin’s Creed Odyssey datang dan disambut dengan banyak komentar positif. Namun ada satu hal yang dianggap konyol di mana kalian harus melakukan grinding XP, bahkan kalian bisa mempercepat progress mendapatkan XP melalui mikrotransaksi sebesar US$10. Dengan begitu, kalian bakal cepat mendapatkan XP tanpa grinding.
Lantas bagaimana jika kalian memilih grinding? Mayoritas gamer mengatakan bahwa grinding yang ada di game ini cukup luar biasa. Butuh waktu yang sangat banyak agar kalian bisa mendapatkan XP lewat menyelesaikan berbagai misi yang ada. Grinding terus menerus apalagi dengan adanya mikrotransaksi diharapkan tak dihadirkan di Assassin’s Creed Valhalla.
2. Mekanisme Tarung yang Serupa

Salah satu keunikan yang membuat Assassin’s Creed Odyssey asyik di awal-awal adalah adanya pertempuran dalam kelompok besar. Namun seiring berjalannya waktu, ini akan terasa membosankan karena pertarungan seperti di template saja.
Assassin’s Creed Valhalla sendiri bakal fokus untuk membuat sebuah pertempuran besar tentunya. Namun harapannya adalah mekanisme yang dibawa lebih solid dan lebih fun khususnya jika dilakukan dalam waktu yang terus menerus. Harapannya aksi lebih tegang dan lebih chaos tentunya.
BACA JUGA: Spoiler Alert! Ini 5 Antagonis yang Membunuh Karakter Penting di Video Game
Karena jika ada sedikit modifikasi dalam pertarungan gerombol, tentu Assassin’s Creed Valhalla akan dipuji. Tapi itupun jika pengimplementasianya sempurna ya!
3. Mengedepankan Kualitas Misi daripada Kuantitas

Assassin’s Creed Series memiliki kelemahan yang rasa-rasanya terus terulang. Hal ini ada pada pengimplementasian misi yang terkesan monoton dan lebih menonjolkan sisi kuantitas dibandingkan kualitas yang dimiliki. Ubisoft seakan lebih memilih memiliki banyak misi daripada memperhatikan jumlahnya yang sedikit namun dengan kualitas yang baik. Tahu kan apa yang membuat The Witcher 3: Wild Hunt menjadi fenomena? CD Projekt lebih fokus pada kualitas misi terutama misi sampingan dibandingkan memperbanyak jumlahnya.
Misi sampingan di sana terasa seperti misi utama dengan lore-nya masing-masing. Pattern untuk beberapa misi sampingan juga sulit ditebak. Sebenarnya Assassin’s Creed Odyssey memiliki misi sampingan yang lebih baik dari pendahulunya. Namun harus dipoles sedikit lagi dan lebih mendetail lagi.
Harapannya, misi di Assassin’s Creed Valhalla lebih baik dan lebih menggairahkan.
4. Unsur Parkour yang Setengah Matang
Salah satu kesalahan yang harusnya tak terulang di Assassin’s Creed Odyssey adalah bahwa di game ini parkour digarap setengah matang. Kenapa demikian? Karena Ubisoft seakan bingung bahwa apa yang mau dipanjat sementara di era Odyssey berada, tidak ada gedung pencakar langit yang menarik untuk dipanjat.
Bahkan ada beberapa pergerakan yang dirasa kurang realistis sehingga membuat fans geram. Jika mekanisme seperti ini masih dipertahankan, kemungkinan Assassin’s Creed Valhalla juga bakal mendapatkan komentar serupa yaitu dicaci maki fans.
Sekarang tinggal memilih untuk mempertahankan parkour yang setengah-setengah itu atau menghilangkannya dan menjadi sesuatu yang minor saja. Mengingat di era Viking berada, stealth dan gedung pencakar langit adalah sesuatu yang tidak begitu bagus diimplementasikan.
Viking sendiri terkenal bertarung tanpa stealth!
5. Naval Combat yang Begitu-gitu Saja
Naval combat atau pertarungan kapal menjadi salah satu terobosan yang paling menarik di keseluruhan seri Assassin’s Creed. Namun sepertinya Ubisoft harus mengkaji ulang mekanisme ini agar tak terlihat kurang relevan di game selanjutnya termasuk Assassin’s Creed Valhalla jika memang ada pertarungan kapal di game ini.
Bersinar di Assassin’s Creed IV: Black Flag, pertarungan kapal harus diakui digarap begitu-begitu saja. Yang membedakan hanyalah sistem level yang disematkan di naval combat versi Odyssey. Sedangkan rasa dan mekanismenya masih sama seperti dulu.
Di sini Ubisoft harus melakukan terobosan baru agar membuat naval combat yang ada terlihat berbeda dan sangat menarik tidak hanya dari unsur visual dan sistem level saja yang dibuat berbeda.
Kesimpulan
Kelima mekanisme tersebut memang sejatinya akan susah dihindari di Assassin’s Creed kekinian. Namun Ubisoft pasti bisa memolesnya agar menjadi sebuah mekanisme solid yang lebih baik dan tak mengeksekusinya seperti pada Assassin’s Creed Odyssey. Khusus untuk misi sampingan diharapkan lebih detail dari sebelumnya.
Kita lihat apakah mempersempit map di Valhalla bisa membuat Ubisoft melakukan perbaikan agar menjadikan Valhalla sebagai game yang solid? Kita tunggu saja.
