Kabar kurang menyenangkan datang bagi kalian yang sudah lama mengincar perangkat handheld gaming populer milik Valve. Setelah sempat mengalami kelangkaan, Steam Deck OLED kini memang sudah kembali tersedia di pasaran, namun calon pembeli harus siap merogoh kocek yang jauh lebih dalam akibat adanya lonjakan harga yang sangat signifikan.
Tidak tanggung-tanggung, Valve menaikkan harga Steam Deck OLED varian 512GB dari yang semula $549 menjadi $789 (naik $240 atau sekitar 43%). Sementara itu, untuk varian tertinggi 1TB, harganya melonjak drastis dari $649 menjadi $949 (naik $300 atau sekitar 46%).

Pihak Valve menjelaskan bahwa meroketnya harga ini disebabkan oleh kelangkaan pasokan memori dan penyimpanan secara global. Booming teknologi AI membuat perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan raksasa memborong habis produksi RAM dan NAND flash untuk kebutuhan bulanan mereka. Akibatnya, produsen perangkat keras konsumen seperti Valve harus berebut sisa inventaris dengan harga modal yang jauh lebih tinggi.
Sebelumnya, Valve sendiri sudah sempat memberikan peringatan pada Februari 2026 bahwa pasokan Steam Deck OLED akan tersendat di beberapa wilayah akibat krisis komponen ini.
Berikut adalah rincian perubahan harga lini Steam Deck OLED terbaru:
| Model | Harga Lama | Harga Baru | Kenaikan |
| 512GB OLED | $549 | $789 | +$240 (43%) |
| 1TB OLED | $649 | $949 | +$300 (46%) |
| Refurbished 512GB OLED | – | $629 | – |
| Refurbished 1TB OLED | – | $759 | – |
Catatan Tambahan: Bahkan unit refurbished untuk model OLED sekarang harganya ikutan naik dan terpantau lebih mahal daripada harga rilis baru unit originalnya dulu. Jika kalian mencari opsi paling ekonomis, unit refurbished model LCD (64GB seharga $279 dan 256GB seharga $319) bisa menjadi alternatif karena belum terkena dampak kenaikan harga ini.
Langkah Valve menaikkan harga ini sebenarnya bukan yang pertama. Distributor resmi mereka untuk wilayah Asia, KOMODO, sudah lebih dulu menaikkan harga Steam Deck di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan pada Maret 2026 kemarin gara-gara masalah biaya logistik dan nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan.

Kenaikan harga ini juga sejalan dengan tren suram industri konsol gim di tahun 2026, di mana semua perangkat keras gaming terpantau makin mahal. Sebagai perbandingan, Sony sudah menaikkan harga PlayStation 5 pada April 2026 kemarin (Standard model menjadi $649.99 dan PS5 Pro menyentuh $899.99), sementara Nintendo juga dirumorkan bakal memasang harga yang lebih tinggi untuk Switch 2 akhir tahun nanti.
Mengingat krisis kelangkaan memori ini diprediksi masih akan terus menjepit jalur suplai, tekanan harga tinggi pada gadget gaming sepertinya masih akan terus bertahan di sepanjang tahun 2026 ini.
