Kontroversial, Edisi Fisik GTA VI di Jepang Ternyata Punya Masa Kedaluwarsa 170 Hari


Buat apa masa kaladuwarsa ini diterapkan?

Kehadiran fisik Grand Theft Auto VI (GTA VI) di wilayah Jepang kembali memicu kontroversi hangat di kalangan komunitas gamer global.

Berdasarkan temuan kolumnis Power Unlimited, Genki, yang membagikan detail dari lembaran disclaimer resmi PlayStation, edisi fisik GTA VI—yang hadir dalam format kontroversial berupa kode unduhan dalam kotak—di Jepang ternyata dilengkapi dengan masa kedaluwarsa selama 170 hari sejak tanggal peluncurannya pada 19 November 2026.

Ini berarti, para pembeli di Jepang wajib segera menukarkan kode unduhan tersebut sebelum masa berlakunya habis, atau kode tersebut akan hangus dan tidak dapat digunakan.

Aturan pembatasan waktu ini ternyata bukan tanpa alasan, melainkan bentuk kepatuhan terhadap regulasi lokal di Jepang, yakni Undang-Undang Layanan Pembayaran. Undang-undang tersebut dirancang untuk melindungi konsumen dari penipisan produk prabayar dengan mewajibkan perusahaan menerbitkan jaminan keamanan dana atau menyetor deposit.

Namun, perusahaan dapat menghindari kewajiban deposit tersebut dengan cara menetapkan masa kedaluwarsa kurang dari enam bulan serta mengungkapkannya secara transparan kepada konsumen—sebuah celah regulasi yang tampaknya dipilih oleh pihak penerbit dan retailer di Jepang.

Kendati kebijakan ini murni mengikuti koridor hukum setempat, keputusan tersebut semakin memperkeruh citra publik terhadap langkah PlayStation yang menggantikan disc murni dengan kode unduhan digital untuk GTA VI.

Situasi ini sekaligus menimbulkan tanda tanya besar di kalangan penggemar mengenai bagaimana para pedagang di Jepang nantinya akan mengelola pasokan edisi fisik tersebut setelah kode-kode di dalamnya mulai kedaluwarsa, terlebih di tengah transisi industri yang juga berencana menyetop total produksi media fisik global mulai Januari 2028 mendatang.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.