Kehadiran fisik Grand Theft Auto VI (GTA VI) di wilayah Jepang kembali memicu kontroversi hangat di kalangan komunitas gamer global.
Berdasarkan temuan kolumnis Power Unlimited, Genki, yang membagikan detail dari lembaran disclaimer resmi PlayStation, edisi fisik GTA VI—yang hadir dalam format kontroversial berupa kode unduhan dalam kotak—di Jepang ternyata dilengkapi dengan masa kedaluwarsa selama 170 hari sejak tanggal peluncurannya pada 19 November 2026.
UPDATE: It has been confirmed that in Japan the Grand Theft Auto VI physical version download code in a box WILL expire after 170 days due to regional regulations!
— Genki✨ (@Genki_JPN) July 27, 2026
The reason is the Japan “Payment Services Act” that states companies selling prepaid payments must register and… https://t.co/pwDjh8yvfG pic.twitter.com/TJVpiP04kc
Ini berarti, para pembeli di Jepang wajib segera menukarkan kode unduhan tersebut sebelum masa berlakunya habis, atau kode tersebut akan hangus dan tidak dapat digunakan.
Aturan pembatasan waktu ini ternyata bukan tanpa alasan, melainkan bentuk kepatuhan terhadap regulasi lokal di Jepang, yakni Undang-Undang Layanan Pembayaran. Undang-undang tersebut dirancang untuk melindungi konsumen dari penipisan produk prabayar dengan mewajibkan perusahaan menerbitkan jaminan keamanan dana atau menyetor deposit.
Namun, perusahaan dapat menghindari kewajiban deposit tersebut dengan cara menetapkan masa kedaluwarsa kurang dari enam bulan serta mengungkapkannya secara transparan kepada konsumen—sebuah celah regulasi yang tampaknya dipilih oleh pihak penerbit dan retailer di Jepang.

Kendati kebijakan ini murni mengikuti koridor hukum setempat, keputusan tersebut semakin memperkeruh citra publik terhadap langkah PlayStation yang menggantikan disc murni dengan kode unduhan digital untuk GTA VI.
Situasi ini sekaligus menimbulkan tanda tanya besar di kalangan penggemar mengenai bagaimana para pedagang di Jepang nantinya akan mengelola pasokan edisi fisik tersebut setelah kode-kode di dalamnya mulai kedaluwarsa, terlebih di tengah transisi industri yang juga berencana menyetop total produksi media fisik global mulai Januari 2028 mendatang.
