Inilah Alasan Mengapa Overwatch 2 Dibenci di Steam


Hanya dalam tiga hari, Overwatch 2 jadi game dengan review terendah di Steam. Tapi ini bukan sekadar karena review-bomb asal saja.

kenapa-overwatch-2-dibenci-steam-featured

Overwatch 2 akhirnya rilis tanggal 10 Agustus 2023 lalu. Sebenarnya perilisan ini tidak berpengaruh apa-apa karena game ini sendiri memang bisa dimainkan secara gratis. Namun hanya dalam tiga hari, game buatan Blizzard ini memecahkan rekor menjadi game dengan review terburuk di Steam yaitu dengan skor positif hanya sembilan persen saja.

Tidak bisa dipungkiri bahwa mayoritas review tersebut adalah imbas dari review-bomb. Pertanyaannya adalah apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa game dari developer besar justru dibenci oleh sangat banyak orang?

Memberikan Janji Palsu

kenapa-overwatch-2-dibenci-steam-pve

Ketika pertama kali diumumkan, Overwatch 2 menjanjikan banyak hal yang menarik. Salah satu alasan mengapa game ini mendapatkan sekuel adalah hadirnya mode PvE baru. Memang, Overwatch pertama sendiri sebenarnya sudah punya mode PvE di mana kamu bermain berempat menghadapi pasukan robot jahat. Namun selain time-limited, mode tersebut hanya mengizinkan empat karakter saja tanpa modifikasi sama sekali.

Overwatch 2 dijanjikan akan menghadirkan mode PvE yang lebih kompleks. Kamu tidak hanya disuruh mengalahkan musuh yang dikendalikan AI saja. Karakter yang kamu gunakan juga punya level, skill progression, skill tree, dan beberapa modifikasi yang unik lain. Singkatnya, kamu memang diajak melakukan petualangan yang panjang menggunakan pahlawan Overwatch favoritmu dengan gayamu sendiri.

Sayangnya janji itu hanya berakhir sebagai janji saja. Bulan Mei lalu, Blizzard mengumumkan bahwa mereka membatalkan niat menghadirkan PvE seperti yang mereka janjikan.

Kamu tetap akan mendapatkan mode PvE, tapi bentuknya akan kurang lebih mirip dengan apa yang pernah kamu mainkan di Overwatch pertama.

Batalnya mode PvE itu membuat Blizzard kehilangan alasan mengapa Overwatch harus dibuatkan sekuel. Selain perubahan komposisi tim dari 6v6 jadi 5v5 dan perubahan karakter untuk mengikuti itu, Overwatch 2 tidak punya hal baru yang membuatnya berbeda dari pendahulunya.

Monetisasi yang Tidak Bersahabat

kenapa-overwatch-2-dibenci-steam-bundle

Seperti yang kami sebutkan di atas, Overwatch 2 bisa kamu mainkan secara gratis, jauh berbeda dengan Overwatch pertama yang punya harga premium alias US$60. Namun ada alasan di balik keputusan tersebut: kamu diajak untuk mengeluarkan uang ketika berada di dalam game-nya.

Blizzard menganut banyak metode monetisasi ala game gratis mulai dari in-game currency hingga Battle Pass, semuanya harus kamu beli dengan Rupiah atau uang.

Kalau metode monetisasi tersebut dibuat untuk mendapatkan item kosmetik seperti skin, mungkin ada yang memaklumi. Hanya saja Blizzard juga menghadirkan hero baru sebagai salah satu reward untuk Battle Pass mereka. Artinya kamu harus membeli Battle Pass PLUS rajin bermain untuk mendapatkan hero baru tersebut. Parahnya lagi, kalau kamu adalah pemain serius dan hero tersebut ternyata sedang meta, kamu harus melakukannya segera.

Tidak hanya itu, mode PvE alakadar yang mereka janjikan akan tetap rilis dalam waktu dekat kabarnya tidak lepas dari jeratan monetisasi ini. Agar bisa mengakses mode tersebut secara permanen, kamu harus membelinya bersama Battle Pass dengan total harga US$15.

Memang, mode ini menghadirkan total tiga misi, dan kualitas gameplay dan cerita yang dihadirkan mungkin bagus. Hanya saja harus membayar untuk bisa mengakses cerita tersebut setelah diberi janji palsu jelas tidak memberikan kesan yang positif ke pemain.

Panggung Uneg-Uneg China

Ada satu lagi alasan mengapa Overwatch 2 mendapatkan review yang sangat rendah di Steam. Alasan tersebut berasal dari satu negara yaitu China.

Buat kamu yang tidak tahu, untuk bisa rilis di China, sebuah game harus melewati proses tersendiri. Salah satu solusi untuk melewati proses tersebut adalah merangkul publisher dari China dan merilis game tersebut dalam versi yang berbeda. Singkatnya, China punya game dan server sendiri yang dikelola oleh publisher lokal.

Blizzard sendiri merangkul NetEase sebagai publisher mereka di negeri tirai bambu. Hanya saja bulan Januari 2023 lalu hubungan kedua perusahaan putus dan sepertinya tidak secara baik-baik.

Terlepas dari itu, kabar tersebut berimbas ke pemain yang ada di China. Akun Blizzard mereka dihapus begitu saja, dan karena ada di server yang berbeda dari Battle.Net biasa, tidak ada cara untuk mendapatkan akun tersebut kembali. Blizzard dan NetEase juga sepertinya tidak memberikan kompensasi apa-apa untuk pemain yang sudah menghabiskan waktu dan mungkin uang mereka di akun Battlet.Net China mereka. Ingat, akun Battle.Net tidak hanya berisi Overwatch 2 saja, tapi juga game lain seperti Hearthstone dan World of Warcraft. Bayangkan karaktermu di WoW yang sudah kamu pelihara bertahun-tahun lenyap begitu saja.

Menurut reporter Daniel Ahmad yang aktif mengamati pasar China, mayoritas review negatif Overwatch 2 di Steam berasal dari pemain-pemain China. Karena untuk pertama kalinya pemain China punya tempat untuk melakukan protes di ruang publik dan bisa dilihat oleh semua orang di seluruh dunia. Padahal, banyak pemain yang mengaku bahwa mereka suka bermain Overwatch/Overwatch 2 dan game Blizzard lainnya.


Pada akhirnya review netagif Overwatch 2 adalah kumpulan keluhan dan kekecewaan pemain yang ditumpahkan ke satu tempat. Apalagi selama tiga tahun terakhir ini, Blizzard sebagai developer juga selalu jadi sorotan berita negatif tidak hanya di Overwatch 2 tapi juga banyak game lain. Singkatnya mereka sedang menjadi target yang sangat mudah untuk dicibir dan akan dikritik habis untuk kesalahan apapun.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kaoru

Hmmm...