[OPINI] Menilik Kelebihan Proyek Game Remake dari Segi Bisnis


Di balik sebuah remake game besar, pastinya ada agenda tersendiri dari pihak publisher

Remake, kata yang satu itu sangat sering kita dengar di era PlayStation 4. Bahkan tak sedikit guyonan yang mengatakan bahwa sejatinya, console generasi kedelapan merupakan masa kejayaan game remake dan remastermeski guyonan tersebut memang ada benarnya juga.

Bagi yang belum tahu, remake adalah langkah di mana developer menghidupkan kembali game lawas mereka namun dengan perbaikan total tanpa menghilangkan fitur atau mekanisme aslinya. Salah satu contoh yang akurat adalah Resident Evil 2 Remake yang meluncur pada bulan Februari 2019.

Di situ Capcom sebagai developer tetap mempertahankan jalan cerita, karakter, dan beberapa aspek lainnya. Tapi di sisi puzzle, grafik, dan penggambaran ulang beberapa map mengalami perubahan yang cukup signifikan agar gamer menjumpai hal baru ketika memainkannya.

BACA JUGA:Game PlayStation 4 dengan Jalan Cerita Terbaik untuk Dinikmati

Remake sejatinya berbeda dengan remaster. Karena untuk remaster, biasanya developer hanya memperbaiki grafik dan di beberapa kasus, menambahkan elemen DLC yang sebelumnya harus dibeli secara terpisah.

Jika membicarakan proyek game remake, yang menjadi pertanyaan adalah apakah proyek ini memberikan banyak keuntungan bagi developer? Saya menganggapnya iya, setidaknya menurut opini saya pribadi.

Profit yang Cukup Pasti

Salah satu tujuan adanya sebuah proyek game remake adalah kepastian keuntungan finansial. Hal ini biasanya dilakukan karena memang game yang dibuat ulang tersebut, dulunya sudah mendapatkan respons yang sangat positif dari pasar.

Melakukan remake tentu membutuhkan modal yang jauh lebih besar dibandingkan remaster. Namun peluang mendapatkan keuntungannya juga besar pula.

Apa yang menyebabkan proyek remaster memiliki profit yang lebih pasti? Tentu saja yang terbesar dikarenakan faktor nostalgia dan juga faktor ingin tahu dari gamer itu sendiri.

Faktor nostalgia memainkan peranan yang besar karena biasanya developer melakukan remake kepada game yang usianya benar-benar lawas. Resident Evil 2 Remake menjadi sebuah contoh sempurna untuk sebuah proyek remake.

BACA JUGA: Ramal dan Tentukan Masa Depan di Game Singkat Buatan Mojiken, DIVINATION

Resident Evil 2 sendiri adalah game yang bagus pada masanya. Karena faktor inilah Resident Evil 2 kemudian punya basis fans yang banyak. Basis fans yang tidak sedikit ini kemudian menjadi basis dari target pasar untuk penjualan Resident Evil 2 Remake.

Hasilnya, dalam empat hari setelah perilisan, Resident Evil 2 Remake terjual tiga juta copy. Sebuah pencapaian yang tidak sedikit untuk dicapai sebuah game remake saat ini (jika dibandingkan dengan remake lainnya seperti Shadow of the Beast contohnya).

Selain faktor nostalgia, yang membuat keuntungan finansial dari proyek game remake cukup pasti adalah faktor  ingin tahu dari gamer itu sendiri. Faktor ingin tahu itu maksudnya, si gamer penasaran, apa saja elemen yang diganti dan disempurnakan oleh pihak developer.

Misalnya saja Crash Bandicoot N’Sane Trilogy. Meskipun level yang disediakan masih sama seperti versi originalnya, gamer tetap penasaran dengan grafis, easter egg, dan cheat di dalam game tersebut. Dengan begini, ada dorongan bagi gamer untuk membeli sebuah game remake terlepas dari sisi notalgia atau tidak.

Per 12 Februari 2019, Crash Bandicoot N’Sane Trilogy sudah terjual sebanyak 10 juta copy. Baik Resident Evil 2 Remake dan Crash Bandicoot N’Sane Trilogy sama-sama membuktikan bahwa proyek remake menjadi salah satu strategi yang cukup menguntungkan bagi pihak publisher.

Developer Lebih “Hemat Tenaga”

Final Fantasy VII Remake

Keuntungan kedua yang didapatkan dari developer terkait proyek game remake adalah mereka tak begitu banyak menghabiskan tenaga seperti ketika membuat IP baru atau melanjutkan sebuah franchise.

Game remake, seperti yang sudah saya bilang merupakan sebuah game lawas yang dibangkitkan kembali dengan beberapa mekanisme dan penyesuaian baru.

Pada dasarnya, game yang bakal di-remake sudah memiliki pakem yang solid dari segi cerita dan gameplay. Tugas dari developer selanjutnya adalah memperbaharui grafis agar kekinian dan mengubah mekanik gameplay sedikit (membuatnya relevan dengan mekanisme game modern).

Game yang punya cerita kuat macam Final Fantasy VII, saya prediksikan, Square Enix tak begitu banyak mengambil langkah. Sejauh ini yang diketahui dari trailer adalah Final Fantasy VII Remake sudah mengubah mekanik tempur dan juga grafis yang jauh lebih baik.

Sedangkan dari cerita, akan sedikit kemungkinannya Square Enix merombak total cerita yang sudah dibangun solid di zaman dulu.

Hal yang sama juga dilakukan Capcom di Resident Evil 2 Remake yang tetap mempertahankan mekanisme dan sensasi lawas namun dengan bumbu-bumbu kekinian. Dengan modal besar inilah developer bisa menggarap game remake dengan cepat tanpa dan modal yang terukur tanpa harus takut game remake mereka kehilangan pesona.

Tapi meski begitu, ada juga beberapa game remake yang benar-benar dirombak total dengan uang dan tenaga yang tidak sedikit. Salah satunya adalah Tomb Raider (2013) yang diubah secara total oleh Crystal Dynamics. Untuk kasus ini, label remake tidaklah berlaku baginya karena lebih cocok masuk ke ranah reboot yang berarti pembuatan ulang secara total.

Bisa Laku Tanpa Pemasaran Masif

Pemasaran atau beriklan adalah sesuatu yang tidak boleh dilewatkan oleh para developer dan publisher jika mereka telah menyelesaikan atau sedang mengerjakan proyek game. Iklan digunakan untuk membangun hype agar para gamer penasaran untuk melirik dan akhirnya membeli proyek game tersebut.

Dalam kasus proyek game remake, menurut saya pribadi, para developer memiliki keuntungan dalam cara membangun hype. Melakukan iklan sana-sini tentu membuat pihak-pihak terkait harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

Tapi untuk game remake, mereka sudah memiliki nama besar, basis fans besar, dan juga pandangan positif dari para gamer. Satu-satunya yang harus terus dilakukan adalah membangun hype melalui video teaser atau trailer di internet.

Dengan trailer serta teaser yang baik, otomatis para gamer bakal terjaring dan akhirnya menyisihkan uang mereka untuk membeli game remake itu. Dengan begini, anggaran untuk iklan bisa ditekan sedemikian rupa membuat pihak terkait lebih efektif untuk membangun dan mengeksekusi hype.

Crash Team Racing: Nitro Fueled yang bakal meluncur pada bulan Juni 2019 adalah contohnya. Game ini memberikan teaser dan sedikit gameplay yang otomatis membangun hype besar. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya postingan auto buy yang terlihat setelah Crash Team Racing: Nitro Fueled menampakkan batang hidungnya.

Pembangunan hype yang lebih mudah tentu menjadi modal yang besar bagi para developer dan publisher untuk membuat game mereka laku keras di pasaran.


Tiga keuntungan itulah yang menurut saya pribadi bisa didapatkan oleh para developer yang melakukan proyek remaster terhadap game mereka. Tapi meski begitu, nama besar sang developer dipertaruhkan di sini. Proyek remaster juga membuat developer memiliki tantangan ekstra untuk membuat game remaster yang mereka kerjakan lebih baik dari versi originalnya.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos