Laju penjualan gim terbaru garapan Capcom, Resident Evil Requiem, dilaporkan terus menunjukkan tren yang sangat positif di pasar global. Berdasarkan estimasi terbaru dari Alinea Analytics, entri utama kesembilan dalam waralaba Resident Evil ini telah mengantongi pendapatan fantastis menembus angka 500 juta Dolar AS (sekitar Rp8,96 triliun).
Capaian ini secara resmi mengukuhkan Resident Evil Requiem sebagai seri dengan laju penjualan tercepat sepanjang sejarah waralaba tersebut, bahkan kini mulai membayangi total pendapatan Resident Evil 4 Remake yang membukukan 600 juta Dolar AS dalam tiga tahun.

Platform PlayStation 5 dicatat sebagai kontributor penjualan terbesar bagi gim ini, dengan perkiraan angka penjualan mencapai 4 juta copy secara global. Menariknya, sekitar 30 persen dari total penjualan di PS5 tersebut berasal dari salinan fisik, sebuah angka yang cukup tinggi di tengah tren industri yang gencar beralih ke distribusi digital.
Tingginya permintaan salinan fisik ini membuktikan bahwa basis penggemar setia Resident Evil masih sangat menggemari koleksi bentuk fisik untuk gim-gim unggulan Capcom.
Di sisi lain, kehadiran film reboot Resident Evil terbaru arahan sutradara Zach Cregger rupanya memberikan dinamika tersendiri bagi ekosistem gimnya. Kendati film tersebut mencatatkan opening weekend tersukses dalam sejarah waralaba dengan pendapatan global melampaui 108 juta Dolar AS, efek langsungnya terhadap peningkatan penjualan Requiem terbilang relatif minim.

Peningkatan transaksi justru lebih banyak dipicu oleh strategi pemotongan harga atau diskon rutin yang secara agresif digelar oleh Capcom menjelang penayangan film tersebut di bioskop.
Walau tak mendongkrak penjualan Requiem secara drastis, popularitas film reboot tersebut terbukti ampuh mendongkrak jumlah pemain aktif pada gim-gim klasik Resident Evil lainnya. Resident Evil 2 Remake mencatatkan lonjakan pemain tertinggi hingga 48 persen di seluruh platform, disusul Resident Evil 3 Remake sebesar 25 persen.
Kesamaan latar Raccoon City antara film dan gim remake tersebut diduga menjadi alasan utama para pemain lama maupun baru kembali memainkan gim-gim bernuansa nostalgia tersebut.
