Jikalau Sekuel Mortal Kombat Shaolin Monks Dibuat, Ed Boon Ingin Gunakan Dua Karakter Ini


Siapa lagi kalau bukan mereka.

Siapa yang masih ingat dengan Mortal Kombat Shaolin Monks? salah satu game spinoff dari franchise Mortal Kombat yang dirilis pada era PlayStation 2. Berbeda dengan kebanyakan game Mortal Kombat yang selalu membawa fighting games sebagai genre utamanya. Dalam kasus game ini, kalian akan bermain game adventure dan story based.

Apa yang ditawarkan oleh Mortal Kombat Shaolin Monks tidak bisa kalian temukan dalam game Mortal Kombat yang lain.

Menggunakan Liu Kang dan Kung Lao, game ini memiliki gameplay tersendiri dengan cerita yang menarik. Itulah kenapa komunitas sangat ingin Netherealm Studios untuk membuatnya lagi dengan teknologi yang lebih modern sekarang ini.

BACA JUGA: EA Sports FC 25 Kabarnya Rilis Bulan September!

Belum lama ini, Ed Boon selaku kepala dari franchise ini telah memberikan sebuah hint kalau dia sudah punya karakter pilihannya jika suatu saat nanti mereka akan membuat sekuel dari Shaolin Monks. Secara jelas, dia mengatakan kalau Sub-Zero dan Scorpion adalah dua karakter yang akan dia pilih.

Ice and Fire, dua wajah dari franchise Mortal Kombat bisa jadi karakter utama dari game ini.

Sebelumnya, dalam Mortal Kombat Shaolin Monks sendiri mereka berdua sudah bisa kalian mainkan.

Sub-Zero dan Scorpion adalah dua karakter yang terkunci dan harus kalian unlock dengan bermain mode biasanya dengan Liu Kang dan Kung Lao. Sehingga, bisa disebut kalau mereka berdua sebenarnya sudah bisa dimainkan di game ini.

Namun, sepertinya Ed Boon punya pilihannya sendiri dan semoga saja benar suatu saat nanti mereka akan membuat sekuel dari game ini.

Sudah cukup membosankan ketika Netherealm Studio kembali merilis seri baru dari Mortal Kombat, tapi kembali membawa genre fighting. Jadi, mari kita tunggu saja apa yang akan dilakukan oleh Ed Boon dan timnya terkait hal ini.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Arshi

Full passion di jurnalistik, terutama soal video games.