Salah satu fitur menarik yang diperkenalkan di The Legend of Zelda: Tears of The Kingdom adalah Fuse. Lewat fitur ini, kamu bisa menggabungkan dua objek menjadi senjata atau membuat senjata yang lemah jadi lebih kuat. Lalu karena hampir semua hal bisa dibuat jadi senjata, kamu akan membentuk senjata dengan jenis yang berbeda.
Secara umum, senjata yang kamu buat di The Legend of Zelda: Tears of The Kingdom akan memiliki beberapa aspek unik. Ini membuat senjata yang kamu buat akan punya interaksi yang berbeda dengan lingkungan sekitar, mulai dari lawan sampai objek. Kenali perbedaannya, lalu pastikan kamu selalu siap dan membawa beberapa senjata yang penting.
Senjata Satu Tangan, Dua Tangan, dan Tombak

Ketika dipegang saat bertarung, setiap senjata melee punya tiga jenis yang berbeda yaitu senjata satu tangan, dua tangan, dan tombak.
Senjata satu tangan akan punya icon biru dan sesuai namanya bisa kamu gunakan dengan satu tangan. Artinya kamu bisa menggunakan perisai ketika menggunakan senjata ini, dan serangannya biasanya cukup cepat.
Senjata dua tangan punya icon kuning dan ketika digunakan akan membuatmu tidak bisa menggunakan perisai. Ayunan serangannya juga tergolong lambat, jadi kamu harus hati-hati dalam memilih timing menyerang.
Terakhir adalah tombak yang punya icon ungu. Senjata jenis ini juga akan kamu gunakan dengan dua tangan alias tanpa perisai.
Kekuatan serangannya mungkin tidak seberapa, tapi jaraknya sangat jauh dan bisa mengeluarkan tusukan cepat.
Kalau harus memilih, saya sendiri lebih suka menggunakan senjata satu tangan. Namun ada baiknya kamu membawa paling tidak satu senjata dua tangan dan satu tombak, terutama tombak yang bisa dilempar.
Senjata Tumpul dan Senjata Tajam

Layaknya game dengan siste combat action, senjata di The Legend of Zelda: Tears of The Kingdom terdiri dari senjata tumpul dan senjata tajam.
Senjata tajam adalah semua senjata yang menggunakan mata pisau, entah itu pedang maupun tombak.
Sementara senjata tumpul adalah palu serta senjata lain yang menyerupai alat pukul.
Kamu mungkin lebih suka membawa senjata tajam karena lebih keren dan lebih mudah dibuat menggunakan Horn.
Namun sepanjang perjalanan kamu akan menemukan musuh berbadan keras yang hanya bisa dipukul dengan palu atau senjata tumpul lainnya. Jadi kamu tetap perlu membawa senjata tumpul.
Lalu ketika melakukan eksplorasi kamu hanya bisa menebang tanaman jalar yang menghangi jalan atau menebang kayu dengan senjata tajam. Sebaliknya kamu tidak bisa memukul batu besar yang menghalangi jalan atau batu tambang tanpa senjata tumpul. Karena itu sebaiknya selalu punya senjata tajam dan tumpul yang siap digunakan meskipun kamu lebih suka menggunakn salah satunya ketika bertarung.
Besi, Batu, Kayu, dan Bahan Lainnya

Terakhir, bahan senjata yang kamu gunakan juga layak diperhitungkan. Ini karena bahan senjata tersebut juga terpengaruh dengan situasi sekitar.
Contoh, jika senjatamu punya bahan kayu, senjata tersebut akan terbakar jika menyentuh api. Jika kamu biarkan, senjata itu bisa hancur sebelum durabilitasnya habis. Senjata dari besi lebih tahan api, tapi di tengah hujan petir, besi tersebut bisa menarik petir ke arahmu. Batu sebenarnya yang paling ‘aman,’ tapi satu-satunya bahan senjata dari batu adalah batu besar yang kamu ambil di tengah jalan.
Tulang atau lebih tepatnya bagian badan monster akan kamu dapatkan setiap kali mengalahkan monster. Ada yang tahan lama, ada juga yang baru berapa kali ayun sudah hancur.
