Partisipasi Indonesia di G-Star 2020 Hasilkan Potensi Kerja Sama Bisnis Rp121 M!


Setelah keikutsertaan di G-Star 2020 secara online ini semoga game Indonesia makin dikenal di dunia internasional ya!

G-Star 2020

Pandemi Covid-19 yang masih melanda sampai detik ini membuat banyak event game tertunda, batal digelar, atau ditransisi menjadi event online. Salah satunya adalah Global Game Exhibition (G-Star) 2020 yang biasanya setiap tahun digelar di Busan, Korea Selatan. Karena masih dilanda pandemi, G-Star 2020 yang digelar pada tanggal 17 hingga 22 November 2020 lalu juga bertransisi menjadi event online

Transisi ini pun juga tidak menghambat langkah developer game Indonesia untuk berpartisipasi dalam ASEAN-Korea Online Business Meeting yang merupakan mata acara Business to Business (B2B) dalam G-Star 2020. Dengan dukungan dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, 10 developer game Indonesia pun mendapatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan bisnis dan mencari kerjasama bisnis potensial dengan pelaku industri game luar negeri melalui acara ini.

“Kami meyakini industri game akan menjadi salah satu sektor penting dalam mendukung pemulihan perdagangan di situasi pandemi COVID19,” ungkap Kasan, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan dikutip dari pernyataan resminya. “Di tengah pemberlakukan social restrictions  di seluruh dunia, permintaan akan game baik di pasar domestik maupun ekspor mengalami peningkatan,” lanjutnya

G-Star 2020
Dokumentasi suasana B2C di G-Star 2019

Kasan menambahkan mengenai pentingnya promosi industri game Indonesia untuk lebih dikenal di dunia, maka Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan selaku instansi penjuru keanggotaan Indonesia pada organisasi ASEAN – Korea Centre, melibatkan para game developer Indonesia untuk menjajaki pasar Korea Selatan melalui partisipasi pada program G-STAR 2020 Business Matching yang dilaksanakan secara online tahun ini. “Tentunya hasil yang telah dicapai pada pertemuan bisnis G-STAR, kami harapkan dapat dieksplorasi lebih dalam oleh para game developer Indonesia”, tutup Kasan.

“Di tengah pandemi yang berdampak buruk bagi ekonomi dunia, industri video game mengalami pertumbuhan drastis di tahun 2020,” ungkap Cipto Adiguno, Ketua Umum dari Asosiasi Game Indonesia (AGI). “Sebagai industri kreatif digital, batasan geografis dan logistik tidak banyak berlaku bagi produk game. Produk game dapat diproduksi di mana saja dan dipasarkan di mana saja. Oleh karena itu membangun kepercayaan serta kerja sama multinasional sangat penting untuk memaksimalkan potensi bisnis pelaku bisnis game. Menghadiri acara besar seperti G-Star tidak hanya mengembangkan bisnis para delegasi, namun juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki produk-produk yang mampu bersaing di pasar global,” lanjutnya. 

Kesepuluh developer game yang berpartisipasi dalam ajang G-Star 2020 online ini antara lain Anoman Studio, Assemblr, Digital Happiness, Gambir Studio, GameChanger Studio, Khayalan Arts, Lyto, Megaxus, Niji Games, dan XELO Digital. Selama empat hari, mereka pun mendapatkan kesempatan untuk bertemu secara virtual dengan para partner potensial untuk mengeksplorasi kerjasama di masa yang akan datang. Tercatat, kesepuluh studio ini jika dijumlah sudah mengadakan kurang lebih 125 pertemuan bisnis, dengan potensi kerjasama bisnis yang bisa dieksplorasi lebih lanjut mencapai Rp121 miliar.

Para developer game ini datang ke G-Star 2020 dengan berbagai macam target. Ada yang mencari publisher untuk game baru yang dikembangkan, ada yang mencari investasi tambahan untuk mendanai proyek yang sedang berjalan, atau mencari game untuk dipublikasikan di pasar Indonesia.

G-Star 2020
Dokumentasi pertemuan B2B di G-Star 2019

Event sekelas G-Star 2020 memberi kesempatan pertemuan bisnis dengan berbagai publisher kelas dunia seperti Koch Media, Those Awesome Guys, Another Indie dan lain-lain,” ungkap Riris Marpaung, CEO dari GameChanger Studio. “Walaupun memang event secara online masih ada beberapa hambatan seperti jadwal meeting yang jamnya berbeda beda, karena perbedaan zona waktu, dan tergantung pada kondisi internet masing masing, namun acara berjalan lancar dan kami juga masih bisa memperkenalkan bisnis kami dan melakukan beberapa meeting dengan potential partner untuk pengembangan bisnis kami kedepannya,” tambah Shafiq Husein, CEO dari Gambir Studio.

“Kami berharap dukungan seperti ini bisa terus berkesinambungan supaya dapat memajukan industri game Indonesia,” pungkas Felix Darmoko, Brand Manager & Overseas Business Development Manager dari Megaxus.

Kali Kedua di Tahun Pandemi

G-Star 2020
Dokumentasi salah satu pertemuan online dalam Devcom Digital Conference 2020

Keikutsertaan developer game Indonesia di event game internasional selama tahun 2020 lalu bukan hanya di G-Star 2020 saja. Sebelum G-Star, tepatnya di bulan Agustus 2020, 16 studio game dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia turut berpartisipasi dalam ajang Devcom Digital Conference yang merupakan sub acara dari Gamescom 2020.

Pada saat itu, keenam belas developer mencatatkan total lebih dari 300 pertemuan bisnis selama lebih dari seminggu pelaksanaan event-nya yang digelar secara online. Dari kurang lebih 300 pertemuan bisnis tersebut, tercatat ada potensi kerja sama bisnis mencapai US$17 juta atau sekitar Rp237 miliar.

Semoga keikutsertaan para developer game Indonesia di event berkelas dunia ini bisa membuat semakin banyak game Indonesia yang sukses di pasar internasional ya!


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Febrianto Nur Anwari
Part-time gamer, part-time adventurer