Setelah Akhirnya Hadir di Semua Platform, Apakah Indivisible Layak Beli atau Tidak?

Setelah rilis di Nintendo Switch April 2020 lalu, Indivisible akhirnya resmi hadir di semua platform. Tapi apakah game ini memang bagus?


indivisible-layak-beli-tidak-featured

Indivisible pertama kali rilis di bulan Oktober 2019 lalu. Sayangnya karena belum tersedia di Nintendo Switch, saya memilih untuk mengabaikan game tersebut. Tapi saya ingat beberapa orang menyebut game ini punya konsep dan mekanisme yang menarik untuk ukuran game RPG.

Bulan April 2020 lalu game ini akhirnya hadir di Nintendo Switch. Karena sedang mencari game indie yang menarik, saya memutuskan untuk mencobanya. Pertanyaannya tentu saja, apakah game ini layak beli atau tidak?

Perpaduan RGP dan Platformer

Indivisible menceritakan kisah seorang gadis remaja bernama Ajna. Saat berusaha membalas dendam atas kematian ayahnya, ia tidak sengaja melepaskan makhluk jahat. Tapi di saat yang sama, ia juga mendapatkan kekuatan yang serupa. Bersama teman-temannya, ia kemudian berpetualang untuk mengalahkan makhluk tersebut dan menyelamatkan dunia.

Tema cerita dalam game ini mungkin sudah sering kamu dengar dan sangat mudah ditebak. Tapi cerita tersebut saya cukup untuk membuat beberapa karakter punya development yang menarik, terutama sang karakter utama Ajna. Selain itu, daya tarik utama dari game ini sebenarnya ada pada gameplay-nya.

Indivisible memadukan platformer metroidvania dua dimensi dengan RPG. Saat berpetualang, kamu menjelajahi dunia dengan melompat dan melewati rintangan. Awalnya kamu hanya bisa melakukan beberapa gerakan saja seperti melompat, dash, dan melompat dari dinding. Tapi seiring permainan kamu akan mendapatkan item atau kekuatan baru untuk mencapai tempat yang tidak bisa kamu capai sebelumnya.

indivisible-layak-beli-tidak-platforming

Beberapa tantangan platforming di Indivisible sebenarnya cukup sederhana. Tapi ada juga beberapa bagian yang membutuhkan timing dan presisi. Kecuali kamu sudah terbiasa bermain game platformer yang sulit (misal Hollow Knight atau Celeste), beberapa tantangan platforming ini mungkin sedikit menjengkelkan.

Selain itu, kamu juga akan beberapa kali melakukan backtracking untuk mengakses tempat yang belum bisa kamu capai sebelumnya. Sayangnya meskipun secara visual cukup indah, area-area di Indivisible tidak memiliki banyak konten yang menarik. Ini membuat backtracking jadi terasa tidak rewarding dan buang-buang waktu.

RPG dengan Combat yang Menarik

indivisible-layak-beli-tidak-combat-1

Satu lagi hal yang menarik dari Indivisible adalah sistem combat-nya yang unik. Pertarungan terjadi secara real time dan dilakukan langsung di tempat kamu berdiri saat itu. Ketika bertarung, kamu akan menggunakan empat dari sangat banyak karakter yang bisa kamu temukan sepanjang permainan.

Combat dalam Indivisible terasa seperti game fighting, paling tidak dari segi eksekusi. Masing-masing karakter bisa melakukan gerakan dengan menekan tombol controller yang sesuai dengan posisi mereka seperti yang bisa kamu lihat di atas. Tiap karakter punya tiga gerakan dasar yang berbeda, dan semuanya punya efek yang berbeda. Tugasmu adalah melakukan kombinasi serangan dengan dua karakter atau lebih untuk menghasilkan combo yang panjang. Semakin panjang combo yang kamu lakukan, semakin besar juga damage yang kamu hasilkan.

Saat lawan menyerang, kamu juga bisa menangkis dengan menekan tombol karakter yang diserang. Menangkis biasa hanya akan mengurangi damage yang kamu terima. Tapi jika kamu menekan tombol tepat saat serangan lawan mendarat, karakter tersebut tidak akan menerima damage. Jika kamu pernah bermain game fighting, kamu mungkin familier dengan istilah perfect block atau sejenisnya.

indivisible-layak-beli-tidak-bertahan

Dengan lebih dari 20 karakter yang bisa dimainkan, daya tarik dari sistem combat Indivisible jelas terletak pada menemukan komposisi party yang tepat dan menekan kombinasi tombol yang tepat saat menghadapi tiap lawan yang berbeda. Ditambah super meter yang harus kamu kelola, combat di game ini tidak hanya menuntut perencanaan yang baik, tapi juga eksekusi dan manajemen sumber daya yang baik.

Sayangnya, meskipun menarik, upayamu untuk bermain secara optimal terasa tidak rewarding. Kamu tetap bisa mengalahkan musuh hanya dengan sekadar menekan tombol asal-asalan. Selain itu melakukan combo panjang juga tidak memberikanmu bonus seperti EXP tambahan atau bahkan visual yang keren. Imbalan yang kamu dapatkan hanyalah angka combo serta waktu karena kamu bisa mengalahkan musuh dalam waktu singkat.

Karena kurang rewarding, jika menemukan kombinasi karakter dan combo yang cukup kuat, kamu mungkin tidak punya motivasi lagi untuk mencoba karakter atau kombinasi baru.

RPG yang Minim Informasi

indivisible-layak-beli-tidak-skill-set-1

Satu alasan lagi yang membuat saya tidak termotivasi mengeksplorasi mekanisme Indivisible adalah minimnya informasi yang tersedia. Banyak trik-trik dan panduan bermain yang sama sekali tidak dijelaskan dan harus kamu cari tahu sendiri melalui proses yang mungkin merepotkan.

Sebagai contoh, meskipun tetap mendapatkan EXP, semua karakter selain Ajna tidak punya level sama sekali. Sebagai gantinya, mereka punya icon love yang angkanya akan bertambah tiap kali mereka “naik level”. Tapi tidak ada penjelasan mengenai fungsi icon tersebut.

Setelah mencari tahu, barulah saya mengetahui bahwa icon tersebut menandakan hubungan baik Ajna dengan karakter tersebut. Tapi selain memberikan damage multiplier yang lebih tinggi dalam combat, kamu tidak mendapatkan reward lain. Sepanjang permainan, semua karakter akan bertambah kuat jika Ajna bertambah kuat/naik level.

indivisible-layak-beli-tidak-experience

Icon tersebut bukan satu-satunya hal yang membingungkan dari Indivisible. Banyak mekanisme dan informasi yang tidak dijelaskan, tapi mungkin berpengaruh pada pengalaman bermainmu. Seberapa kuat masing-masing karakter hanya diperlihatkan dalam ukuran bintang di tiga atribut, jurus super bisa digunakan tiga kali berturut-turut, seberapa kuat dan lama efek debuff ke lawan tidak diketahui, dan masih banyak lagi.

Akibat minimnya informasi yang tersedia, saya sangat kesulitan untuk menemukan cara bermain yang optimal. Padahal salah satu poin yang menarik dari game RPG adalah pengalaman mengoptimalkan dan memaksimalkan potensi tiap karakter.

Tapi jika dilihat sekali lagi, meskipun diberi label RPG, saya tidak merasa Indivisible layak disebut RPG.

indivisible-layak-beli-tidak-panel-karakter

Dua hal yang membuat puluhan karakter di Indivisible unik adalah atribut serta gerakan mereka dalam combat. Sayangnya di luar itu, tiap karakter tidak bisa kamu apa-apakan lagi. Tidak ada cara untuk mengubah atribut, mengubah gerakan, atau memberikan item ke karakter agar mereka punya peran unik yang kamu inginkan. Ajna yang berperan sebagai all-rounder akan selalu jadi all-rounder meskipun kamu ingin membuatnya punya serangan yang lebih kuat. Thorani yang bisa membuat kubangan air tidak bisa kamu modifikasi agar bisa membuat lebih banyak kubangan air per gerakannya. Razmi yang sangat mudah mati tidak bisa kamu buat bisa bertahan hidup lebih lama, dan seterusnya.

Intinya, tiap karakter hanya bisa melakukan apa yang sudah terlihat di layar, dan kamu tidak punya kuasa apa-apa untuk mengubahnya. Jadi satu-satunya cara untuk memaksimalkan potensi tiap karakter adalah menempatkannya dalam formasi yang tepat.

Bahkan untuk ukuran action-RPG, Indivisible sangat minim elemen RPG yang mungkin dicari banyak orang.


Apakah Indivisible layak beli? Well, jika kamu mencari game yang memberikan pengalaman RPG tradisional dengan modifikasi karakter dan potensi optimalisasi yang luas, Indivisible jelas bukan pilihan yang tepat. Kamu mungkin harus melakukan banyak eksperimen atau mencari banyak panduan untuk bisa mendapatkan pengalaman yang maksimal. Tapi jika itu terwujud sekalipun, kamu mungkin tidak mendapatkan pengalaman RPG yang kamu inginkan.

Tapi jika kamu ingin mencari game indie yang memadukan dua elemen gameplay dengan cara yang uni, kamu mungkin bisa mempertimbangkan game ini.


Kaoru

Hmmm...