Hotta Studio secara resmi memberikan tanggapan terkait gelombang kritik dari komunitas mengenai dugaan penggunaan aset buatan kecerdasan buatan (AI) dalam gim terbaru mereka, Neverness to Everness.
Melalui pernyataan resminya, tim pengembang mengonfirmasi bahwa alat bantu AI memang digunakan secara terbatas hanya untuk beberapa material lingkungan dan latar belakang, namun mereka menegaskan bahwa elemen inti seperti desain karakter, narasi, dan pembangunan dunia tetap sepenuhnya merupakan hasil kreativitas manual dari tim artis serta desainer internal.

Langkah klarifikasi ini diambil setelah para pemain menemukan kejanggalan pada sejumlah aset promosi, yang kemudian mendorong studio untuk segera meninjau kembali dan mengerjakan ulang dua aset spesifik, yakni Clear Skies in Summer dan Pink Paws Heist, guna menjaga integritas visual gim tersebut.
Meski transparansi ini mendapatkan apresiasi dari sebagian pemain, penggunaan AI tetap menjadi topik yang memicu perdebatan terkait orisinalitas dan etika kerja kreatif di industri gim.
Dear Appraisers,
— NTE Global (@NTE_GL) May 7, 2026
Thank you for the feedback. It matters to us.
Neverness to Everness is built on human creativity. The characters, stories, and world you experience are the work of artists, writers, and designers. AI-assisted tools were used only on a small number of background…
Beberapa pihak masih menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang penggunaan alat generatif dalam proyek yang sangat mengandalkan identitas visual bergaya anime seperti Neverness to Everness.
Walaupun sempat diterjang kontroversi, minat publik terhadap gim ini terpantau tetap tinggi berkat perpaduan unik antara tema urban fantasy, mekanisme berkendara, serta janji pengalaman bermain yang segar, yang membuktikan bahwa antusiasme komunitas terhadap karya Hotta Studio ini masih sangat solid.

https://shorturl.fm/oG2K2