Studio yang berisikan para veteran di balik kesuksesan Titanfall dan Apex Legends ini tampaknya harus merelakan perjalanan mereka berakhir lebih cepat.
Kabar ini mencuat setelah game live-service ambisius mereka, Highguard, secara resmi dimatikan dan tidak lagi bisa diunduh maupun dimainkan.
Kegagalan Highguard dalam menjaga momentum jumlah pemain serta keputusan Tencent untuk menarik pendanaan menjadi pukulan telak yang memicu terjadinya PHK massal, hingga akhirnya berujung pada dugaan penutupan studio secara permanen.

Indikasi lenyapnya Wildlight Entertainment terlihat sangat nyata dari aset digital mereka yang kini sulit diakses.
Halaman resmi LinkedIn studio tersebut telah dihapus, dan situs web resmi mereka kini hanya menampilkan pesan galat.
Bukti paling kuat datang dari Chad Grenier selaku Studio Head, yang memperbarui riwayat karirnya dengan mencantumkan Maret 2026 sebagai akhir masa jabatannya.
Meskipun Highguard sempat mencatatkan angka 100.000 pemain di awal perilisannya, penurunan performa yang drastis memaksa proyek ini tutup usia meski umurnya masih sangat muda, meninggalkan tanda tanya besar mengenai ke mana para talenta veteran ini akan berlabuh selanjutnya.
