Presiden FromSoftware, Hidetaka Miyazaki, baru-baru ini berbagi pandangan mendalam mengenai salah satu karya ikoniknya, Bloodborne. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Game Informer, sang kreator legendaris ini menyebut bahwa Bloodborne menempati posisi yang sangat istimewa di hatinya dibandingkan judul-judul lainnya.
Miyazaki mengungkapkan bahwa Bloodborne adalah manifestasi terkuat dari gaya dan seleranya dalam menciptakan sebuah video game. Ia merasa bahwa identitas dirinya sebagai pengembang tertuang secara maksimal dalam proyek tersebut.

“Ini mungkin merupakan siklus pengembangan yang paling menantang bagi studio kami,” ujar Miyazaki. Ia menambahkan bahwa dirinya terlibat sangat dalam pada hampir seluruh aspek permainan, mulai dari penulisan cerita, pembangunan dunia (world-building), hingga perancangan sistem dan mekanisme gameplay.
Bagi FromSoftware, masa pengembangan Bloodborne bukan sekadar rutinitas kerja, melainkan proses kreatif yang penuh rintangan. Namun, tantangan itulah yang membuat hasilnya terasa begitu memuaskan. Miyazaki merasa bahwa pemain dapat merasakan “sentuhan khas” miliknya secara lebih intens saat menjelajahi lorong-lorong kelam kota Yharnam dibandingkan di game lainnya.
Meskipun saat ini ia lebih banyak membicarakan kesuksesan Elden Ring—termasuk kolaborasinya dengan George R.R. Martin—kerinduan penggemar akan Bloodborne tidak pernah padam.
Miyazaki sendiri menyadari antusiasme luar biasa dari komunitas. Sebelumnya, pada tahun 2024, ia sempat menyatakan kegembiraannya melihat banyaknya permintaan untuk versi remake. Ia juga memiliki keinginan agar lebih banyak pemain baru bisa merasakan pengalaman unik yang ditawarkan Bloodborne di masa depan.
Hingga saat ini, Bloodborne tetap menjadi judul eksklusif yang sangat dicintai di konsol PlayStation 4, sementara karya terbaru mereka, Elden Ring, terus memperluas jangkauannya ke berbagai platform, termasuk rumor kehadirannya di konsol generasi terbaru Nintendo pada masa mendatang.
