Sudah ada beberapa bulan semenjak Stellar Blade dirilis secara resmi, dan sekarang semua data hasil penjualan dari gamenya sudah bisa kalian lihat. Game buatan Shift Up ini merupakan game buatan developer Korea Selatan. Namun, uniknya game ini tercatat hanya terjual sebesar 5% dari negara asalnya, menandakan kalau hasil mayoritasnya masih berasal dari luar negeri.
Menceritakan tentang Eve, game ini memiliki model artis dari Korea Selatan, hal tersebut bisa kalian lihat mulai dari wajah karakter yang dibuat sampai ke modelnya.
Banyak orang mengira kalau Stellar Blade bisa sukses karena hasil penjualan dari benua Asia.
Salah satunya datang dari negara asalnya sendiri, tapi hasil akhirnya malah jauh dari prediksi.
BACA JUGA: Valve Konfirmasi Siap Masukkan SteamOS ke ASUS ROG Ally!

CEO dari Shift Up, Kim Hyung-Tae mengatakan kalau game ini memang hanya terjual sebesar 5% saja di Korea Selatan. Informasi ini dia berikan lewat sebuah artikel kepada Game Informer belum lama ini, tapi dia juga punya alasan sendiri. Beliau mengatakan kalau hasil 5% ini terjadi karena industri game console di Korea Selatan tidak semaju di negara lain.
Namun, beliau juga mengatakan kalau dia merasakan adanya potensi dari game singleplayer yang disukai oleh para pemain dari Korea Selatan. Terakhir, dia merasa optimis untuk mendapatkan hasil yang positif juga ketika Stellar Blade merilis versi PC. Barulah disana, hasil penjualan dari gamenya bisa meningkat di berbagai region, termasuk Korea Selatan.

Memang benar, benua Asia sering kali menjadi sasaran para developer ketika membuat game seperti Stellar Blade. Game Shift Up yang lain yakni NIKKE sendiri terbukti sangat sukses di pasar Asia, menandakan kebenarannya. Namun, untuk kasus ini tidak bisa dipungkiri juga kalau ternyata game ini sangat diterima dengan baik oleh pemain benua non-Asia.

Ledger Live Desktop