5 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Ketika Membeli Kursi Gaming

Kursi gaming belakangan semakin diminati, tapi bila salah pilih, permainanmu malah bisa jadi tak nyaman. Simak tips Gimbot sebelum membeli.


Kursi gaming belakangan ini mulai jadi barang yang populer di kalangan para gamer. Tidak hanya gamer PC, pemain di console bahkan mobile pun ikut menggunakannya. Apalagi setelah esports dan streamer atau YouTuber semakin banyak bermunculan. Pamor kursi gaming semakin meningkat dan menggoda orang-orang untuk ingin memilikinya.

BACA JUGA: Kursi Gaming Sudah Kuno! Perusahaan Jepang Ini Ciptakan Kasur Gaming

Kursi gaming memang dapat membuat pengalaman bermain jadi lebih nyaman dan menyenangkan. Selain itu faktor gengsi yang kita rasakan juga ikut meningkat. Tapi hati-hati, kalau kamu salah pilih bisa-bisa kursi gaming malah bikin permainanmu jadi tidak enak, bahkan bisa bikin cedera. Berikut beberapa tips dari Gimbot dalam menentukan kursi gaming apa yang pas untukmu.

1. Harga

Kursi buatan lokal bisa jadi alternatif kalau dana terbatas | Sumber: Kursi Gaming Jonsu

Pertimbangan pertama yang tidak bisa kita hindari tentu saja harga. Kursi gaming (kadang disebut juga kursi racing) kini jenis dan mereknya sudah banyak sekali. Dengan dana sekitar Rp700.000 saja kamu sudah bisa membeli kursi gaming produksi pengrajin lokal, tapi ada juga kursi dengan harga Rp8.000.000 ke atas, misalnya seri Secretlab Titan.

Ada harga jelas ada kualitas, namun bukan berarti kursi gaming yang murah itu tidak layak dibeli. Bisa saja ada produk dengan harga terjangkau namun cukup nyaman digunakan. Untuk menemukannya, saya sarankan kamu sering-sering menonton/membaca review yang ada di internet.

Bila danamu terbatas, salah satu cara untuk menghemat pengeluaran adalah membeli kursi gaming bekas. Tapi tentu kamu harus jeli juga agar mendapat kursi dalam kondisi yang masih layak pakai.

2. Ukuran

Secretlab punya produk untuk kamu yang berbadan besar | Sumber: Secretlab

Selain soal harga, faktor yang paling penting dalam pemilihan kursi gaming adalah ukuran. Ukuran di sini bukan cuma ukuran kursi, tapi juga ukuran tubuhmu, ukuran meja, hingga ukuran ruangan yang kamu gunakan untuk bermain. Begitu pentingnya ukuran, sampai-sampai produsen kursi gaming biasanya menyertakan dimensi detail saat menawarkan produk mereka. Contohnya bisa kamu lihat di halaman Tech Specs ROG Chariot Core ini.

Ukuran ini sangat berpengaruh terhadap kenyamananmu saat duduk di kursi. Bila kursi terlalu tinggi misalnya, bisa jadi kamu harus menunduk saat bermain, dan ini malah bisa membuat lehermu sakit bila dilakukan untuk waktu lama. Ukuran armrest (sandaran tangan) yang terlalu kecil bisa membuat siku dan lenganmu cepat lelah, dan seterusnya.

Cara paling baik memilih ukuran kursi adalah dengan mencobanya secara langsung. Tapi bila tak memungkinkan, kamu bisa juga mencatat seluruh dimensi kursi yang kamu incar, lalu membandingkannya dengan ukuran tubuhmu menggunakan meteran.

3. Durabilitas

ROG Chariot, contoh kursi dengan bahan rangka baja | Sumber: ASUS

Berikutnya yang perlu kamu perhatikan durabilitas, alias seberapa kuat kursi gaming tersebut. Ada dua hal penting yang mempengaruhi durabilitas. Pertama yaitu material/bahan yang digunakan, terutama untuk kerangka (frame) kursi. Kedua yaitu kualitas perakitan kursi tersebut.

Sebagian kursi gaming menggunakan bahan plastik untuk kerangkanya, tapi ada juga yang menggunakan besi, baja, atau aluminium. Kalau ditanya mana yang lebih baik, sebetulnya agak sulit dibandingkan karena bahan plastik berkualitas tinggi bisa jadi lebih kuat daripada aluminium murah. Ada baiknya kamu cek berapa beban maksimum yang bisa ditahan kursi tersebut, lalu sesuaikan dengan berat badanmu.

Kamu harus hati-hati terhadap kursi gaming bermerek yang menawarkan harga di bawah rata-rata. Terkadang ada brand yang melakukan hal ini agar bisa menjual produk low-end, tapi durabilitasnya meragukan. Durabilitas sangat penting terutama bila kamu beli kursi yang memiliki banyak persendian, misalnya kursi berfitur reclining atau 3D armrest.

4. Bahan Kursi dan Pelapis

Kursi gaming keluaran Informa punya sandaran berbahan jaring | Sumber: Informa

Berikutnya, kamu mesti memperhatikan bahan yang digunakan untuk isi kursi beserta pelapisnya. Perhatikan seberapa tebal busa yang digunakan, dan seberapa kuat busa tersebut. Apabila terlalu tipis atau mudah gepeng, mungkin kursi tersebut tidak akan nyaman digunakan untuk jangka panjang.

Bahan pelapis kursi sebetulnya tidak penting-penting amat, karena rata-rata kulit sintetis ataupun kain yang digunakan sudah cukup nyaman. Hanya saja, bahan kulit sintetis tentu lebih mudah dibersihkan daripada kain, juga tahan terhadap tumpahan air. Selebihnya ini masalah selera saja.

Belakangan juga ada perusahaan yang menawarkan kursi dengan sandaran punggung model jaring-jaring. Salah satu contoh yang cukup terkenal adalah Digital Alliance Throne S. Jenis ini biasanya harganya lebih murah, dan ada kelebihannya yaitu punggung jadi tidak panas. Tapi saya pribadi kurang suka model jaring tersebut sebab terlihat rapuh serta kurang empuk.

5. Fitur

Brazen Panther Elite 2.1 punya fitur tak lazim, yaitu bluetooth audio | Sumber: Brazen

Terakhir yang perlu kamu perhatikan adalah fitur. Menurut saya fitur adalah aspek yang paling tidak penting, karena rata-rata fitur di kursi gaming itu sifatnya novelty saja. Sering kali hanya ada buat gaya, bukan sesuatu yang bakal sering kamu gunakan pada praktik sehari-hari.

Fitur-fitur yang lazim ada di kursi gaming misalnya pengaturan ketinggian dengan hidrolik, sandaran yang bisa dimiringkan (reclining), armrest dengan lapisan busa, armrest yang bisa diatur posisinya (adjustable atau 3D), roda pada kaki-kaki, sandaran kaki (footrest), bantalan leher dan punggung, dan lain-lain.

Dari sekian banyak fitur, ada 3 yang paling penting. Pertama yaitu pengaturan ketinggian/hidrolik. Kedua adalah lapisan busa pada armrest. Terakhir adalah bantalan leher. Tiga hal ini menurut saya paling berpengaruh pada postur duduk serta kenyamanan, sisanya hanya bonus. Jadi kalau kamu beli kursi gaming, pastikan memperhatikan tiga fitur tersebut.


Itulah beberapa tips untuk memilih kursi gaming yang cocok denganmu. Semoga bermanfaat dan dapat membuatmu lebih bersemangat lagi menabung demi mendapatkan kursi impian. Jangan lupa, kalau sudah punya kursi gaming, tetap atur waktumu supaya tidak main game berlebihan sampai melupakan kegiatan lainnya. Sampai jumpa di artikel berikutnya, hanya di Gimbot!

Bagikan artikel ini

Ayyub Mustofa

Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.