Takhta Elden Ring sebagai “raja” penghargaan yang selama ini kelihatan mustahil digeser, akhirnya resmi tumbang. Mahakarya FromSoftware itu baru saja disalip sama pendatang baru yang luar biasa ambisius, yaitu Clair Obscur: Expedition 33.
Game RPG besutan Sandfall Interactive ini secara mengejutkan dinobatkan jadi game dengan koleksi gelar Game of the Year (GOTY) terbanyak sepanjang sejarah industri game. Bayangin saja, rekor Elden Ring yang kokoh dengan 429 penghargaan akhirnya pecah berkeping-keping setelah Expedition 33 sukses mengumpulkan total 436 gelar GOTY per Januari 2026.
Angka ini otomatis bikin game tersebut nangkring di posisi satu dunia, ninggalin Elden Ring di posisi kedua dan The Last of Us Part II yang sekarang harus puas di posisi ketiga.

Kesuksesan gila-gilaan ini sebenarnya sudah mulai kelihatan tanda-tandanya sejak ajang The Game Awards 2025 kemarin. Di sana, Expedition 33 bener-bener nggak kasih ampun dan sukses borong 9 trofi sekaligus dalam satu malam, termasuk kategori paling bergengsi sebagai Game of the Year.
Game ini memang punya paket lengkap yang bikin kritikus sama gamer di seluruh dunia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Selain visualnya yang artistik banget dengan gaya seni Prancis klasik, sistem pertarungan turn-based di game ini juga terasa sangat segar karena dicampur sama elemen aksi real-time yang intens.

Belum lagi, narasi ceritanya yang emosional banget tentang misi terakhir umat manusia buat menghentikan “Sang Pelukis”, bener-bener bikin siapa pun yang main ngerasa terikat sama karakternya.
Yang makin bikin ngeri dan bikin penasaran adalah jumlah penghargaannya ini diprediksi masih bakal terus bertambah. Soalnya, masih ada beberapa ajang besar dan bergengsi kayak D.I.C.E. Awards sampai BAFTA Games Awards yang baru bakal ngumumin pemenangnya dalam beberapa bulan ke depan.
Pencapaian luar biasa dari Sandfall Interactive ini jadi bukti nyata kalau sebuah IP baru pun bisa langsung jadi penguasa pasar kalau digarap dengan visi yang berani dan kualitas yang emang sekelas mahakarya. Sekarang semua mata tertuju pada masa depan game ini, karena mereka nggak cuma sekadar menang, tapi sudah resmi mencatatkan nama dalam buku sejarah sebagai game paling dicintai kritikus sepanjang masa!
