Peluncuran Season 3 untuk Tekken 8 yang seharusnya menjadi momen perayaan bagi komunitas fighting game, justru berbalik menjadi badai kritik bagi Bandai Namco.
Meskipun membawa sejumlah pembaruan konten dan karakter yang dinantikan, Season 3 ini harus menghadapi gelombang ulasan negatif dari para pemain setia di berbagai platform, terutama di Steam.
Kritik utama yang disuarakan oleh para penggemar berfokus pada masalah keseimbangan karakter alias balancing yang dianggap semakin berantakan, di mana beberapa karakter baru atau yang mendapatkan buff dirasa terlalu dominan hingga merusak ekosistem kompetitif.
Selain itu, masalah konektivitas server dan sistem matchmaking yang masih sering mengalami kendala teknis semakin memperburuk sentimen negatif di kalangan pemain.

Tak hanya masalah teknis dan gameplay, komunitas juga menyoroti kebijakan monetisasi yang dianggap semakin agresif dalam update terbaru ini.
Kehadiran item kosmetik berbayar dan sistem battle pass yang dinilai kurang memberikan nilai sepadan bagi pemain telah memicu kemarahan publik yang merasa bahwa fokus pengembang kini lebih condong pada keuntungan finansial daripada kualitas pengalaman bermain.
Situasi ini pun tercermin pada skor ulasan terbaru di Steam yang merosot tajam, di mana banyak pemain veteran memberikan peringatan bagi calon pembeli baru.
Jika Bandai Namco tidak segera mengambil langkah responsif lewat patch perbaikan dan komunikasi yang lebih transparan, dikhawatirkan jumlah pemain aktif Tekken 8 akan terus menurun di tengah ketatnya persaingan dengan judul fighting game kompetitor lainnya.

Refer friends and colleagues—get paid for every signup!