Ray Tracing merupakan salah satu teknologi yang saat ini memang cukup powerfull dalam mengolah visual. Ray Tracing membuat gambar di dalam game menjadi lebih hidup khususnya dari segi tata cahaya. Dengan cahaya yang bagus, Ray Tracing bisa memproduksi gambar serealistis mungkin.
Teknologi ini memunculkan pantulan karakter di dalam genangan air, di kaca, atau benda-benda yang bisa memantulkan cahaya lainnya. Ray Tracing juga membuat objek cahaya seperti lampu memantul dengan sangat realistis.
Ray Tracing bersama DLSS memang menjadi dambaan semua gamer. Tapi apakah iya menjadi hal yang wajib untuk kebutuhan gaming saat ini terutama bagi gamer kelas menengah? Saya memiliki sedikit opini soal penggunaan Ray Tracing ini. Menurut opini pribadi saya, Ray Tracing sebenarnya tidak wajib. menurut saya pribadi. Loh, kok gitu? Berikut ulasannya.
Harga Kartu Grafis RTX Cukup Mahal

Yang paling mendasar kenapa tidak usah main game pakai Ray Tracing menurut saya pribadi adalah karena kartu grafis RTX yang punya kemampuan menampilkan Ray Tracing itu cukup mahal. Di kelas RTX paling bawah diisi oleh line-up RTX 2060 yang harganya berkisar Rp5,5 jutaan ke atas.
Harga segini memang bagi sebagian gamer masih terjangkau. Tapi buat perakit PC kelas menengah, dengan alokasi dana Rp5 juta, mereka bisa mendapatkan performance VGA yang mungkin beda tipis dengan RTX 2060 plus sebuah SSD M.2 Nvme.
BACA JUGA: Gamescom 2019 – Game yang Bakal Muncul di Epic Games Store
Sebagai contoh, RTX 2060 dihargai sekitar Rp5,7 jutaan. Jika digunakan buat membeli VGA lain, hasilnya mungkin gamer bisa mendapatkan GTX 1660 Ti seharga Rp4,2 jutaan ditambah dengan Nvme yang harganya Rp1 jutaan. Itupun masih kembali Rp300 ribuan.
Memang dari segi performance RTX 2060 cukup dahsyat dibandingkan dengan GTX 1660 Ti dalam artian Ray Tracing off. Tapi ketika on, tentu aka nada penalty performance yang cukup signifikan bagi RTX 2060. Jika tidak dinyalakan, buat apa beli VGA dengan kemampuan Ray Tracing?
Ray Tracing Sulit untuk Dinikmati

Game sekelas Battlefield V mengimplementasikan fitur yang satu ini. Hasilnya, gambar yang didapatkan sangat memukau. Tapi yang jadi pertanyaan, apakah kalian bisa menikmatinya? Battlefield V merupakan game dengan tipikal cepat apalagi mode co-op nya.
Tak ada kesempatan bagi kalian untuk menikmati visualisasi dan tata cahaya ikonik ini karena kalian sibuk berkompetisi. Satu-satunya jalan untuk kalian menikmati Ray Tracing adalah bermain game single player seperti Metro: Exodus atau mungkin saja Minecraft.
Tapi apakah nantinya kalian yakin bisa benar-benar menikmati visual yang indah itu?
Penalty Performance yang “Mungkin” Signifikan
Untuk yang satu ini memang harus diukur dengan menggunakan data. Tapi ketika pertama kali RTX Series di produksi dan diluncurkan, banyak gamer mengeluh di forum-forum bahwa Ray Tracing memberikan penalty performance yang luar biasa pada FPS.
Di Youtube, ada Youtuber bernama Wolfgang yang membandingkan ketika Ray Tracing on dan off pada RTX 2060 per Februari 2019. Hasilnya, ada perbedaan sebesar 10an FPS antara Ray Tracing on dan off dengan setting gambar menyesuaikan. Perbedaan semakin jauh ketika gambar yang dihasilkan semakin berat bahkan bisa berbeda hingga 20an FPS.
Akhir Kata…
Itulah menurut opini saya pribadi kenapa gamer-gamer dengan budget terbatas sebaiknya menghindari saja Ray Tracing. Memang menggunakan kartu grafis berkekuatan Ray Tracing dengan settingan yang tinggi merupakan impian. Tapi ada kalanya sebuah teknologi tidak relevan dengan kehidupan kita.
Bagi yang punya budget sultan, saya tentu bakalan menyarankan agar kalian membeli RTX. Alasannya jelas, karena RTX cukup bertenaga terutama RTX 2070 ke atas meskipun dihantam dengan visual yang gila-gilaan.
