5 Franchise Game yang Populer di Jepang Tapi Kurang Dikenal di Barat

Banyak game Jepang yang populer di negara asalnya namun jarang diterjemahkan ke bahasa Inggris. Dari lima game ini, adakah yang kamu tahu?


Jepang sudah lama jadi salah satu negara produsen berbagai judul game terbaik di dunia. Tak mengherankan memang, sebab industri game di negara itu telah berusia berpuluh-puluh tahun. Sejak Nintendo meluncurkan console Famicom di tahun 1983, nama Jepang berkibar sebagai pelopor industri video game rumahan dan masih terus dihormati serta dikagumi hingga sekarang.

Sayangnya ada satu kendala dalam game buatan Jepang, yaitu bahasa. Sering kali kita melewatkan suatu game Jepang karena tidak memahami bahasanya, padahal judul-judul tersebut bisa jadi sangat menarik dan populer di negaranya. Di bawah ini ada beberapa contoh franchise game yang besar di Jepang namun kurang dikenal gamer barat karena jarang atau tak pernah dirilis dalam bahasa Inggris. Adakah yang pernah kamu mainkan?

Super Robot Wars

Super Robot Wars adalah seri game bergenre strategy-RPG (SRPG) atau tactics, di mana kita mengendalikan unit dalam medan perang berbentuk kotak-kotak seperti papan catur. Aspek paling seru dari seri Super Robot Wars alias SRW adalah karakter dan ceritanya yang diambil dari berbagai anime bertema robot paling terkenal. Mulai dari Mobile Suit Gundam, Macross, Mazinger, hingga Neon Genesis Evangelion, semua pernah mampir di seri SRW.

BACA JUGA: 5 Game Crash Bandicoot yang Ternyata Batal Diproduksi

Sayangnya, keseruan itu juga menjadi pedang bermata dua. Karena banyaknya lisensi properti intelektual yang terlibat, seri Super Robot Wars jadi sulit untuk dirilis di luar Jepang. Namun beberapa tahun belakangan Bandai Namco semakin gencar mengusahakan perilisan SRW dalam bahasa Inggris, meski hanya di beberapa negara. Judul-judul terbarunya seperti Super Robot Wars V dan Super Robot Wars X bahkan juga terbit untuk PC di Steam.

Touhou Project

Touhou Project adalah franchise game yang lahir dari developer bernama Team Shanghai Alice. Lucunya, walaupun ada kata “Team”, sebetulnya game ini hanya dibuat oleh satu orang. Programming, pembuatan aset visual, hingga komposisi lagu, semua dikerjakan oleh ZUN (alias Junya Ota). Sejak pertama terbit di tahun 1995, ZUN telah menciptakan lebih dari 20 judul Touhou Project sendirian!

Seri utama Touhou Project memiliki genre tembak-tembakan 2D alias bullet hell. Tapi dalam perjalanannya, Touhou Project juga mendapatkan spin-off bergenre fighting yang dikerjakan oleh studio lain. Menariknya, ZUN dikenal sangat longgar dan terbuka terhadap penggunaan properti intelektual miliknya. Ini membuat Touhou Project banyak disukai oleh para kreator amatir.

Sudah ada puluhan game buatan penggemar yang menggunakan tema Touhou. Sebagian di antaranya bahkan bisa disejajarkan dengan game buatan studio game ternama, dan telah didistribusikan secara komersil di console seperti PS4 dan Switch.

Sengoku Basara

Sengoku Basara adalah seri game bergenre hack-and-slash yang cukup mirip dengan seri Samurai Warriors. Karakter-karakternya pun sebagian besar sama, diambil dari tokoh-tokoh sejarah Jepang era Sengoku seperti Yukimura Sanada, Masamune Date, Nobunaga Oda, dan lain-lain. Bedanya, desain karakter serta jurus-jurus di Sengoku Basara lebih “lebay”, bahkan kadang-kadang masuk kategori ngawur seperti Tadakatsu Honda yang didesain menyerupai robot raksasa.

Anehnya, game ini hampir tak pernah dirilis dalam bahasa Inggris, padahal kamu mungkin tahu betapa populernya seri Samurai Warriors dan Dynasty Warriors di luar sana. Hingga saat ini sedikit sekali game Sengoku Basara yang dirilis untuk pasar barat. Misalnya Sengoku Basara 3 untuk PS3 yang versi Inggrisnya dikenal dengan judul Sengoku Basara: Samurai Heroes, atau Sengoku Basara pertama di PS2 yang dirilis dengan judul Devil Kings.

Love Plus

Kamu tahu Tamagotchi, mainan hewan peliharaan virtual yang harus selalu kamu rawat setiap hari agar bisa tumbuh sehat? Sekarang bayangkan sebuah Tamagotchi, tapi kamu bukan berinteraksi dengan hewan, melainkan gadis-gadis cantik berusia remaja. Masing-masing dengan kepribadian, jadwal kegiatan, kesukaan, masalah, serta kisah hidup sendiri-sendiri. Itulah Love Plus.

Kalau Tamagotchi saja dulu sedemikian booming, bukan hal aneh bila kemudian Love Plus juga booming besar-besaran ketika game ini dirilis untuk NDS dulu. Begitu menarik dan fenomenalnya game ini, hingga ada orang Jepang yang menikah dengan karakter Love Plus di NDS miliknya! Love Plus juga memiliki sekuel untuk 3DS serta spin-off berupa game mobile dan komik. Namun semuanya berbahasa Jepang.

Itadaki Street

Khusus untuk franchise yang satu ini, Gimbot bisa maklum mengapa tidak populernya di luar Jepang. Pasalnya, Itadaki Street adalah game yang cukup aneh. Game ini mengambil karakter dari berbagai judul populer seperti Dragon Quest dan Final Fantasy, kemudian menempatkan mereka ke dalam sebuah board game virtual menyerupai Monopoly. Kedengarannya tidak begitu menarik, namun ternyata populer sekali di Jepang.

Itadaki Street didesain oleh Yuji Horii, dan pada awalnya hanya muncul sebagai mini-game di dalam Dragon Quest III. Tapi kemudian dikembangkan menjadi game yang berdiri sendiri, dan sudah memiliki belasan sekuel hingga saat ini. Dari sekian banyak judul tersebut, hanya dua yang dirilis dalam bahasa Inggris, yaitu Fortune Street untuk console Wii dan Fortune Street Smart untuk perangkat mobile.


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.