5 Game dengan Review Terburuk yang Membuatnya Perlu Dihindari di Steam


Label "overwhelmingly negative" seakan menjadi gelar andalan beberapa game dalam daftar ini!

Sejak Steam diciptakan oleh Valve Corporation, platform digital satu ini seolah telah menjadi “sarana utama” yang memungkinkan Developer besar dan indie memiliki lapak jualan terbaik untuk setiap karya yang mereka kembangkan.

Selain itu Steam juga menjelma menjadi sebuah “toko serba ada” untuk gamer PC. Dengan lebih dari satu miliar akun Steam terdaftar pada tahun 2019 dan dengan konten yang begitu banyak, wajar saja jika ada beberapa game Steam yang tergolong jelek hingga beberapa di antaranya masuk kategori tidak layak untuk dimainkan.

Baca Juga: 5 Dunia Game yang Bakal Keren Jika Diadaptasikan ke Dalam VR

Lewat artikel berikut, Gimbot telah memilih 5 game Steam dengan review terburuk yang berseliweran di Steam. Check it out!

Under Zero

game steam

Under Zero adalah game survival yang dideskripsikan oleh sang pengembang Dagestan Technology sebagai “game adventure 3D yang menawan yang menceritakan kisah nasib buruk seorang wanita”.

Meskipun menarik dari segi konsep, namun kenyataannya presentasi akhir game ini terbilang berantakan, penuh bug, dengan visual yang bisa dibilang jelek. Parahnya lagi, pihak developer sesumbar bahwa cerita game tersebut didasarkan pada kisah nyata, padahal secara logika tidak bisa dibilang benar juga.

Tidak ada cerita atau poin yang jelas saat permainan dimulai. Jika memang ada, hal tersebut terlanjut dikaburkan oleh keberadaan banyak bug yang membuat Under Zero hampir mustahil untuk dimainkan. Singkat cerita, Under Zero adalah game survival yang serba kekurangan.

Flatout 3: Chaos & Destruction

Biasanya entri ketiga dalam seri video game adalah sebuah tanda bahwa franchise tersebut telah mendekati kesempurnaan. Pada titik ini biasanya pengembang kemungkinan telah menemukan formula apa yang berhasil dan tidak di game sebelumnya.

Namun nasib berbeda dialami FlatOut 3: Chaos & Destruction, sebuah game racing yang dikembangkan secara kurang optimal. Kenapa bisa begitu? Versi singkatnya FlaOut 3 tidak dikembangkan oleh Bugbear, studio yang sama saat pengembangan dua seri pertamanya.

Sebaliknya, pengembangan FlatOut 3 ditangani oleh Team6, studio yang dikenal lewat Scooter War3z (sejujurnya saya juga tidak tahu ini game apa). Melihat ulasan di Steam banyak pengguna yang mengeluhkan grafis yang jelek, banyak bug, dan parahnya di beberapa map ada track yang hilang.

Citadels

Citadels dimaksudkan untuk menjadi sebuah game RTS bernuansa historis yang mirip seperti Stronghold atau Age of Empires. Sayangnya, klaim tersebut tidak sesuai ekspetasi akhir.

Citadles ini mendapatkan banyak kritikan dari pemain, di mana mereka sering mengalami crash, grafis buram dengan efek yang ketinggalan zaman, serta kurangnya penjelasan umum tentang apa yang sebenarnya dilakukan oleh pemain.

Selain itu tampilan menunya juga membingungkan dan tidak intuitif. Citadels menjadi sebuah game strategi yang membosankan dan terlihat seperti tidak siap untuk diluncurkan.

Postal 3

game steam

Jika berbicara kualitas, serial Postal memang masih belum memilikinya. Game ini merupakan sebuah seri kontroversial yang menampilkan kekerasan, kesenangan absurd, dan humor garing.

Menurut kabar, Postal 3 tidak dikembangkan sendiri oleh RWS, tapi di-outsourcing-kan ke penerbit Rusia untuk pengembangannya. Game ini dikembangkan oleh TrashMasters Studios (nama yang cocok untuk menggambarkan Postal 3).

Kesulitan finansial menjadi salah satu alasan yang menyebabkan penerbit mengambil jalan pintas untuk segera merilis game-nya. Saat ini Postal 3 masih tersedia di Steam, tapi jika kamu melihat hasil ulasannya, tentu sudah cukup membuatmu yakin bahwa game Steam ini tidak layak untuk dimainkan!

Airport Simulator 2014

game steam

Airport Simulator 2014, menjadi sebuah game simulator yang bisa kami katakan tidak “umum”. Bagaimana tidak? Game ini sangat membosankan dan parahnya tidak memiliki tutorial apa pun. Selain itu ada banyak bug yang tak kunjung diperbaiki oleh pengembang.

Game Steam ini dijual dengan harga 90 ribu rupiah. Jika kamu memang suka menghamburkan uang tidak jelas dan suka dengan game banyak bug, maka cobalah mainkan Airport Simulator 2014 ini.


Ada game Steam yang tidak layak main lainnya? Jangan sungkan untuk berbagi dengan kami lewat kolom komentar ya!


Era