5 Game yang Sudah Selesai Namun Tidak Pernah Dirilis ke Pasaran


Impian para developer game adalah merilis karya mereka ke pasaran. Tapi sialnya, ada beberapa developer game yang sudah selesai namun tidak dirilis.

game yang sudah selesai

Sebuah game memang masih belum dikatakan sukses apabila game tersebut belum mampu memberikan keuntungan signifikan bagi perusahaan. Selain itu, game juga dianggap belum benar-benar selesai dikerjakan apabila game tersebut belum dirilis ke pasaran. Ya, bicara mengenai game yang sudah selesai dan tidak dirilis ke pasaran ternyata benar-benar pernah terjadi.

Setelah melewati pengembangan yang cukup lama, beberapa game yang akan kita bahas berhasil diselesaikan. Tapi ironisnya, game tersebut dengan berbagai alasan tidak masuk sampai tahap peluncuran. Tentunya ini adalah hal yang cukup parah dan mengejutkan. Karena semua studio biasanya ingin agar game mereka meluncur apabila telah diselesaikan.

Kira-kira, game apa saja yang sudah selesai namun tak pernah dirilis ke pasaran? Berikut adalah ulasannya.

1. Thrill Kill

Thrill Kill merupakan game pertarungan arena yang dulunya dimaksudkan hadir untuk mengetes seberapa kuat kemampuan PlayStation dari segi engine. Visual yang dimiliki game ini juga salah satu yang terbaik di masanya. Selain itu, pertarungan arena yang jadi daya tarik utamanya membuat kita bisa berhadapan dengan banyak karakter dalam satu frame layar.

BACA JUGA: Beberapa Detail Terbaru Mengenai Game Amnesia: Rebirth

Sayangnya, Electronic Arts menolak meluncurkan game ini setelah tahu bahwa game tersebut hanya untuk mengetes kemampuan rendering PlayStation saja. Meski tidak dirilis, Thrill Kill jadi aset berharga bagi Electronic Arts di mana kemudian engine dari game ini menjadi basis untuk game Wu-Tang: Shaolin Style.

2. MotorStorm Apocalypse di Jepang

MotorStorm Apocalypse versi Jepang yang mendapatkan keputusan tak biasa karena game tersebut menolak untuk diluncurkan di Jepang. Game ini dijadwalkan dirilis di tahun 2011 di mana game balap ini harus dibatalkan peluncurannya akibat respon terhadap dunia mengenai gempa bumi dan tsunami yang memporak-porandakan Jepang.

Akhirnya, karena hal tersebut, game ini tak pernah dirilis di Jepang. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya. Padahal premis dari game ini cukup unik di mana kalian harus balapan di sebuah kota metropolitan yang hancur oleh bencana alam.

3. True Fantasy Live Online

Level-5 yang merupakan developer terkenal yang sudah mengeluarkan game yang cukup solid yakni Dark Cloud dan Ni no Kuni pernah bekerja dalam sebuah proyek bernama True Fantasy Live Online di mana proyek ini adalah game eksklusif yang diperuntukan untuk Xbox. Ya, dikerjakan selama dua tahun, game ini dihapus sebelum beta pertamanya dimulai.

Apa yang membuat game yang sudah jadi ini kemudian dihapus? Alasannya adalah karena Level-5 dianggap tak punya pengalaman mumpuni dalam mengembangkan MMORPG dan hubungan mereka bersitegang dengan Microsoft.



Padahal jika game ini meluncur dan sukses, game ini akan menjadi daya tarik bagi pasar Jepang, area di mana Xbox selalu berjuang keras mendapatkan perhatian game di sana.

Kini, Level-5 sudah menjadi developer sukses dengan berbagai judul game yang ada sedangkan Microsoft sekarang merupakan salah satu pemain utama di industri console. Mungkin jika mereka bekerjasama kembali, akan lahir sebuah proyek yang dahsyat.



4. Propeller Arena: Aviation Battle Championship

Ini adalah game Dreamcast yang memiliki gameplay di mana kalian bisa terbang dan melakukan dogfight di udara. Tapi sayangnya, Propeller Arena: Aviation Battle Championship tidak dirilis karena dua hal yang pertama adalah console Dreamcast yang umurnya pendek di mana console ini hanya ada hingga tahun 2001 karena kedigdayaan PlayStation 2 pada saat itu.

Yang kedua adalah adanya serangan teror 9/11 di New York.

Karena game ini memiliki ide mengenai dogfight pesawat, oleh sebab itu developer memutuskan untuk tidak meluncurkannya. Padahal proyek dari game ini sejatinya sudah selesai dan siap untuk dirilis ke pasaran.

5. ResQ

game yang sudah selesai

Game ini dibuat untuk Sega Genesis namun sayangnya, publisher memutuskan untuk tidak merilis game ini. Hingga saat ini belum jelas mengapa game ResQ yang dulu sudah selesai dikerjakan kemudian tidak pernah meluncur ke pasaran. Beberapa orang memprediksikan bahwa biaya produksi yang mahal membuat publisher kemudian tidak ingin merilis game ini.

Maklum, dulu, biaya produksi cartridge memang sangat mahal dan cukup menghabiskan banyak uang. Apalagi zaman dulu kita belum mengenal istilah game diluncurkan secara digital.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos