Berkesan! 5 Fitur Jadul di Game yang Sudah Jarang Ditemukan di Console Modern


Fitur jadul di game ini cukup jarang kita temui lagi. Padahal di masa lalu, fitur-fitur ini adalah primadona.

Fitur Jadul Game Jarang Ditemukan di Console Modern

Fitur menjadi salah satu hal yang penting dari sebuah game khususnya di console modern. Dengan fitur yang semakin menawan, gamer bakal lebih senang untuk memainkan game tersebut dan betah berlama-lama untuk terus memainkan. Di masa lalu, tepatnya di dekade 90an hingga 2000an, para developer banyak melakukan eksperimen sehingga di era tersebut banyak muncul sejumlah fitur baru yang bahkan masih digunakan hingga saat ini.



Tapi sayangnya, tak semua fitur tersebut bertahan lama di industri game karena sebagian developer lebih memilih untuk menyingkirkannya. Tentu mereka memiliki sejumlah alasan. Lantas kira-kira apa saja fitur jadul yang saat ini sudah jarang atau bahkan tak digunakan lagi di industri game khususnya di console modern? Gimbot bakal mengulasnya.

Cheat Input Button

Cheat Input Button

Salah satu fitur jadul yang sudah jarang kita temukan adalah soal cheat, gameshark, atau semacamnya. Ya, kita tak melihat lagi tombol-tombol yang dimasukan secara berurutan demi mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Misalnya saja nyawa tak habis-habis atau uang yang bisa digunakan terus menerus tanpa harus takut miskin.

Itu semua dulu kenyataannya bisa dilakukan dengan sangat mudah. Bahkan untuk Dragon Ball GT Final Bout, kalian yang ingin mendapatkan semua mobil secara singkat cukup memasukan urutan tombol tertentu.

BACA JUGA: Pencetus Game Narasi Horor Unik, Ini Profil Singkat Supermassive Games!

Dengan menekan tombol yang benar, kita bisa langsung membuka beberapa rahasia di dalam game tersebut yang memudahkan kita meraih banyak hal tanpa harus susah-susah untuk menamatkan atau menyelesaikan syarat tertentu terlebih dahulu

Tapi hari ini, kita tak bisa lagi mengaktifkan cheat input button seperti ini, fitur yang sudah online terkadang memberikan konsekuensi di mana mengaktifkan cheat berarti kalian tidak akan membuka tropi atau achievement di dalam game yang kalian mainkan.

Selain itu, para developer juga memilih agar gamer melakukan eksplorasi atau menyelesaikan tantangan yang ada untuk mendapatkan sesuatu daripada harus meraihnya dengan mudah melalui cheat. Jika pun ada, maka akan dijual dalam bentuk DLC seperti apa yang dilakukan Capcom untuk game Resident Evil 2: Remake.

Putar Kamera Menggunakan Shoulder Button

Putar Kamera Menggunakan Shoulder Button

Dulu hanya sedikit game yang memberikan fungsi untuk bagian analog kanan dan lebih memberikan fungsi tombol analog kanan sama seperti fungsi segitiga, kotak, silang, dan bulat. Hal ini membuat putaran kamera kerap dilakukan menggunakan tombol shoulder button. Buat yang belum tahu, shoulder button adalah R dan L.

Namun semenjak hadirnya era console PlayStation 2 dan seangkatannya, para developer lebih memaksimalkan lagi fungsi-fungsi analog di dalamnya. Hal ini membuat analog kiri difungsikan sebagai tombol untuk bergerak sedangkan analog kanan digunakan untuk melakukan rotasi atau memutar kamera.



Hal ini membuat shoulder button kini difungsikan menjadi hal lainnya yang tentunya akan membantu gamer lebih mudah. Kini kita bisa dibilang sudah lama tak melihat shoulder button sebagai tombol untuk arahan. Padahal mekanisme ini begitu banyak digunakan di masanya.

Kompilasi Banyak Game dalam Satu Media

Kompilasi Banyak Game dalam Satu Media

Kompilasi merupakan salah satu hal yang saat ini sudah jarang atau bahkan menghilang secara perlahan di industri game. Dulu kita bisa mendapatkan banyak game dalam satu cartridge saja. Misalnya Street of Rage, Golden Axe, dan Revenge of Shinobi bisa didapatkan gamer secara bersamaan. Bahkan terkadang paket atau kompilasi seperti ini dikemas dengan console yang dijual.

Memang paket kompilasi saat ini sudah banyak dijual kembali misalnya Atari Flashback Classic di PlayStation 4 atau Dreamcast Collection di Xbox 360. Namun untuk versi baru, kita tak pernah mendapatkannya.

Kompilasi seperti ini memang lekat dengan hal-hal retro, bukan era modern.

Limited Save Point

Limited Save Point

Saat ini developer lebih memilih untuk menggunakan sistem check point dan autosave yang membuat gamer tak perlu khawatir untuk langsung mematikan console mereka. Fitur yang satu ini banyak diaplikasikan di era Xbox 360 dan PlayStation 3 di mana hardisk bekerja lebih baik dan optimal.

Tapi di masa lalu, kita harus melakukan save point di titik-titik tertentu saja. Jika kita tak melakukannya, jangan berharap progres kalian bakal tersimpan di memory card. Karena jika lupa save, hal yang bakal terjadi sangat fatal di mana kita bisa mengulang dari tempat terakhir kali kita save!

Hal ini lantas sering memicu kegalauan di mana tiba-tiba mati lampu namun kita belum melakukan save. Fitur limited save point seperti ini sudah menghilang dan sangat jarang kita temukan lagi.

Multiplayer Split Screen

Multiplayer Split Screen

Dari tahun ke tahun, fitur online memang menjadi daya jual utama untuk menciptakan sebuah game multiplayer yang masif. Hal ini tentu membuat fitur jadul multiplayer yaitu Split Screen Multiplayer tergerus habis jumlahnya. Zaman dulu, fitur multiplayer hanya digarap menggunakan split screen atau layar dibagi menjadi dua. Hal ini membuat gamer harus bermain game di tempat, console, dan televisi yang sama.

Sekarang hanya sedikit saja yang menerapkan sistem seperti ini dan beberapa diantaranya pernah Gimbot bahas satu per satu. Padahal fitur ini menawarkan sensasi yang berbeda dibandingkan bermain online. Salah satunya adalah kita bisa melemparkan candaan kepada gamer secara langsung!


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos