Sudah hampir tiga minggu sejak Final Fantasy 16 akhirnya rilis di Playstation 5. Seperti biasa, meskipun punya kekurangan, game dari SquareEnix ini mampu menuai banyak respon positif baik dari penggemar Final Fantasy lama maupun yang baru kenal dengan serial ini. Beberapa orang bahkan mungkin mengklaim bahwa ini adalah game Final Fantasy terbaik.
Tentu saja, ketika seseorang mengklaim sebuah game adalah yang terbaik, akan ada yang keberatan dan tidak setuju apalagi untuk serial game yang berumur panjang seperti Final Fantasy. Om-om yang berumur 30-40 tahun mungkin tetap ngotot bahwa Final Fantasy 6 adalah yang terbaik, sementara keponakannya menganggap 15 dan 16 tidak akan tersaingi.
Padahal jawabannya sebenarnya sangat sederhana: Tidak ada yang namanya game Final Fantasy terbaik.
Serial yang Selalu Berubah

Meskipun sama-sama dari SquareEnix, Final Fantasy punya satu keunikan dengan sepupu JRPG-nya yaitu Dragon Quest. Hingga hari ini Dragon Quest tidak pernah lepas dari turn-based combat dan dengan cerita yang meskiun serius tapi tetap dibumbui dengan momen yang ringan dan lucu. Lalu sejak menganut visual anime dari Akira Toriyama, desain karakter Dragon Quest masih belum berubah.
Ini sangat berbeda dengan Final Fantasy yang setiap iterasinya selalu mencoba formula baru. Saat masih baru, Final Fantasy juga merupakan game turn-based. Kemudian Final Fantasy mulai mencoba formula baru mulai dari active time battle hingga akhirnya jadi action. Bahkan di sela-sela itu Final Fantasy juga sempat pindah genre jadi MMORPG lewat 11 dan 14.
Singkatnya, ketika Dragon Quest selalu menjanjikan pengalaman gameplay yang sama dengan sedikit perubahan, Final Fantasy selalu berubah. Karena itulah, membandingkan setiap game dan menentukan mana yang layak disebut sebagai Final Fantasy terbaik bisa dibilang hanya buang-buang waktu karena setiap iterasi punya perbedaan yang cukup signifikan.
Beda Selera, Beda Zaman, Beda Pilihan

Karena perbedaan itu jugalah, seperti apa bentuk game Final Fantasy yang sebenarnya juga tidak akan pernah sama di mata pemainnya. Buat kamu anak 90-an, kamu mungkin merasa Final Fantasy yang sebenarnya adalah Final Fantasy 7 dan membawa argumen bahwa karakter-karakter seperti Sephiroth dan Cloud sangat iconic. Tapi buat pemain yang lebih muda dan tumbuh di era Playstation 2, ia mungkin memberikan label tersebut ke Final Fantasy 10. Toh Yuna dan Tidus juga tidak kalah iconic. Lalu kalau mau membandingkan karakter antagonis dan cerita, mungkin ada yang mengklaim bahwa Final Fantasy 6 jauh lebih baik berkat kehadiran Kefka.
Pemain yang suka elemen RPG yang kompleks mungkin tidak terlalu suka dengan Final Fantasy 16. Namun anak sekolah yang suka game action dan punya Playstation 5 sebagai console pertamanya mungkin langsung jatuh hati dengan Final Fantasy 16 dan tidak akan sudi menyentuh Final Fantasy 8.
Karena pada akhirnya, Final Fantasy yang paling lekat untukmu adalah Final Fantasy yang membuatmu terkesima untuk pertama kalinya. Nah, game mana yang mampu melakukan itu akan berbeda karena setiap pemain punya selera dan preferensi yang berbeda. Karena itulah, meributkan game Final Fantasy mana yang layak disebut terbaik tidak akan ada habisnya.
