Fans Kecewa atau Senang? Sutradara Resident Evil Requiem Bantah Rumor Open World


Gak perlu map gede kalau tiap sudutnya udah bikin jantungan, kan?

Buat kalian yang kemarin sempat heboh gara-gara spekulasi kalau seri terbaru Resident Evil bakal jadi game open world, mendingan tarik napas dulu dan dengerin klarifikasi ini. Sutradara Resident Evil Requiem, Koshi Nakanishi, akhirnya turun tangan buat kasih jawaban telak setelah melihat diskusi panas para fans di internet.

Baca Juga: Sambil Nunggu Resident Evil Requiem Rilis, Mending Tamatin Lagi 5 Seri Legendaris Ini

Intinya, dia ingin menegaskan kalau Requiem bukanlah sebuah game open world. Jadi, buat yang sudah membayangkan bakal bisa eksplorasi map raksasa tanpa batas ala Elden Ring atau GTA, sepertinya kalian harus sedikit menurunkan ekspektasi dan kembali fokus ke pengalaman horor yang lebih padat dan linear.

Rumor ini sebenarnya nggak muncul tanpa alasan. Banyak fans yang tergocek setelah melihat cuplikan gameplay singkat yang menampilkan jalanan kota yang terlihat sangat hidup, lengkap dengan pejalan kaki dan lalu lintas yang ramai.

Banyak yang mengira Capcom bakal mengubah arah franchise ini jadi jauh lebih luas. Namun, Nakanishi menjelaskan kalau tim pengembang sengaja memilih pendekatan ini karena mereka ingin menjaga kualitas narasi dan atmosfer yang pas.

Menurutnya, alih-alih mengejar luasnya map, mereka lebih fokus buat menyatukan dua gaya bermain yang kontras dari karakter utamanya, yaitu Grace dan Leon, ke dalam satu paket yang solid.

Nakanishi membocorkan kalau kalian bakal mendapatkan dua pengalaman yang beda banget dalam satu game. Di porsi Grace, kalian bakal dibawa kembali ke akar survival horror yang bikin merinding dan sesak napas, mirip sensasi yang kita rasakan di Resident Evil 2 atau 7.

Sementara itu, di porsi Leon, kita bakal diajak buat main lebih barbar dengan aksi tembak-menembak yang intens, sebuah muscle memory yang pasti bakal mengingatkan kalian pada keseruan Resident Evil 4. Jadi, daripada bikin map gede yang isinya mungkin kosong, Capcom lebih memilih buat kasih kalian “wahana” yang sudah terbukti seru dan ikonik.

Momen rilisnya Requiem di tahun 2026 ini juga bertepatan dengan ulang tahun Resident Evil yang ke-30. Nakanishi menganggap game ini sebagai sebuah penghormatan atau tribute besar buat semua elemen yang bikin seri ini dicintai selama tiga dekade.

Buat kalian yang suka ketegangan murni, elemen horornya sudah disiapkan dengan matang. Tapi buat yang lebih suka jadi jagoan sambil lempar kata-kata ikonik, porsi aksinya pun nggak bakal kalah seru. Jadi, meskipun nggak jadi open world, sepertinya Resident Evil Requiem bakal tetap jadi salah satu rilisan paling wajib ditunggu tahun depan!


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Junior

Demen game kompetitif, kayak Dota dan League of Legends.