Fakta Menarik Soal Penyakit di Game The Last of Us!


Tahukah kamu ternyata Virus Cordyceps Fungus memang benar adanya di dunia nyata? Tapi bukan menjangkit manusia!

The Last of Us

The Last of Us merupakan salah satu game action survival yang mengambil latar belakang post apocalyptic di Amerika Serikat. Beberapa kota di sana hancur lebur akibat sebuah penyakit mengerikan bernama Brain Cordyceps yang menyerang otak manusia karena jamur misterius. Penyakit ini bisa menular dan bagi yang sudah tertular, mereka bakal menjadi monster mengerikan.

Tak berhenti sampai di situ, monster mengerikan ini terus berevolusi menjadi beberapa model. Pertama orang-orang tersebut akan menjadi Runners yakni para pelari karena mereka tak bisa melihat dengan mata mereka.

Di tahap terakhir, mereka akan kehilangan kepala mereka untuk menjadi Clicker.

Sebagai salah satu virus terbaik yang pernah dibuat di industri game, Gimbot kali ini bakal membahas mengenai Cordyceps Fungus. Kira-kira apa saja hal menarik yang wajib dibahas?

Berikut ulasannya.

Ada di Dunia Nyata

Tapi tahukah kalian ternyata Virus Cordyceps Fungus memang benar adanya di dunia nyata. Saya sendiri tidak tahu apakah The Last of Us terinspirasi dari hal ini atau tidak. Namun tentu tak perlu khawatir karena kenyataannya, Cordyceps Fungus hanya ada di antara hewan-hewan serangga saja. Virus ini tidak bakal membuat manusia seperti di The Last of Us.

BACA JUGA: Ngeri! 5 Musuh dalam Video Game yang Tidak Bakal Berhenti Mengejarmu

Dalam salah satu videonya, Planet Earth BBC pernah membahas mengenai Cordyceps yang satu ini di mana para serangga bisa tertular penyakit ini melalui udara. Nantinya jamur bakal mengambil alih otak serta tubuh serangga dan akhirnya melumpuhkan inangnya jika sudah berkembang ke tahap akhir. Di sinilah jamur akan keluar bersama spora menghancurkan kepala sang serangga.

Pengetahuan mengenai Fungus Cordyceps di Planet Earth BBC diungkapkan oleh Sir David Attenborough di episode berjudul Jungle.

Bagi serangga, ini adalah penyakit serius. Namun bagi manusia, hal itu hanyalah soal imajinatif belaka. Mungkin karena bersinggungan dengan hal di dunia nyata, apa yang ditawarkan oleh The Last of Us sebagai sebuah game memang menjadi sangat menarik. Bahkan usia Last of Us sudah tujuh tahun namun pesonanya tetap menawan dan mampu menggoda para gamer untuk terus memainkannya.

Ditambah narasi yang luar biasa, imajinasi sang developer melebur secara natural di hadapan para gamer dengan sangat sempurna. Bicara soal The Last of Us, tahun ini kita bakal kembali melihat seri keduanya yang melanjutkan perjalanan seorang Joel dan Ellie.

Terus Berevolusi dalam Waktu Lama

The Last of Us - Screenshot

Bagi yang mengikuti game ini, salah satu fakta menarik dari penyakit yang ada di The Last of Us adalah bahwa Cordyceps Fungus ini akan terus berubah menjadi penyakit yang lebih ganas dan mematikan. Bukan untuk sang korban saja melainkan juga bagi orang-orang di sekitarnya.

Di tahap awal, orang yang terinfeksi akan bertransformasi menjadi Runners di mana orang ini tiba-tiba akan menyerang orang lain tanpa pandang bulu. Tahap Runners masuk setelah satu hingga dua hari korban terinfeksi penyakit yang satu ini.

Di tahap kedua setelah Runners, maka korban akan berubah menjadi Stalker. Stalker lebih cepat dan visioner dibandingkan Runners. Stalker memiliki ciri suara serak dan bertumbuhnya jamur dalam tahap yang sedikit di kepala. Yang tersisa hanya satu mata saja. Stalker sangat sensitif dan berbahaya.

Sedangkan masuk ke tahap ketiga, Stalker bakal berubah menjadi Clickers. Untuk mencapai tahap ini dibutuhkan waktu sekitar satu tahun. Kekuatan Stalker melampaui manusia biasa membuatnya jauh lebih mematikan. Sialnya, di tahap Clickers, korban akan buta dan tak mampu melihat apapun karena jamur sudah menghancurkan wajah sang korban.

Tapi di sisi lain, Clickers memiliki kemampuan pendengaran yang sangat sensitif.

Pada tahap keempat di mana tahap ini adalah yang paling langka dan juga berbahaya. Ya, butuh bertahun-tahun setidaknya 10 tahun untuk mencapai tahap ini. Korban benar-benar sudah ditutupi jamur tebal yang bisa digunakan sebagai pelindung.

Pelindung jamur ini bisa menahan berbagai senjata seperti Shotgun dan Hunting Rifle.

Bloater juga merupakan monster yang sangat agresif dan mematikan.

Butuh strategi matang untuk membunuh satu Bloater.

Selain itu ada transformasi baru di The Last of Us Part II yang akan diperkenalkan yaitu Shambler. Shambler terlihat mirip dengan Bloaters dan memiliki banyak kehebatan seperti kekuatan dan daya tahan luar biasa. Tipe ini bisa menyemprotkan gas asal ketika dekat dengan targetnya. Asam ini akan menghasilkan luka yang dahsyat sebelum korbannya sekarat.

Mempengaruhi Video Game Lain

4 atribut

Naughty Dog tergolong jenius dengan menciptakan tipe virus seperti ini di The Last of Us. Virus ikonik ini juga turut mempengaruhi game lain untuk memunculkan easter egg seperti di Dying Light dan Life is Strange 2.

Ya, di Life is Strange ada karakter bernama Sean Diaz yang jadi protagonist di mana dia berkelakar dengan membuat suara Clicker demi menakut-nakuti saudaranya, Daniel. Hal ini dilakukan Diaz setelah melihat pohon jamur yang mengilhami terbentuknya Clickers.

Selain itu di Dying Light, ada easter egg di mana ada zombie memiliki kepala berbentuk Clicker keluar dari lift, Kemudian saat terbunuh, sang zombie akan menjatuhkan item bernama Clicker.

Meski hanya muncul sebagai easter egg, itu artinya ciptaan virus milik Naughty Dog ini memang benar-benar berkualitas sehingga diakui oleh beberapa developer untuk masuk ke dalam game-nya.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Will Ramos