Langkah efisiensi masif kembali mengguncang industri gim global. Electronic Arts (EA) dilaporkan resmi menutup studio RPG veteran BioWare serta menghentikan pengembangan sekuel Mass Effect terbaru yang telah diumumkan sejak tahun 2020 lalu.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari gelombang pemutusan hubungan kerja terbaru yang memangkas sekitar 3% total staf perusahaan (sekitar 400 karyawan, termasuk 50 posisi di BioWare).
https://t.co/TicSujMWps
— BioWare (@bioware) October 21, 2026
Keputusan besar ini menyusul aksi akuisisi senilai US$55 miliar yang dipimpin oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi yang membawa EA menjadi perusahaan privat.
Dalam surat internal kepada staf yang dirilis oleh CEO EA David Tinson dan CSO Cam Weber, manajemen mengonfirmasi adanya pembatalan beberapa proyek gim setelah melakukan evaluasi bisnis secara menyeluruh.

Selain mematikan pengembangan Mass Effect baru dan menutup BioWare—studio yang berdiri sejak 1995 sebelum diakuisi EA pada 2007—EA juga membatalkan proyek gim The Sims bertajuk Project Lotus.
Sebagai gantinya, EA mengalihkan fokus ke proyek lain berinisial Project Evergreen, sembari tetap mempertahankan pengembangan gim mobile-first Project Rene. Adapun tim pengembang gim multiplayer skate. mengalami pengurangan ukuran tim meski pengembangannya dipastikan tetap berjalan.

Di sisi lain, EA menegaskan bakal melipatgandakan investasi pada lini gim olahraga, aksi-petualangan, dan franchise besar mereka. EA mengonfirmasi pengerjaan dua proyek gim olahraga baru: pengalaman open-world berbasis media sosial untuk olahraga American Football bertajuk Project Gridiron, serta kebangkitan seri Fight Night.
Gim shooter Apex Legends juga dijanjikan mendapat mode permainan multiplayer baru, sementara sekuel Star Wars Jedi, Marvel’s Iron Man, serta kolaborasi antara Respawn dan DICE (yang dirumorkan sebagai Star Wars Battlefront baru pasca-kesuksesan Battlefield 6) dipastikan tetap menjadi prioritas utama.
Penutupan BioWare menandai berakhirnya era salah satu pengembang RPG paling berpengaruh dalam sejarah industri gim. Setelah menelurkan berbagai karya legendaris seperti seri Mass Effect, Dragon Age, Star Wars: The Old Republic, hingga Anthem, perjalanan studio asal Kanada ini resmi ditutup dengan Dragon Age: The Veilguard sebagai karya pamungkas mereka.

