Drama IGRS Berakhir, Valve Kembalikan Standar Rating Internasional untuk Gamer Indonesia


Goodbye, IGRS.

Setelah sempat diwarnai kontroversi panas selama beberapa hari terakhir, platform Steam di wilayah Indonesia terpantau telah mencabut integrasi Indonesia Game Rating System (IGRS).

Berdasarkan pantauan terbaru di laman toko digital milik Valve tersebut, sistem klasifikasi usia kini telah dikembalikan ke standar internasional, yakni PEGI.

Langkah ini diambil menyusul banyaknya laporan dan protes dari para pengguna terkait standar penilaian IGRS yang dinilai sangat berantakan dan tidak konsisten.

Dengan kembalinya rating PEGI, kabar paling menggembirakan adalah pulihnya akses ke sejumlah judul mahakarya yang sempat menyandang status dilarang.

Pemenang Game of the Year 2025, Clair Obscur: Expedition 33, yang sebelumnya dicekal dengan alasan “melanggar hukum negara” yang abu-abu, kini sudah bisa kembali diakses dan dibeli secara normal oleh gamer di Indonesia.

Begitu juga dengan judul-judul besar lainnya seperti Persona 5, Metaphor: ReFantazio, dan GTA V yang statusnya kini telah disesuaikan kembali dengan standar global yang lebih masuk akal.

Penghapusan IGRS ini sekaligus mengakhiri fenomena konyol di mana game perang militer serealistis PUBG sempat dikategorikan aman untuk anak usia 3 tahun.

Standar PEGI yang jauh lebih berpengalaman dan memiliki parameter ketat kini memberikan kepastian klasifikasi yang lebih akurat.

Bagi komunitas gamers, kembalinya sistem ini adalah kemenangan bagi akal sehat; memastikan bahwa proteksi terhadap pemain di bawah umur dilakukan dengan riset konten yang benar, bukan sekadar pelabelan serampangan.

Kejadian ini menjadi pelajaran besar bagi pihak berwenang di Indonesia bahwa penerapan regulasi digital di platform global memerlukan kompetensi kurasi yang sangat tinggi.

Kegagalan IGRS dalam membedakan narasi politik yang cerdas dengan konten yang benar-benar berbahaya menunjukkan adanya jarak yang lebar antara regulator dan realitas industri game saat ini.

Untuk saat ini, para gamer Indonesia bisa kembali bernapas lega dan menikmati perpustakaan Steam mereka tanpa bayang-bayang klasifikasi usia yang “ajaib” dan membingungkan.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.