Dijual Rp2,6 Juta Tanpa Game, God of War Laufey Collector’s Box Tuai Kritik Gamer


Trend paket collector’s edition tanpa gim fisik maupun digital di dalamnya kembali memicu kontroversi di kalangan komunitas gamer.

Sony secara resmi memperkenalkan God of War Laufey’s Collector’s Box yang dibanderol seharga US$150 (sekitar Rp2,6 jutaan). Meskipun mengusung harga yang cukup tinggi untuk sebuah paket edisi kolektor, paket ini sama sekali tidak mencakup gim utamanya, melainkan hanya menyajikan tiga buah barang fisik khusus bagi para penggemar setia waralaba God of War.

Edisi terbatas yang hanya dijual melalui PlayStation Store ini menghadirkan tiga barang koleksi utama: patung light-up setinggi 8 inci yang menggambarkan Faye, Phranque, dan Rue bertarung melawan prajurit Begtse; set 51-Card Oracle Deck berisikan ilustrasi karya Megan Lara; serta sebuah buku Mini Artbook fisik yang menampilkan konsep seni karakter, makhluk, dan lingkungan gim.

Sementara itu, gim God of War Laufey sendiri dijadwalkan meluncur secara eksklusif untuk konsol PlayStation 5 pada 16 Februari 2027 mendatang.

Keputusan Sony ini menjadikannya penerbit besar kedua yang mengadopsi tren paket edisi kolektor “tanpa gim”, menyusul langkah Rockstar Games yang dua pekan lalu merilis Collector’s Box untuk GTA VI seharga US$400.

Pendekatan ini dinilai mengalami penurunan nilai yang sangat drastis jika dibandingkan dengan edisi kolektor terdahulu. Sebagai perbandingan, God of War Ragnarök Collector’s Edition seharga US$200 tidak hanya menyertakan kode gim digital, tetapi juga memuat replika Mjölnir setinggi 16 inci beserta 12 barang koleksi lainnya.

Kebijakan anyar dari para penerbit raksasa ini menuai kritik tajam dan kekecewaan dari komunitas gamer. Banyak pemain menilai bahwa paket premium yang dahulu menjadi simbol apresiasi bagi para penggemar kini telah bergeser fungsi menjadi sekadar penjualan merchandise terpisah dengan harga tinggi.

Langkah yang diambil Rockstar untuk GTA VI dan disusul oleh Sony untuk God of War Laufey dikhawatirkan bakal menjadi standar baru yang akan diikuti oleh penerbit gim besar lainnya di masa depan.

Bagikan artikel ini

Junior

Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.